Liburan!. Mengajak Anak Bepergian.

Standard

bepergian dengan anakMusim liburan sekolah! Sebagian ada yang sudah mulai sejak pertengahan Juni, dan sebagian lagi ada yang baru mulai belakangan.  Kita para orangtua, tentu ada juga  yang ingin ikut mengambil cuti agar bisa menikmati waktu yang lebih optimal bersama anak-anak. Ada yang menghabiskan waktu di rumah, namun ada juga yang merencanakan  liburan di luar kota. Entah pulang kampung ataupun berwisata. Bagi pasangan yang pertama kalinya membawa anak-anak bepergian ke luar kota, tentu banyak persiapan yang harus dilakukan dan terasa merepotkan.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa saya sampaikan, barangkali  ada gunanya:

1.    Menetapkan Tujuan Berlibur.

Pilih beberapa tempat tujuan berlibur  yang kira-kira menarik dan sesuai budget untuk dinikmati bersama anak-anak, lalu tetapkan satu tujuan yang paling tepat. Diskusikan  dan libatkan anak dalam menetapkan tujuan wisata. Hal ini penting untuk mengurangi kerewelan anak selama di perjalanan, karena tempat  wisata yang dituju adalah pilihan atau atas persetujuan mereka juga. Dengan sendirinya jika ada sesuatu yang kurang menyenangkan terjadi selama liburan, anak-anak akan lebih bisa menerima, ketimbang jika tujuan wisata itu ditetapkan sendiri oleh orangtua.

2.    Ticket Dan Reservasi Hotel.

Bebeapa perjalanan bisa ditempuh lewat jalur darat, entah dengan kendaraan roda dua, roda empat atau kereta api, ada yang bisa ditempuh lewat jalur laut ataupun  udara.

  1. Terutama jika menggunakan pesawat udara, rencanakan perjalanan dan book ticket jauh-jauh hari sebelumnya untuk mendapatkan biaya yang termurah.  Book ticket secara on-line juga sangat praktis dilakukan. Jika beruntung, terkadang kita bisa mendapatkan ticket promo yang harganya sangat miring dibanding dengan harga ticket normalnya.
  2. Jika berencana menginap, carilah informasi mengenai lokasi serta rate hotel di sekitar area yang akan kita kunjungi. Melakukan reservasi /book secara online  juga seringkali membantu kita dalam mendapatkan rate hotel yang terbaik. Cek untuk setiap term & condition yang berlaku. Pastikan kamar yang kita book memungkinkan untuk membawa anak-anak/ boleh menggunakan kasur tambahan. Jika tidak hati-hati di depan, bisa membuat biaya penginapan kita membengkak.

3.    Persiapan Dan Perlengkapan Yang Dibawa.

Pelajari segala sesuatu tentang tempat yang akan kita tuju. Iklim, cuaca, temperature udara, peraturan yang berlaku, kebiasaan penduduk setempat, tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi/menarik bagi anak-anak – misalnya wahana permainan,  taman satwa, tempat berenang dan sebagainya.  Hal ini penting untuk memastikan kelancaran aktifitas bersama anak-anak di sana, jenis barang yang harus kita bawa dan memastikan efisiensi waktu.

  1. Jika perlu, book ticket untuk wahana permainan secara on-line, sehingga kita tidak perlu berlama-lama mengantri di loket pada saat berada di sana. Tinggal masuk saja. Prakis!.
  2. Informasikan kepada anak-anak dan suami, mengenai jadwal perjalanan dan rencana detailnya. Minta agar mereka ikut berpartisipasi untuk membuatnya menjadi menyenangkan.
  3. Siapkan semua keperluan yang akan dibawa. Usahakan sesedikit mungkin, seefisien dan sepraktis mungkin.
    1. Bawa pakaian secukupnya – kecuali untuk anak-anak, ada baiknya tambahkan masing-masing 1 stel untuk berjaga-jaga.
    2. Bawa perlengkapan obat standard yang penting-penting saja untuk berjaga-jaga jika anak jatuh sakit dalam perjalanan: Obat penurun demam, obat batuk dan obat tertentu jika anak mengidap penyakit tertentu. Misalnya obat anti allergy jika anak kebetulan pengidap allergy parah, dsb – jika perlu saja. Pastikan obat terkemas dalam keadaan baik agar tidak tumpah.
    3. Untuk mencegah kebosanan pada anak, bawa benda-benda kecil yang tidak terlalu berat misalnya: permen atau biscuit kecil (untuk mencegah kebosanan dan berjaga jika anak-anak merasa lapar sebelum kita sempat bertemu tempat makan yang menurut kita aman untuk anak-anak); sebuah mainan yang ringan,  buku, dsb.
    4.  Pastikan selalu untuk membawa tissue di dalam tas tangan kita. Sangat menolong saat anak-anak belepotan, ingusan dan sebagainya.
    5. Kamera saku jika ada, juga sangat penting untuk mengabadikan kenangan liburan bersama anak-anak.

