Balanced Life – Menyeimbangkan Kesibukan Dengan Kegiatan Yang Menyenangkan.

Standard

Hidup bukan saja memberi kebahagiaan dan prospek yang mencerahkan, namun juga meninggalkan kepenatan tersendiri yang terkadang terasa mengganggu.  Terutama jika kita tinggal di kota besar macam Jakarta yang serba terburu-buru dikejar waktu. Selain berusaha menyeimbangkan duniamaterialdengan spiritual,mengisi waktu yang tersisa dengan kegiatan yang menyenangkan, tentunya sangat berguna untuk membantu mere-charge kembali energy yang menguap diserap oleh aktifitas  sehari-hari, sehingga tercipta keseimbangan yang baik dan menyenangkan.

Setiap orang tentu memiliki caranya sendiri untuk menyeimbangkan kehidupannya.  Di bawah  ini adalah beberapa hal yang paling sering saya lakukan untuk menyeimbangkan kehidupan saya agar tak terlalu penat setelah 5/7 hari kerja penuh di luar rumah.

 1/.  Bermain dengan anak -anak.

Menemani anakOrang bilang, anak adalah obat penawar segala duka. Saya sangat setuju dengan itu. Betapapun lelahnya ataupun penatnya hati karena beban pekerjaan dari kantor, begitu bertemu anak-anak, entah kenapa tiba-tiba jadi hilang. Tidak ada sedikitpun rasa cape lagi.   Itu saya rasakan sendiri.  Anak-anak sepertinya membawa keajaiban dan membawa energy penyembuhan yang luar biasa. Walaupun sekarang ketika mereka mulai bertambah besar,dan mulai lebih sering memilih bermain bersama teman-temannya, namun tetap saya manfaatkan waktu yang cuma sedikit itu untuk bersama mereka.

Saya  sangat senang bermain-main dengan anak saya. Senang mendengar celotehnya yang lucu-lucu. Senang melihat matanya yang berbinar ketika menceritakan sesuatu yang menarik yang dialaminya hari itu. Senang menemaninya membuat mainan atau prakarya.Menyanyi bersama, menari bersama, menemaninya belajar, berlari atau sesekali ikut bermain petak umpet. Senang ikut bermain-main dengannya.

2/. Menulis alias Ngeblog.

BlogMenulis di blog! Adalah hal yang sangat menyenangkan buat saya. Karena saya bisa bercerita tentang hal-hal umum yang menarik perhatian saya.   Tentang burung-burung, tentang bunga, tentang kucing, tentang masakan, lukisan dan lain sebagainya. Intinya tentang hal-hal ringan sehari-hari  yang saya sukai. Walaupun, ada beberapa orang teman yang menyarankan saya menulis blog khusus tentang marketing “Tulislah sesuatu tentang  dunia pemasaran. Tentang marketing praktis, kek. Atau tentang brand” bujuk seorang teman. Ia bilang akan semakin rajin menengok blog saya jika saya bersedia menulis  lebih banyak lagi tentang dunia pemasaran yang merupakan pekerjaan saya sehari-hari. Sebenarnya saya ada juga menulis tentang pemasaran, tapi memang tidak banyak.  Dan hanya berkisar pada cerita-cerita pemasaran yang ringan dan umum saja. Teman saya tidak puas . “Kurang banyak itu” katanya. Saya hanya tersenyum.

Sejak awal sebenarnya saya memang tak punya niat untuk menjadikan blog ini spesifik hanya memuat topik tertentu. Entah itu Blog Marketing, Blog Ibu Rumah Tangga, Blog tentang Hewan, dsb – apapun itu. Alasannya adalah karena salah satu tujuan saya menulis di blog  adalah untuk menyeimbangkan kehidupan saya dari penatnya kehidupan pekerjaan. Bukan untuk mengulang hal yang sama dengan yang di pekerjaan.

Bayangkan, setidaknya 10 jam -kadang lebih – telah saya habiskan untuk berkutat urusan pekerjaan setiap hari (kecuali hari libur).  Sementara satu hari hanya terdiri dari 24 jam. Tidak pernah lebih dan tidak pernah kurang.  Setelah dikurangi tidur 8 jam, travelling 2 jam, makan-mandi dsb = 1 jam , jadinya yang tersisa hanya sekitar 2-5 jam. Jadi sebaiknya saya pakai untuk urusan domestik saja(ngurus anak dan rumah tangga serta bersenang-senang – termasuk ngeblog).  Jadi buat saya memang sudah tidak ada menariknya untuk berbicara atau menulis lagi tentang dunia marketing, terlebih tentang strategy marketing. Karena alasan tadi. Selain untuk menghormati dan menjaga privacy perusahaan tempat saya bekerja. Nah..yang paling aman, adalah hanya menulis tentang hal-hal di luar pekerjaan.

