Animal Behaviour: Tarian Kasmaran Si Burung Kipasan.

Standard

FANTAIL LOVE DANCE.

Burung Kipasan 6

Jatuh cinta! Setiap orang tentu pernah mengalaminya.  Seperti kata Titiek Puspa; Berjuta rasanya.  Setiap saat teringat akan si dia. Senyumnya, tawanya, tatapan matanya. Membuat dunia terasa lebih indah dari biasanya. Membuat dunia lebih wangi dari biasanya. Membuat dunia lebih berwarna dari biasanya. Semua karena Si Dia.  Rasanya, apapun bersedia kita lakukan untuk menyenangkan hatinya.

Rupanya perkara jatuh cinta ini tidak hanya melanda manusia saja. Burung pun mengalami hal yang sama.  Setidaknya itulah yang sempat saya amati pada suatu sore minggu yang lalu, terjadi  pada sepasang Burung Kipasan.  Saat itu saya baru saja membuka pintu pagar halaman belakang saya, berjingkat sedikit ke belakang dan melongokan kepala  lewat tembok perumahan.  Memandang lurus ke arah tembok di seberang sungai dimana ada beton penyangga dinding kali yang lama yang sekarang ditumbuhi rerumputan. Di dekatnya ada sebatang pohon yang belumterlalu besar.  Saya benar-benar terpana. Seekor burung Kipasan jantan tampak sedang  menari untuk menarik perhatian pasangannya. Sementara pasangannya bertengger di dahan pohon itu memandang pasangannya menari dengan penuh semangat.  Benar-benar real “Love Dance”. Sayapun berdiri kaku menahan keinginan saya untuk bergerak. Khawatir burung itu merasa terganggu dan terbang.

Sayang sekali saya tidak kepikiran untuk memvideokan tarian burung itu. Syukurnya walaupun jaraknya agak jauh, saya masih sempat memotret gerakan burung itu yang benar-benar seru dan kocak.

Nah bagi para penari…barangkali ada yang mau belajar  “Love Dance” ala Si Fantail ini ? Atau barangkali mau memanfaatkan tariannya untuk ide koreografi?

Kurang lebih begini : (anggap saja panggungnya adalah lintasan beton yang panjang , dan posisi saya berdiri adalah  penonton di depan panggung).

1. Hadap ke belakang, angkat kedua sayap, angkat  ekor setinggi-tingginya dan buka lebar-lebar. Kepala ditundukkan dan ekor diangkat dan posisi ekor ke depan panggung  (penonton hanya melihat bagian belakang ekor).

