Cuci Mata: Motif Terkini Kain Endek Bali.

Standard

Kain Endek Bali 22

Kaja-kaja luas ke gunung/meli gender-gender maimbuh suling/

Kaden saja Imbok Nyoman bisa nunun/nunun songket, ngendek, nyatri, manguliying/.

(Pergi ke utara kita menuju ke gunung/membeli gender (nama sejenis alat musik traditional) ditambah seruling/Saya sangka Imbok Nyoman bisa menenun/Menenun songket, membuat endek, mengatur dan memberi warna pada benang)

Pada jaman dulu, ketrampilan menenun adalah salah satu kriteria yang harus dipenuhi gadis Bali, selain ketrampilan – ketrampilan traditional lainnya seperti menari, mebanten dan sebagainya. Saya tidak yakin ketrampilan ini masih dikuasai oleh kebanyakan kaum wanita pada saat ini, namun pada kenyataannya kain traditional masih sangat merajai penggunaan busana di Endek 2kalangan wanita Bali hingga detik ini. Sedikit agak ‘bombastis’ untuk memperjelas point saya, bisa saya umpakan, jika di Jakarta saya menggunakan kain kebaya   barangkali hanya sekali setahun, atau maksimal 2 x setahun,  maka jika saya tinggal di Bali, setidaknya rata-rata saya akan menggunakan kebaya sebanyak 4-6 x sebulan. Mungkin sebagian berpikir saya agak berlebihan, namun memang kenyataannya seperti itu. Pemakaian kain-kebaya sangat tinggi di Bali.

Seorang teman mengatakan kepada saya, ingin ikut ke Bali dan melihat-lihat kain traditional. Oh!. Selama ini saya jarang membeli kain traditional Bali.  Ya itu dia.  Karena saya tinggal di Jakarta.  Hanya sesekali menggunakan kain-kebaya. Dan biasanya hanya menggunakan kain pemberian ibu atau kakak perempuan saya saja.  Jadi saya memang jarang membeli.

Hm… Saya pikir, saya perlu mengajak teman saya ini ke sentra-sentra kerajinan tenun untuk kain traditional sehari-hari, yakni kain Endek. Kain Endek adalah kain traditional Bali yang dibuat dengan teknik tenun ikat. Tidak seperti kain Songket yang hanya digunakan Endek 3saat upacara-upacara tertentu, kain  Endek ini bisa dibilang adalah kain utama dalam akttifitas traditional sehari-hari. Penggunaannya biasanya dipadankan dengan kebaya. Namun banyak juga yang menggunakannya ke tempat kerja. Harganya lebih terjangkau dan penggunaannya juga lebih nyaman.

Saya ingat seorang sahabat saya di Denpasar pernah bercerita bahwa ia memiliki teman yang membuat design-design baru kain Endek yang sangat indah. Ia bahkan pernah mengajak saya untuk bermain ke sana, namun saat itu kebetulan saya tidak sempat. Jadi kami tidak jadi pergi. Saya mencoba menghubunginya lagi.Kelihatannya ia sangat sibuk dan saya mendapatkan jawaban  bahwa alamatnya adalah di jalan Trenggana di Denpasar dan berjanji akan mencarikan saya alamat detailnya.  Namun sayang, barangkali karena terlalu sibuk,  sahabat saya itu belum kunjung juga memberikan alamat temannya yang memproduksi Endek itu kepada saya.  Tentu sulit buat saya mencari-cari alamat yang tidak saya tahu persis itu. Ya, sudahlah. Saya pun mengerti kesibukannya dan berusaha untuk tidak mengganggu. Akhirnya saya dan teman-teman saya itu diantar oleh kakak perempuan saya ke tempat dimana biasanya ia membeli kain-kain traditional Bali untuk keperluan sehari-hari.

EndekAwalnya saya tidak terlalu yakin, apakah tempat kakak saya biasa berbelanja kain itu cukup representative atau tidak bagi saya untuk mengajak teman-teman guna melihat trend terakhir design dan motif kain-kain traditional Bali.  Namun tak disangka, tempat itu ternyata memiliki beberapa toko yang menyediakan apa yang kami cari. Kain-kain traditional Bali. Mulai dari kain Poleng, Kain Endek, kain Songket, kain Jumputan, Kain Perada, dan lain sebagainya. Saya pikir malah tempat ini sangat menarik dan representative.