3/. Melihat-lihat tanaman.

gardenSaya sangat menyukai tanaman. Terutama tanaman hias yang berbunga. Mengamati bagaimana tanaman tumbuh, besar, berbunga dan atau berbuah, kemudian menua, layu dan mati – mengingatkan saya berkali-kali akan cyclus kehidupan. Siklus yang sudah pasti harus dijalani oleh setiap mahluk hidup, termasuk diri saya sendiri.  Mau tidak mau, suka tidak suka, hukum kehidupan di alam semesta ini pasti akan menghampiri kita.

Melihat bungan-bungaan selalu membuat saya merasa bahagia. Bunga memberikan kesenangan yang bisa kita dapatkan dari warna-warninya yang menawan, dari  bentuknya yang rupawan dan dari wanginya yang  beragam. Bunga juga memungkinkan saya untuk mengenal berjenis-jenis kupu-kupu – keindahan alam yang diberikan gratis kepada kita. Kesukaan terhadap tanaman dan bunga ini saya wariskan dari ayah saya.  Bapak saya selalu menyuruh saya membantu merawat tanaman di halaman rumah ketika kecil. Menyapu halaman,menyiram, mencabut rumput liar, memecah anakan dan menanam ulang, memberi pupuk, dan sebagainya.  Saya menyukai tugas itu.  Oleh sebab itu, adik-adik saya sering bercanda memanggil saya  Si “Penyakap” alias si Tukang Kebun (Penyakap = tukang kebun, orang yang merawat kebun, ladang atau sawah, atau taman).

4/. Blusukan Ke Kampung atau Ke Pinggir Kali. 

Kegiatan lain yang juga cukup sering saya Blusukan pinngirkalilakukan adalah blusukan ke kampung, ke sawah atau  ke pinggir kali. Ini tidak ada urusannya dengan blusukannya Pak Jokowi sih. Soalnya kalau Pak Jokowi kan blusukannya untuk kepentingan orang banyak. Nah, ini saya blusukan utuk kepentingan saya sendiri.

Saya suka bermain-main ke sawah, ke  kampung-kampung, ke ladang, ke semak-semak, kesungai dan sebagainya karena saya sangat menyukai alam. Saya selalu terkagum-kagum melihat  kupu-kupu yang beterbangan lincah ke sana kemari dengan sayapnya yang indah berwarna warni. Senang mengendap-endap di balik semak untuk melihat berbagai jenis belalang, kumbang dan kepik.Atau mengamat-amati burung-burung pipit yang bercericit di sawah.  Atau melihat bunga-bunga liar yang mekar tanpa ada yang memperdulikannya. Sekarang, walaupun saya tinggal di kota besar, tetap saja saya tak bisa menghilangkan kesenangan saya untuk pergi blusukan guna menikmati alam.

Walaupun airnya tidak jernih, malah kadang-kadang banyak sampah,  tapi buat saya kali ini menyedot perhatian saya lebih kuat dari mall maupun tempat hiburan manapun yang ada di Jakarta. Setidaknya, kali dan tepiannya yang hijau oleh pepohonan, memberi saya lebih banyak oksigen untuk ditukar dengan karbon dioksida yang menumpuk di dalam tubuh saya. Kali itu juga mendemostrasikan dengan baik keanekaragaman hayati yang dimilikinya.

5/. Menggambar.

MenggambarKetika banyak orang tidak mau menggambar karena merasa dirinya kurang berbakat, saya menggambar dan tetap menggambar. Di media apapunyang sedang tersedia.Dikertas atau di kanvas. Dengan pensil, crayon, cat air,vcat minyak ataupun acrylic. Bukan karena saya merasa diri saya berbakat menggambar, tapi lebih karena saya suka melakukannya. Sayatidak terlalu perduli apakah saya berbakat apa tidak. Buat saya menggambar adalah salah satu cara mengekspresikan diri,pikiran dan perasaan kita.  Saya menggambar hal-hal yang saya sukai saja. Karena tidak ada point-ya mengambar hal yang bahkan kita sendiripun kurang menyukainya.

Masih ada beberapa kegiatan lain lagi yang juga saya sukai . Cukup  banyak jumlah dan jenisnya untuk menyeimbangkan kehidupan saya.

Bagaimana dengan teman-teman? Kegiatan apa yang dilakukan untuk menyeimbangkan diri dari rutinitas  kesibukan sehari-hari?

