Melatih Tangan Kiri.

Standard

tangan kanan dan kiriPernah satu kali saya sedang berjalan-jalan pagi di sekitar perumahan. Dan seperti biasanya, karena saya suka melihat-lihat kali, maka sayapun tidak melewatkan jalan setapak di pinggiran kali yang  bisa tembus ke jalan besar di Pos Satpam di gerbang depan.  Diujung jalan setapak itu ada semacam pintu keluar berkerangka besi yang tembus ke jalan besar. Masalahnya adalah posisi jalan besar berada sekitar 1 meter di atas jalan setapak itu. Jadi, jika saya mau keluar ke jalan besar  dari arah jalan setapak, maka saya harus meloncat naik . Sebaliknya jika saya berada di jalan besar dan ingin ke jalan setapak itu, maka saya harus meloncat turun.

Saya tidak terlalu berkeberatan untuk melakukan itu karena saya bisa berpegangan pada tiang besi pintu pagar. Masalahnya hanya satu, yaitu tiang besi pagar yang bisa saya jadikan pegangan saat meloncat ada di sebelah kiri saya. Idealnya, agar bisa meloncat dengan mudah ke arah depan, saya harus menggunakan tangan kiri saya untuk memegang tiang besi itu. Tapi kemudian saya menyadari betapa lemahnya tangan kiri saya. Saya tidak yakin bisa mengandalkannya untuk menopang berat badan saya yang bergerak meloncat naik. Oleh karenanya sayapun memiringkan badan saya sedikit dan menggunakan tangan kanan saya untuk membantu memegang  tiang lalu meloncat hap!. Horeee!! Berhasil. Berhasil.

Setelah sedemikian sering meloncat di sana, entah kenapa saya jadi kepikiran akan tangan kiri saya. Mengapa ia lebih lemah dibandingkan dengan tangan kanan saya? Saya pikir jawabannya adalah karena saya jarang menggunakannya. Saya jarang melatihnya, sehingga ia tidak terbiasa dengan tugas yang berat-berat. Mengambil barang dengan tangan kanan, bersalaman dengan tangan kanan, makan dengan tangan kanan, menulis dengan tangan kanan, menunjuk dengan tangan kanan dan seterusnya. Lalu apa tugasnya si Tangan Kiri?

Tangan kiri adalah tangan cadangan utuk membantu si tangan kanan. Saya belum pernah menggunakannya setara dengan tangan kanan. Bahkan jika untuk mengetik di komputer, bilanglah jika tangan saya telah bergerak 7 x, mungkin tangan kiri saya hanya bergerak sebanyak 3 x. Demikian juga jika mau mengambil makanan. Tangan kiri saya bertugas untuk memegang piring, tapi kegiatan menyendok nasi, sayur dan lauk pauk lainya dilakukan oleh tangan kanan saya.  Jadi jauh lebih pasif dibandingkan dengan tangan kanan saya yag sangat aktif. Tidak heranlah ia menjadi lebih lemah dibandingkan yang kanan. Latihan akan membantu tangan kita mejadi lebih kuat. Jika tidak dilatih, maka ia akan melemah.

Jika saat ini kita memiliki tangan kanan yang sangat terlatih, tetu akan sangat mudah bagi kita untuk menggunakannya. Namun memperkuat tangan kiri yag lemah akibat kurang terlatih tentu akan memberikan kita kemudahan hidup yang banyak. Dan saya pikir itu tentu berlaku untuk apa saja.

Jika umpanya kita terlahir dari sononya memang sudah hebat pada suatu bidang tertentu – misalnya memiliki suara emas, atau memiliki bakat membujuk orang lain dan sebagainya, tentu mudah bagi kita untuk menggunakan bakat itu dan menggantungkan hidup kita pada bakat kita itu.  Karena dasarnya memang sudah berbakat, hanya dengan sedikit saja berlatih, tentu sudah jadi. Beda halnya dengan bidang dimana kita tidak memiliki bakat lahir. Kita perlu berusaha lebih keras  agar bisa menguasainya dengan baik.

Banyak orang yang memiliki bakat yang kuat di bidang A namun lemah di bidang B.  Itu umum. Kita cenderung melakukan hal yang lebih mudah buat kita saja terlebih  dulu. Dan itu wajar. Namun seringkali kita juga terlalu malas untuk berikutnya berlatih melakukan hal yang lebih sulit kita lakukan. Mandek sampai di situ saja.

Namun jika saja kita mau melatih bagian-bagian lain di dalam diri kita dimana kita memiliki kelemahan, tentu akan sangat membantu kita menjadi lebih efektif lagi. Misalnya jika kita memiliki bakat kuat di bidang A, lemah di bidang B, namun kita terus berusaha melatih kemampuan kita dibidang B juga, tentu sekarang setidaknya kita tetap memiliki kemampuan yang baik di bidang A dan lumayan baik di bidang B. Kemampuan yang cukup berimbang di beberapa bidang membuat hidup kita mejadi lebih mudah. Tak selamanya tangan kiri harus selalu jauh lebih lemah dibanding tangan kanan.

Sekarang saya merasa semakin perlu meningkatkan pemahaman saya di beberapa bidang yang saya merasa masih lemah…

 

23 responses »

  1. bener mbak. saya percaya kemampuan manusia itu nyaris gak terbatas. sehari2 manusia hanya menggunakan rata2 5% kemapuan otak, sementara orang seperti einstein bisa sampai 10%. masih banyak yang bisa kita pelajari dan kembangkan.🙂

  2. Kayaknya, “nggak bisa dengan tangan kiri” semacam sugesti. Saya bukan kidal, namun kalau main futsal selalu latihan nendang dengan bagian kiri kaki dan gak ada masalah😀

    Salam

  3. Aku dominasi tangan kanan, tapi otak yg paling aktif kiri, Mbak Dani. Konon kalau kita rajin melatih tangan kiri bermanfaat juga untuk mengaktifkan sel otak kanan. Teorinya aku sudah tahu tapi belum pernah melaksanakan🙂

  4. pernah coba latihan nulis pakai tangan kiri tapi susahnya minta ampun mb..hihi…pernah juga kalau ngapa2in dua tangan aku kasih porsi 50;50 dalam melakukan pekerjaan tapi butuh konsntrasi tinggi untuk itu.
    salam kenal dari Jogja mb🙂

  5. Dan pada akhirnya tangan kanan lebih mulya dibandingkan dengan tangan kiri.

    Coba saja menerima pemberian orang dengan tangan kiri, pasti dirasa kurang sopan.

    Namun pada dasarnya tuhan memberikan tangan untuk kita agar dapat bekerja sama.

    Tangan kanan ada dan tangan kiri tidak ada (cacat) juga tidak akan sempurna.

    Thank you mas sudah berbagi.

    Salam dari Jember.

  6. Mungkin tangan kanannya nggak pernah ngajak2 sama si tangan kiri🙂 Mempelajari hal lain yg baru pasti menghadapi tantangan yang baru pula dan kebanyakan kita males bertemu dengan tantangan yang baru, lebih nyaman ketemu tantangan yang sering bisa kita kalahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s