Kami memasuki sebuah toko berukuran sedang yang menggelar berbagai jenis kain tenunan. Terutama kain Endek, kain Songket dan kain Jumputan Bali. Sementara teman-teman saya sibuk memilih dan berbelanja, saya sibuk memperhatikan motif-motif kain Endek terbaru yang sebelumnya tidak pernah saya lihat. Ratusan  jumlahnya design dan motif yang disediakan.  Ada  beberapa motif yang sudah lama dan sudah umum digunakan oleh mendiang ibu saya semasa hidupnya. Namun ada juga motif-motif terkini yang sedang trend. Berbagai macam. Mulai dari motif burung merak, motif matan ai, motif kembang,  ceplok, motif sulur, motif songket dan sebagainya. Demikian juga warna dan kerapatan benangnya.Sangat beragam. Kerapatan benang tenunan,sangat mempengaruhi harga kain Endek. Saya berkeliling dan meminta ijin untuk memotret.

Para tamu silih berganti datang. Toko kain traditional itu ternyata sangat rame. Bukan saja oleh wanita setempat, namun juga oleh turis lokal. Bahkan dua orang turis bulepun saya lihat ikut menawar di toko sebelah saya. Rupanya kain tenun ikat Endek Bali ini sedang ngetrend penggunaannya. Menyusul kain batik. Selain untuk busana, rupanya juga banyak diaplikasikan pada benda-benda lain, seperti misalnya tas, dompet wanita dan sebagainya. Saya sangat senang mendengarnya. Setidaknya trend ini menunjukkan meningkatnya kebanggaan kita terhadap kekayaan budaya asli nusantara. “Ayo kita bangga menggunakan kain Endek, sebelum keburu diaku oleh orang lain. Ntar baru nyesel” seseorang diantara pengunjung toko itu saya dengar nyeletuk. Saya tertawa geli dibuatnya. Walaupun terasa agak berlebihan, namun saya pikir ada baiknya juga ajakan itu. Mengajak kita mencintai produk dalam negeri kita sendiri. A C I , Aku Cinta Indonesia!.

Melihat motif-motif dari tenun ikat itu, saya merasa sangat salut pada designernya yang sangat kreatif namun tetap setia di jalur tenun traditional.

_

60 responses »

  1. Met pagi mba…
    Kain endek ya namanya? Indah-indah motifnya. Warna-warni yg ceria…
    Oh ya, apakah ketrampilan menenun untuk para gadis Bali sekarang masih dipertahankan mba? Menarik juga nih untuk diulas bagaimana cara menenun itu sebenarnya…
    Salam persahabatan,

    • iya. Namanya Kain Endek ( biasanya disebut ” Kamen Endek”. Sepengetahuan saya kayanya sekarang jarang ya bisa menenun. Termasuk saya juga tidak bisa.. he he.. Tapi jaman saya kecil, alat tenun mudah sekali kita temukan di rumah-rumah keluarga ibu saya yang punya anak gadis..

      Saya tidak bisa menenun, tapi seingat saya itu ada proses mengatur benang, mengikat benang untuk memberi design, mencelup benang dengan bahan pewarna, lalu menempatkan benang di alat tenun yang dibuat dari kayu/bambu dan dioperasikan dengan tangan.. lalu mulai menenun deh..sebaris demi sebaris. Waktu kecil saya dulunya cuma bisa bermain-main dan menarik narik alat alat itu jika kebetulan sedang berkunjung ke kerabat ibu saya, hingga dimarahi oleh ibu saya. bunyinya seru.. he he.

      • Menarik juga proses menenun itu rupanya, mba. Bolehlah kalo satu waktu mba pulang ke Bali memfoto proses demi prosesnya dan dimuat di blog. Rasanya akan menjadi sajian yg menarik untuk disimak…
        Salam,

  2. bagus2 mbak motifnya, senang lihatnya..,, ada motif baru berarti memang banyak peminatnya ya…, aku juga belum punya kain Bali..
    ditunggu foto2 kain jenis lainnya mbak, ternyata beragam juga jenis kainnya

    • ya.. kelihatannya kalau untuk mode kain kebaya, Bali kelihatannya sangat berkembang pesat. Cepat sekali pergerakannya. Apa yang tiga- empat bulan yang lalu sedang ngetrend, tiba-tiba saja ketika pulang lagi, mode kain kebaya itu tiba-tiba sudah agak jadul…

      • Mbok Made, tiang Ni Nengh Kerti niki ring Jakarta, jage nakenang ajin lan macam kain endek, napi praside?