2. Dua langkah ke kanan,  sayap dan ekor tetap diangkat. Posisi masih agak ke depan.

3. Dua langkah ke kanan, sayap diturunkan, ekor setengah terangkat, posisi ekor di belakang.

4. Hadap ke depan.Sayap diturunkan. Ekor melebar di belakang, posisi rendah.

5. Kaki kanan ke depan agak miring,  muka miring ke depan kanan,  ekor ke kiri samping posisi rendah.

6. Kaki kiri ke depan. Wajah ke samping kiri agak  ke depan.

7.  Lompat maju kanan dua langkah. Ekor tetap di posisi rendah

8. Lompat maju selangkah ke kanan. Ekor ditegakkan.

9.  Lompat maju kanan selangkah lagi, ekor diturunkan.

10. Balik wajah ke belakang, ekor dilebarkan, posisi ekor  rendah menghadap penonton.

11. Angkat ekor tinggi-tinggi dan lebar-lebar ke penonton. Ekor digoyang.

12.  Ekor miring ke kanan depan,posisi diturunkan.

13.  Hadap kiri. Lompat  maju dua langkah ke kiri. sayap dan ekor di posisi  tengah.

14. Wajah ke belakang miring. Kaki kanan maju selangkah. Ekor dinaikan setengah dan dikibaskan.

15.  Wajah ke belakang full, ekor diangkat tinggi tinggi menghadap penonton. Goyangkan ekor.

16.  Tubuh direndahkan, badan dan ekor ikut diturunkan.

17. Hadap ke kiri. Maju dua langkah ke kiri.  Ekor posisi agak rendah.

18.  Maju  dua langkah lagi ke kiri. Ekor agak ditegakkan.

19. Hadap ke depan full.  Rundukkan kepala, hormat pada penonton, sambil ekor ditegakkan di belakang.

20. Hap ! Loncat sambil berputar 180º. Hadap ke belakang, hormat penonton dengan ekor tegak ke depan.

21. Hadap ke samping kiri.  Maju selangkah . Ekor diluruskan.

22. Kaki kanan ke depan, wajah dimiringkan. Sayap turun, ekor masih lurus

23. Hadap full ke depan , ekor diturunkan.

24. Maju ke kiri dua langkah.

24. Hadap ke belakang – ekor masih lurus.

25. Hadapke kanan,  maju dua langkah

26. Loncat sambil berputar 90º. wajah ke depan. Sayap diangkat ke atas punggung.

27. Hadap ke depan, sayap diturunkan, ekor diangkat.

28.  Kedua kaki sejajar. Bentangkan. Tundukkan kepala, hormat pada penonton.  Ekor diangkat. Goyangkan ekor.

29. Loncat ke kiri. Hap! Posisi kepala masih menunduk. Ekor ditegakkan tapi kuncup.

30. Loncat ke kanan. Hap! Posisi kepala masih menunduk. Ekor ditegakkan tapi kuncup.

31. Balik badan ke belakang sambil meloncat. Hap!.

dam seterusnya…. Masih panjang sekali gerakannya.  Seru ya? Tak terbayang deh bahagianya hati si burung betina menonton kekasih hatinya bergoyang ekor.

Saya berdiri dengan nafas tertahan selama beberapa saat, hingga akhirnya burung betinanya terbang.   Mungkin ia melihat saya yang sedang memotret.  Maka burung Kipasan jantan itupun berhenti menari dan ikut terbang bersamanya. Yahh..saya sudahmenjadi tukang pengganggu.

Saya benar-benar menyukai burung ini.  Goyang ekornya sangat seru dan sangat indah.  Mungkin akan lebih seru lagi jika diiringi musik. Shake! … Shake!…. Shake the booty!.

Di bawah adalah sebagian dari photo gerakan “Love Dance” nya Si Burung Kipasan.

11 responses »

    • Rumahku ya rumah kecil di perumahan biasa Mbak Fitri. Kebetulan saja, di belakang tembok rumahku itu ada tembok perumahan yang di belakangnya ada kal kecil yang cuma melimpah airnya saat musim hujan.

  1. Saya bingung, gimana caranya Mb Dani mencatat gerakan burung ini.
    Apa semua nya diingat luar hepala ?
    Padahal kan direkam bukan dngan video ?

    • Nggaklah. Otak saya nggak sebaik itu ingatannya Pak Ded.

      Kebiasaan saya kalau memotret hewan yang bergerak (spt burung,kupu-kupu, dsb), saya membidiknya berulang-ulang dengan cepat spt pake senapan otomatis /machine gun itu pak Ded he he…..agak dodol caranya ya Pak..

      Saya hanya pastikan settingannya di depan, setelah itu saya hanya fokus memanfaatkan moment yang cuma beberapa detik itu untuk menangkap gerakan hewannya. Jadi untuk moment burung kipasan yang sdg menari ini misalnya, saya punya puluhan fotonya. Karena saya membidiknya setiap detik sekali bahkan kurang (mungkin 0,5 – 0,75 detik/gambar). Kalau saya memotretnya dalam waktu 1 menit, ya saya mungkin punya 60 – 120 buah gambar (rata-rata 80 gambar/menit).. Nanti tinggal saya buang yang tidak saya sukai. Nah dari foto-foto itulah saya tahu setiap gerakan yang ia lakukan dari detik ke detik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s