Markisa, Buah Dari Pinggir Kali.

Standard

MarkisaDi pinggir kali,  banyak hal yang menarik hati saya.  Setelah sebelumnya saya menulis tentang Oyong, sayuran dari pinggir kali, berikutnya saya mau bercerita mengenai Markisa, buah yang  tumbuh merambat di belakang rumah saya.

Pohon markisa ini, terus terang saya tidak tahu siapa yang menanamnya. Tapi ia tumbuh di belakang halaman rumah saya. Seperti biasanya, tanaman ini tidak ada yang merawat tapi tumbuh subur. Menjalar di dinding hingga memanjat ke pohon mangga tetangga.

Markisa atau yang disebut juga dengan nama Passion fruit (Passiflora edulis), merupakan tanaman yang banyak kita temukan di darah daerah tertentu,  misalnya di Medan, Sulawesi  atau di Bali. Buahnya  yang matang ada yang kuning, dan ada juga yang ungu. Saya pikir yang tumbuh di belakang rumah adalah jenis yang ungu.  Saat ini belum ada buahnya yang matang dan bisa dimakan, tapi sudah banyak yang bermunculan dan bergelantungan. Bulat-bulat berwarna hijau.  Di Medan & Sulawesi kita tahu kalau buah ini dikebunkan secara komersial untuk dijadikan syrop.  Saya selalu membeli syrop ini tiap kali saya ke Medan. Hm..syrop markisa saya paling suka.

Kalau di Bali, biasanya hanya dijual sebagai buah-buahan biasa saja. Banyak kita temukan di daerah Kintamani. Namun anehnya di Bali kok disebut dengan nama buah Anggur ya?  Anggur besar – karena anggur yang kecilpun disebut dengan anggur juga.  Saya coba mengira-ngira sendiri, darimana  ya asal muasal  nama Anggur ini. Mungkin karena warnanya sama-sama ungu? Tapi di Bali banyak juga yang berwarna kuning.  Jadi tidak ada hubungannya dengan warna. Atau barangkali karena tanaman ini merambat seperti anggur? Entahlah. Saya tidak tahu persis, tapi mungkin saja dari sana asal muasalnya.

Yang menarik dari tanaman ini adalah selain buahnya yang matang  memang sangat menggiurkan, bunganya juga sangat cantik. Bundar seperti cakram yang tersusun dari 10  lembar kelopak bunga berwarna putih , lalu dilapisi dengan mahkota benang-benang  yang panjang berwarna ungu tua bergradasi ke putih ke arah luar. Bentuknya bergelombang dan keriting pada ujungnya, dan jumlahnya banyak menghampar di atas kelopak bunganya.  Lalu putiknya yang berwarna hijau kekuningan, dengan tangkai putik yang agak besar, memiliki tangkai sari dan sari yang terlihat seperti antena alien.  Lucu juga tampangnya.  Saya sangat suka melihatnya.

Buah bulat sebesar telor ayam dan membesar menjadi sebesar telor angsa. Warnanya mulai dari hijau lalu bergerak ke ungu atau ke arah kuning dan jingga. Jika kita belah,di dalamnya terdapat biji-biji yang banyak mirip kecebong di dalam cairannya  yang berwarna kuning. Wanginya sangat menggiurkan. Rasanya sangat manis.

Daunnya berwarna hijau segar lebar-lebar dengan tiga bagian yang membentuk trisula. batangnya merambat.

 

15 responses »

  1. Di daerah saya disebutnya buah Siuh, dulu saya pernah posting juga tentang buah ini. Ada tumbuh di halaman, memang rasanya segar jika sudah matang & berwarna ungu.
    Disini biasanya hanya dimakan begitu saja, dengan cara membelah buahnya menjadi dua. Trus disedot deh isinya, slrpppp …

  2. di penjual tanaman harganya cukup mahal, pohon yg sudah berbunga tinggi kira2 setengah meter harganya 3 ratus, dijual sbg tanaman hias, pasti karena bunganya cantik

  3. saya tahu bunga markisa justru wkt jalan-jalan di kebun binatang Jepang, dan tertulis. Waaah malu aku😀
    Satu lagi mbakk, kalau disebut anggur, selain sulurnya mungkin krn biji dalam markisa itu banyak spt anggur yang bertumpuk ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s