      • Nengah, suksma dahat sampun simpang driki. Ampura tiyang nak ten ngadol kamen. Tiyang wantah demen motrek tur nulisang indik kamen endek – napi ja sane ngetrend ring Bali amangkinane.
        Anggen informasi kemanten, sauning tiyange yening ajine ring Bali, kirang langkung Rp 45 000-Rp 125 000 /meter, kangge ja tingkat kerapetan benang miwah design sareng kwalitas tenunane. Minab yen sampun ring Jakarta liyanan malih ajine, wireh sampun medaging bea kirim.

  3. wah kain tradisional Bali banyak jenis ya Made. “kain Poleng, Kain Endek, kain Songket, kain Jumputan, Kain Perada, dan lain” …apakah kain kain ini penggunaanya berbeda2 ? maksudnya umpama dalam satu upacara harus pake kain ini di upacara lain harus pake yang itu ?

    • ya.. seperti halnya daerah-daerah lain. Bali juga memiliki beberapa jenis kain traditional.
      Makna dan penggunaannya juga agak berbeda-beda dr satu kain ke kain yang lainnya. Misalnya kain Endek dan jumputan banyak digunakan untuk acara keagamaan yang lbh sederhana atau kondangan atau buat sehari-hari, songket digunakan untuk acara keagamaan/sosial yang lebih penting, lebih wah atau show up misalnya upacara pernikahan, naik remaja, dsb. kain Prada nbanyak digunakan untuk menghias tempat suci/rumah/penari dsb. kain poleng untuk melambangkan keseimbangan hidup, digunakan pada tempat-tempat tertentu/benda tertentu, ada lagi kain geringsing yg bersifat sakral dan dipercaya pening dalam proses penyembuhan, terus ada lagi kain cepuk yg langka yg digunakan hanya untuk upacra kematian dsb

    • Kain endek sih biasanya tidak terlalu mahal untuk ukuran kain tenun ya.. Setahu saya ada beberapa tingkat harga. Saya lupa, mungkin sekitar Rp 40 000 – 150 000/meter barangkali – tergantung kerapatan kain dan kehalusan tenunannya. Bandingkan dengan harga kain songket yang satuannya bukan ratusan ribu lagi, tapi juta rupiah..

  4. Motifnya cantik-cantik Jeng Ade dan bisa dipadankan dalam busana casual nih. Kekayaan budaya kain endek yang membanggakan, melihat motif modernnya indikasi terlibatnya generasi muda didalamnyakah? Salam

  5. saya sedang cari tempat membeli kain endek sebab ada teman di jakarta yang butuh untuk seragam, saya ada di singaraja,apakah jeng Made nggak keberatan memberikan alamat tokonya??

  6. Mbak,,toko yg mbak maksud lokasinya dmn y?jd pengen kesana liat2,,sy tnggl di bali,,foto2 kain endeknya mbak dpt dr toko itu?

  7. Halo mbak.. Sy suka sekali tulisannya..sgt informatif.. Sy baru mulai menyukai motif2 batik ini..
    Kalau boleh tau alamat toko yg jual batiknya dmn ya mba? Trima kasih..🙂

  8. kmarin sy beli kain endek sama pedagang keliling yg masuk k kantor saya di bekasi,apkh betul kainya terbuat dari serat pohon pisang,trus klo di badan rasanya lembab gitu.ada juga yang tidak sobek jika tersangkut paku

    • Hi Mb Novi , setahu saya umumnya kain Endek di Bali berbahan benang katun ya Mbak . Kalau kain serat pisang yang saya tahu itu berbeda dengan kain Endek. Saya kebetulan masih menyimpan selembar kain Serat Pisang lama yang saya bawa dari Bali.. saya periksa kembali memang beda ya.. Tekstur & motifnya beda. Juga terasa agak lebih kasar di kulit ketimbang kain endek.
      Tapi saya ngga tahu persis apakah yang dibawa oleh pedagang keliling di Bekasi itu memang benar terbuat dari serat pisang atau tidak. Mungkin saja sih ada orang yang kreatif mengganti jenis benangnya dengan benang serat lain.

  9. saya sudah punya kain endeknya tapi masih bingung mau diapain… dibikin sarung apa baju… soalnya dipakenya dingin banget kaya di ruang AC

  10. Oh iya Ni Made Sri… kalo perawatannya gimana ya? nyucinya,,,, jemurnya gitu…hehehe
    soalnya saya beli kain tenun endek tertarik demonya…. disobek pakai peniti ga mau sobek, dibakan pakai rokok sekitar 30 detik ga bolong, terus dipelintir sampai kusut tapi setelah dikebut-kebutin langsung rapi lagi….. nah yg saya lupa nanya soal perawatannya…
    sebelumnya terima kasih atas jawabannya….

