Taburan Sangrai Wijen Ala Jineng Bali.

Standard

Sangrai WijenWijen! Apa yang ada di pikiran kita jika melihat atau mendengar kata Wijen?  Kebanyakan mengatakan kepada saya jadi teringat pada kue Onde-Onde, yang bentuknya bulat isinya kacang ijo dan luarnya ditaburin wijen.  Ada juga yang teringat pada minyak wijen buat masak.  Tapi kalau saya sendiri malah teringat pada “Sambel Lenga” hasil ulekan ibu saya yang terbuat dari Wijen.

Wijen atau Sesami (Sesamum indicum),  dalamBahasa Bali disebut dengan Lenga (bacaannya dalam Bahasa Bali: Lenge –  e dibaca seperti kita membaca e pada kata dekat). Jadi Sambel Lenga dibaca Sambel Lenge. Tapi kali ini saya tidak membahas Sambel Lenga, karena dalam liburan ini saya akan membuat  Tabuhan Lenga Nyanyah yang sudah saya modifikasi dengan bahan-bahan yang  tersedia pada jaman sekarang (Tabuhan = Taburan, Nyanyah = sangrai ; Tabuhan Lenga Nyanyah = Taburan Sangrai Wijen) yang sangat nikmat dijadikan taburan nasi hangat.

Bahan bahannya : Lenga (biji wijen), garam, gula pasir, cabe kering, rumput laut kering, bawang merah, bawang putih .

Cara membuatnya sangat mudah:

1/. Sangrai Wijen hingga wangi dan warnanya kuning kecoklatan.

2/.  Iris bawang merah & bawang putih lalu goreng. Bisa juga gunakan bawang goreng yang siap pakai – bisa dibeli di Supermarket terdekat. Gerus bawang goreng hingga menjadi bubuk kasar.

3/.  Goreng cabe kering, lalu gerus kasar. Bisa juga gunakan bubuk cabe kering yang sudah jadi. * untuk anak-anak, bahan cabe kering bisa dikurangi atau ditiadakan.

4/. Goreng atau sangrai lembaran rumput laut kering – lalu gerus hingga menjadi serpihan-serpihan kecil yang kasar

5/. Campur  wijen yang telah disangrai dengan bubuk kasar bawang merah/putih goreng, bubuk cabe kering, bubuk rumput laut, gula dan garam secukupnya.  Aduk-aduk hingga rata.

6/. Gunakan sebagai bahan taburan. Paling enak kalau ditaburkan diatas nasi panas yang baru matang.

Anak-anak dan keluarga pasti senang.

10 responses »

  1. Cita rasa gurih, pedas, manis berpadu ya Jeng plus nasi hangat pula. Di Bali pernah disuguhi brambang goreng berbumbu agak pedas, lezatnya…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s