47 responses »

  1. blusukannya mb Ni pastinya mencerahkan, tidak hanya buat penulisnya sendiri tetapi jga buat pembaca blognya.

    klo sya suka sepedahan, pngen banget ajak anak, cma yg besar (cwek) gag begitu suka sepedahan..

  2. Samaaaa di bagian anak2 dan ngeblog, mbak Dani. Err.. kalo blusukan, aku blusukannya ke mall. Hahaha, payah deh ah!😆
    Btw, bener banget. Hidup harus pinter2 menyeimbangkan sisi rutinitas sama kesenangan, ya. Biar nggak sutris..🙂

  3. Bener banget mba Dani, semuanya yang ditulis di sini emang efektif banget. Saya sampe bela-belain beli aplikasi di ipad buat gambar. Apalagi klao blusukan kampung dan mainan ama anak.

  4. Beberapa hal yang aku lakukan juga mirip sih, Mbak. Ngobrol sama anak istri, ngeblog, kluyuran atau traveling bareng, atau juga sekedar makan malam sama-sama di luar untuk mendapatkan suasana yang berbeda dari di rumah

  5. Hampir sama kayanya mbak, kadang jalan bareng sama gadis2 saya… Kadang latihan main angklung sama emak2 yg lain, maen sama kucing2 di rumah hehe
    Sesepedahan sendiri juga, atau sekedar mendengarkan musik.

  6. nomor satu dan nomor dua bisa berurutan, karena habis main bersama anak, biasanya saya abadikan ceritanya di blog😀

    jalan-jalan dan melihat pemandangan… paling ya rumah-kantor aja.

    menggambar… nggak jago

  7. Anak adalah obat penat yang mujarab. Seberapa letihnyapun badan kalau sudah buah hati yang minta digendong, minta bermain hilanglah segala rasa capek. Saya walaupun diajak main petak umpet sama anak masih mau. Kegembiraan dengan anak adalah tak ternilai.
    Kalau masih ada waktu luang saya suka membaca dan akhir akhir ini menikmati hayalan. Ngeblog udah lama gak posting.

  8. blusukan kek kampung dan melihat tanaman sepertinya menjadi kegiatan paling asik ya mbak, pikiran bisa tenang dan terbebas dari banyakanya pekerjaan yang menunggu, hehehe

  9. untuk blusukan sepertinya saya belum bisa, kalau bercanda sama anak memang perlu menyengaja agar sempat ya, trus memandangi tanaman/kalau saya sih memandangi rumput yang belum juga memenuhi halaman yang tak seberapa rasanya adem hati ini

  10. Sangat sepakat, bahwa anak akan menjadi penyeimbang dan mampu meluruhkan semua hal-hal yang membuat kelelahan fisik kita dalam beraktivitas dan saya bersyukur menemukan itu semua pada ketiga anak-anak saya.

    Walo nggak punya keahlian dalam menulis, ngeblog memang memberikan kepuasan tersendiri. Inilah yang membuat saya bertahan seama 4 tahun ngeblog karena ada banyak hal yang bisa saya dapatkan dari aktiivitas yang menurut sebagian orang buang-buang waktu, tenaga dan pikiran. Mereka belum merasakan bahwa sebenarnya ngeblog adalah rekreasi pikiran yang bisa mendatangkan berbagai manfaat di dalamnya

    Melukis ? saya nggak pandai melakukannya. Tapi saya seringkali memperhatikan para pelukis itu pribadi yang begitu total dalam menerjemahkan dan menumpahkan pemikirannya dalam bentuk goresan. Apapun hasilnya, tentu memberikan rasa puas yang sangat bermakna

    Blusukan ?, itulah yang saya lakukan di pagi hari selepas subuh. Selain menyatu dengan alam, meraaskan segarnya kehidupan juga bisa menyerap berbagai inspirasi yang bisa hadir kapan saja dihadapan kita

  11. Selamat pagi mba,
    Pertama berkunjung ke blog mba ini. Blognya berisi artikel2 yg menarik. Jadi saya banyak belajar darisini pagi ini, mengingat blog saya yg masih bayi.
    Wah, saya jadi berpikir, apa yg bisa saya lakukan untuk mem-balance kepenatan saya sehari-hari di pabrik? Minggu ini saya di kontrakan saja, tidak pulang ke rumah orang tua. Mungkin mau jalan2 sebentar ah siapa tahu bisa membalance kehidupan.

    Mba. kalau berkenan mohon masukannya untuk blog saya ya mba…

    Terimakasih sebelumnya. Salam hormat dari saya di Bekasi,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s