    • wah.. saya bingung deh dengernya, Mas..
      Kain apa itu ya? Kok bisa ajaib begitu, ngak sobek, nggak kebakar dan nggak kusut?
      Setahu saya kain Endek Bali sih biasa saja ya.. Kalau kena peniti ya pasti sobek. Apalagi disundut rokok.. pasti bolong..

  11. wah kain yg di beli oleh mas akhlifuzzaman itu sama persis sis dg kain yg sy beli,dingin,tdk sobek n tdk kusut.sy beli yg motif orang menari,orang sdng bersama kuda dan bunga2 gitu( motif satu helai) warna coklat

    • Halo Dek. Suksma sudah mampir. Maaf saya nggak menjual kain endek. Cuma senang melihat-lihat dan menuliskan trend terakhirnya di Bali. Setahu saya harganya kalau di Bali sih berkisar antara Rp 45 000 – Rp 125 000/m, tergantung dari kwalitas tenunan, design, kerapatan benang dan lain sebagainya. Kalau di Jakarta mungkin sudah lebih mahal karena kan perlu ditambahkan ongkos kirim + profit pedagang atas usahanya membawa ke Jakarta.

  12. Om swastiastu…selamat malam mbak….salam kenal nggih mbak made sri andani…tyang ongky saking denpasar….ring dija nggih numbas kain endek utk baju kerja..selain ring pasar klungkung/kertagosa…minab mbak made uning…suksma nggih..081353366445 nika no tyang…susksma

  13. selamat sore mba…. saya bisa minta info dimana saya bisa dapatkan kain endek yang berwarna hijau seperti di foto? saya asal bali jga…. mohon info nya ya mba untuk kakak saya yang berulang tahun…..

    terima kasih

  14. Svastyastu…mbo kain endek nya cantik sx, gimana cara pemesanan nya y mbo,sya tertarik dgn motif2 kain endek nya. Suksma😉

  15. mbak berapa harga endek yang gambar pertama yang warna coklat…n berapa no tlp mbk….untuk seragam kantor…

  16. salam kenal Mbok… iya tuh… kain endek di bali sudah menggeliat… di pasar kumbasari di denpasar, di lantai 2, ada toko yang juga jual dress/blus/kemeja (sudah jadi, bukan kain lembaran) dari endek.. trus ada juga yg bikin busana yg lebih cantik & fashionable dan bahkan dipamerkan dlm peragaan busana… yang juga banyak adl dipake sbg seragam kantor… pokoknya seneng deh endek sudah digemari banyak orang…

      • Hi, mbok Made, pasar Klungkung emang nya cuma ada satu ya? Kalau bisa persis dimana , dekat banjar apa, saya mau kesana! Saya sllu belanja dipsr jlSulawesi. Tapi motif nya sdh lama2. Persis nya alamat apa? Spy tak kll kll nyarinya. Endek tuh susah di padupadan dg bahan katun lain sih, krn luntur. Biasa saya unt buat dress atau blus (bukan un kemben ). Saya selalu beli yg uk 2M. Makasih bila info lbh detail. Tq

  17. Mas dan mbak, yang mau endek bali dengan motif terbaru bisa hub saya, bbm 287EC83F. suksma ya mbok made untuk tumpangan promosinya… mungkin temennya yang di Jakarta ada yang berminat.

  18. Z kainya bagus mbak……kebayakan kain endek motif seperti itu d produksi di desa troso kota jepara….biasanya kain tenun ikat endek yg di produksi di tempatq ini pemasokannya di kirim ke bali……

  19. kak mau tanya kalo motif kain endek yang digunakan untuk upacara agama namanya motif apa ya? Dan kalo motif endek yang untuk di pakai para bangsawan namanya motif apa?

    • bner bnget.. kmrn aq kena tipu..
      kain e adem. g bsa sobek pas ditusuk n ditarik pake jarum peniti..
      malahan bilangnya terbuat dari rumput laut.. makanya adem..
      gitu..

      g bsa kusut juga..

  20. Mbak Ni Made Sri Andani, bunda tertarik untuk memasukkan kain Endek Bali ini ke dalam postingan Bunda. Apakah boleh Bunda copas satu gambar kaain endek dari postingan Mbak Sri Andani? Ditunggu kabarnya. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s