Ikan Sapu-Sapu Yang Meloncat Di Permukaan Air Kali.

Standard

Ikan Sapu-Sapu Meloncat Di Permukaan Sungai.Ketika mengamat-amati tingkah laku burung-burung liar di pinggir kali di belakang rumah, pandangan saya terpaku pada ikan-ikan  yang naik dan turun di permukaan air sungai. Saya pikir itu ikan lele, karena warnanya hitam dan saya tidak bisa melihat bentuknya dengan lebih jelas. Gerakannya sangat lincah dan berulang-ulang kali,sehingga menimbulkan percikan, juga riak dan gelombang kecil pada permukaan sungai yang mengalir.  Jumlahnya sangat banyak. Silih berganti. Mirip pertunjukan akrobat. Saya lalu memberi tahu anak saya yang kecil akan kejadian itu. “Itu ikan sapu-sapu, Ma.” Kata anak saya dengan yakin. “Tahu dari mana? “ tanya saya. “Pernah lihat ada orang yang menangkap ikan yang meloncat-loncat  itu di sungai dekat lapangan basket. Kelihatan jelas bentuknya”. Jawab anak saya. Ooh.. bisa jadi sih.

Tapi mengapa ikan-ikan itu meloncat ke permukaan?” tanya anak saya.  Apa yang menyebabkannya? Wah..saya tidak tahu. Saya bukan ahli perikanan dan tidak memiliki pengetahuan yang memadai akan ‘fish behaviour’. Tapi sepengetahuan saya, ikan sapu-sapu adalah jenis ikan yang senang beraktifitas dan makan di dasar atau dinding sungai. Membersihkan lumut. Itulah sebabnya ia disebut dengan nama “sapu-sapu’, karena hobinya menyapu aquarium hingga bersih dari lumut. Kita jarang melihatnya dari permukaan air di alam.

Jika ikan-ikan itu tidak meloncat –loncat, tentu saya tidak akan bisa melihatnya dengan mudah di sungai. Ikan-ikan ini seolah sedang bercanda riang gembira, meloncat-loncat berjumpalitan dengan teman-temannya. Saya mencoba memikirkan jawaban atas pertanyaan anak saya itu. Tentu ada sebab, mengapa ikan-ikan itu berbuat begitu.

Ada dua kemungkinan. Pertama, mungkin ikan itu memang memiliki kebiasaan begitu. Kemungkinan yang langsung dibantah anak saya. Karena menurutnya di aquariun yang bersih dan terawat ikan sapu-sapu tidak memiliki kebiasaan seperti itu. Okelah…

Lalu kemungkinan yang kedua, bahwa  ikan itu sedang mencari sesuatu di permukaan. Yang pasti bukan makanan. Karena lumut makanannya tentu sudah tersedia di dinding atau dasar sungai. Bukan di permukaan air. Yang paling memungkinkan adalah oksigen. Saya menduga tingkah laku ikan ini mungkin ada kaitannya dengan rendahnya kadar oksigen yang terlarut dalam air sungai akibat pencemaran yang meningkat.  Sungai kecil  di belakang rumah saya memang kelihatan tidak jernih. Juga  banyak sampah yang terbawa dari hulunya. Walaupun tidak sekeruh Sungai Ciliwung yang membelah Jakarta dengan airnya yang hitam kecoklatan mirip kecap, namun tetap saja tidak bisa dikatakan bersih. Setidaknya jika saya disuruh menggunakan air sungai itu untuk mandi, tentu saya tidak mau.

Saya membayangkan hidup para ikan-ikan itu. Membayangkan betapa sulitnya hidup di lingkungan yang  kekurangan oksigen. Dan harus rajin-rajin menyedot udara jika tidak mau megap-megap kehilangan nafas. Kapankah kita manusia, yang notebene adalah mahluk yang lebih berakal budi – akan mulai membantu mengembalikan sungai kembali ke kondisi awalnya yang layak untuk mendukung segala bentuk kehidupan? Dan bukan justru menambah petaka bagi mahluk lain yang tidak berdosa?

Di dalam hati kecil saya tetap berharap, agar apa yang saya lihat dipertunjukan oleh ikan-ikan itu adalah tingkah laku yang normal belaka dari jenis ikan sapu-sapu. Dan bukan dalam rangka pencemaran tinggi maupun kekurangan oksigen..

18 responses »

  1. salut mbak bisa menangkap momen saat ikan ikan itu meloncat di permukaan air
    kalau bicara ttg lingkungan termasuk menjaga sungai itu rasanya tak kan ada habis habisnya ya mbak, misalnya budaya membuang sampah pada tempatnya belum begitu ada di sana

    • aku kebetulan sedang berdiri di pinggir sungai itu Mbak.. dan kebetulan juga sedang bawa kamera..jadi lumayan bisa tertangkap gambarnya sedikit.

      ya.. disini kesadaran akan kebersihan sungai dan sumber alam lainnya kelihatannya belum cukup memadai, Mbak Ely..

  2. bener mbak..kita harusnya giat menjaga lingkungan..bukannya itu harusnya jadi salah satu dari pembangunan?? aku dulu pernah nnton film Doraemon dgn episode ‘Hari membersihkan sungai’, dimana tiap tahunnya mereka ramai2 bersihin sungai. Kapan ya di indonesia bisa ky gitu? seenggaknya kita2 jgn buang sampah smbaranngan deh…atau naro saluran pmbuangan di sungai..kan kasian penghuni sungai

  3. jadi ingat kejadian saat tutup aquarium terpental gara gara ikan sapu2… bukan ikanya yang nabrak tutup aquarium tapi karena tangan saya yang bergerak spontan saat telapak tangan merasakan betapa kasarnya sisik ikan sapu2….

  4. Aku setuju dengan analisa Mbak Dani, pasti ada sesuatu pada air kali itu sehingga ikan sapu-sapu meloncat-loncat seperti ikan salmon menuju muara. Kalau bukan kekurangan oksigen, yah sesuatu yg mengganggu tubuh mereka..

  5. Apapun alasan ikan-ikan itu melompat dari air, tetapi kalau melihat air sungai yang terpolusi oleh sampah dan limbah koq rasanya prihatin ya Mbak. Kalau sungainya jernih pasti menyenangkan punya tempat piknik di belakang rumah yang langsung bisa memandang sungai yang jernih.

  6. Khas Jeng Dani, tak meloloskan amatan ikan kecil meloncat di permukaan kali juga tak menyisakan tanya melalui ketajaman analisa. Jadi indikator tingkat pencemaran ya Jeng. Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s