Kualanamu International Airport, Bandara Baru Medan.

Standard

Kualanamu International AirportWow! Akhirnya tiba juga  saya di Kualanamu. Banyak yang bertanya, dimanakah itu Kualanamu?  Sepintas lalau kedengarannya seperti berada di negara seberang. Padahal tempat itu berada di negara kita sendiri. Yakni di Kabupaten Deli Serdang, kurang lebih sekitar 1.5 jam perjalanan dari Medan.

Bagi yang belum tahu, Kualanamu International Airport  adalah bandara baru kota Medan menggantikan bandara lama Polonia yang sudah sangat sesak karena ukurannya yang kekecilan dan letaknya di tengah kota.  Saya ingat beberapa kali datang ke Medan lewat Polonia, selalu mendapatkan bandara itu terlalu kecil untuk menampung jumlah penduduk yang bergerak melalui  pelabuhan itu. Bahkan terkadang hanya untuk mencari tempat istirahat dan duduk saja terasa agak susah. padahal kita semua tahu bahwa Medan adalah kota ketiga terbesar di Indonesia, setelah Jakarta dan Surabaya. Suadah selayaknya memiliki bandara International yang besar.

Sebelumnya saya sudah mendengar bahwa bandara international baru ini dioperasikan sejak Juli yang lalu, namun baru kali ini saya memiliki kesempatan menginjakkan kaki saya di sana.  Tentu saja saya merasa sangat senang.  Karena penasaran ingin tahu seperti apa sih bandara terbesar ke dua  di Indonesia setelah Soekarna-Hatta di Cengkareng itu?

Pukul setengah dua belas malam, pesawat yang saya tumpangi merapat di Kualanamu. Sayang malam gelap dan hujan. Saya hanya bisa memandang  titik titik hujan dari jendela di lorong selepas garbarata.   Tidak bisa melihat-lihat ke arah luar. Di dalam sendiri, kelihatannya bandaranya sangat sepi. Mungkin karena sudah tengah malam. Lengang sekali. Seorang tukang taxi menghampiri, menawarkan jasa. Saya menggelengkan kepala dan memilih untuk menghubungi counter transportasi yang resmi.

Untunglah besoknya saat akan kembalike Jakarta,  saya tiba kembali di bandara itu saat hari masih terang dengan diantarkan oleh seorang teman. Komentar pertama saya tentang bandara ini adalah Bagus! Berdiri di atas lahan yang di kiri kananya dipenuhi kelapa sawit.  Saya pikir mungkin dulunya adalah kebun kelapa sawit. Bandara ini memiliki design yang sangat bagus. Ketika saya melihatnya dari kejauhan, ia terlihat seperti lukisan dengan latar belakang langit yang biru dan sedikit berawan. Ada main hall dengan sayap di kiri kanannya yang membuatnya terlihat sangat cantik.

Ruang -ruang tunggunya terlihat sangat cantik dilapis karpet, dengan bangku-bangku yang banyak untuk menambah kenyamanan calon penumpang. Duduk di situ sambil melepaskan pandangan ke luar jendela yang lebar menyaksikan pesawat berlalu lalang , serasa sedang berada di bandara negara-negara maju.

Selain cantik, bandara ini sangat besar dan luas. Memiliki landasan yang panjang  dan tentu saja bisa digunakan untuk mendarat bagi pesawat-pesawat besar seperti Boeing 747 atau Airbus A380.

Juga dilengkapi port untuk Kereta Api. Alasannya adalah karena bandara ini terus terang sangat jauh dari kota Medan. Saya menempuh perjalanan lebih dari sejam dari bandara ke tengah kota Medan dengan taxi. Mungkin akan lebih cepat jika saya tempuh dengan kereta.  Sayang saya belum sempat mencobanya. Taxi cukup mudah didapatkan.

Di dalam sendiri, beberapa outlets dan restaurant  sudah terlihat buka, lumayan bagi para calon penumpang untuk mengisi waktu sambil menunggu jadwalpenerbangan.  Saat saya dan teman saya melihat-lihat dan memotret  di sekitar, seorang karyawan dan temannya  yang sedang bekerja membersihkan bandara melihat kami dan berkomentar kalau merekapun ingin difoto juga.”Bu! Jangan hanya bandaranya saja dong! Kita juga mau difoto” katanya. Saya tertawa dan dengan  senang hati memenuhi permintaannya.  Saya  membdidikkan kamera saya ke arah mereka.  Ia menyebut namanya Arif dan temannya Amirhan. Mereka bangga dengan airportnya yang baru. Tentu saja!. Jangankan mereka, sayapun merasa sangat bangga karenanya. Akhirnya punya bandara yang tak kalah indah dan besarnya dengan bandara-bandara di negeri orang.

Semoga airport baru ini membawa keceriaan baik bagi penumpang maupun karyawan yang bekerja di dalamnya.

11 responses »

  1. Benar Mb Dani, Bandara nya bagus dan kereen, saya sudah mencoba sekitar dua minggu yang lalu, ketika transit menuju Banda Aceh.
    Tapi sayang (saat itu) urinoir di toilet pria sudah ada yang rusak (tapi belum diperbaiki)😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s