4.    Dokumen Perjalanan.

Jika melakukan perjalanan ke luar negeri, persiapkan dokumen perjalanan yang diperlukan jauh-jauh hari  sebelumnya.  Tidak seperti yang dipersepsikan orang-orang jaman dulu, mengurus sendiri dokumen untuk anak-anak di Imigrasi, pada saat ini bukanlah pekerjaan yang sulit dilakukan. Pengalaman saya mengurus sendiri dokumen anak-anak di kantor Imigrasi di Tangerang sangatlah mudah dan transparant. Petugas imigrasi  mulai dari satpam, front office hingga officer-nya sangatlah ramah dan membantu, sepanjang kita memenuhi semua ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

5.    Tepat waktu di Bandara.

Bangunkan anak-anak lebih awal dari biasanya – jika perjalanan kebetulan menggunakan pesawat pagi. Dibutuhkan waktu yang tepat untuk tiba di bandara. Satu jam sebelum penerbangan local dan satu setengah jam sebelum penerbangan ke luar negeri. Kita juga perlu memperhitungkan kemacetan dalam perjalanan. Berangkat lebih awal tentu lebih baik. Demikian juga pada saat kepulangan. Usahakan agar selalu tepat waktu di bandara.

6.    Menjadi guide yang baik.

Tuntun anak-anak agar mendapatkan yang optimal dari setiap hal yang ia lihat, dengar dan alami di perjalanan. Misalnya jika kita mengunjungi candi Borobudur di Jawa Tengah, tentu sangat baik jika kita mempelajari dan mencari tahu terlebih dahulu tentang sejarah dan fakta-fakta seputar candi itu (tahun berapa dibuat, siapa yang membuat, apa gunanya, struktur bangunannya, fitur-fitur yang ada dan maknanya, dan sebagainya) sehingga kita bisa menjelaskan kepada anak-anak dengan baik. Jika kita kurang menguasai informasi tempat itu, ada baiknya juga berbincang-bincang dengan petugas atau penduduk local guna mendapatkan informai tambahan yang lebih baik. Demikian seterusnya untuk tempat-tempat yang lain.

7.      Jaga Kesehatan.

Betapapun menyenangkannya suasana liburan, orangtua perlu memastikan bahwa semua aktifitas yang dilakukan oleh anak-anak, tidak ada yang berlebihan yang menyebabkan anak menjadi terlalu kelelahan dan jatuh sakit. Selalu pastikan agar makanan yang dimakan selama perjalanan adalah makanan yang menunjang kesehatannya dengan baik. Anjurkan anak-anak untuk mengkonsumsi buah-buahan segar lebih banyak. Pastikan anak-anak beristirahat dengan cukup.

Demikian semoga membantu. Selamat berlibur!.

13 responses »

  1. Saya teringat dulu ketika kecil, ayah saya selalu mewajibkan anak2nya untuk buat cerita perjalanan, maunya saya ketika itu selesai jalan ya sudah tdk perlu repot nulis2 di buku. Ternyata maksud ayah saya baik sekali, kita jadi terbiasa menulis pengalaman perjalanan😉.

  2. iya, jaga kesehatan itu ayng paling utama ya. kalo mau liburan trus ada yang sakit (apalagi kalo anak yang sakit) pasti langsung runyam… amit2 dah jangan sampe…

  3. Menunggu cerita liburan sambil jalan-jalan dari keluarga mBok Ade ah ….
    Modal kesehatan selama jalan-jalan menjadi menyenangkan …..
    Rahajeng wengi.

  4. Entah jauh atau dekat, yang namanya liburan pasti menyenangkan.
    Yang kurang menyenangkan justru kondisi jalan yang rusak dan macetnya luar biasa.
    Tambah lagi pemakai jalan yang nggak tertib.
    Itulah sebabnya perencanaan dan tertib waktu harus disiapkan sejak dini.
    Selamat berlibur Mbak

  5. kalau saya mbak, selalu bawa 1 stel baju ganti untuk semua dalam hand bag, krn kita tidak tahu mungkin saja ketumpahan atau kopernya “hilang/nyasar”

    • O ya ya .. Bener juga. Saya juga suka bawa 1 stel baju ganti di handbag dengan alasan takut ketumpahan. Tapi nggak pernah kepikir itu kalau kopernya hilang…. padahal pernah lho saya ketuker koper di bandara..sampai seminggu baru barangnya bisa kembali he he..

  6. Saya termasuk orang yang tidak terlalu mempersiapkan liburan, mbak…mungkin karena anak saya cuman satu, biasanya persiapan liburan itu kita bikin agak dadakan, menyesuaikan dengan jadwal anak dan suami yang cepet banget berubahnya😉

  7. Sekarang aku sudah gak terlalu repot lagi kalau ngajak anak-anak jalan karena mereka sudah lebih besar. Bahkan beberapa perjalanan terakhir aku sudah mulai sengaja mengajarkan hal-hal yang “agak tidak enak” dalam perjalanan sehingga anak-anak tidak terbiasa manja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s