Tour Guide Yang Ikut Membangun Image Pariwisata.

Standard

Memandu WisataDi perjalanan pulang dari Gunung Padang,  anak-anak berceloteh tentang betapa baiknya Pak Yusuf, petugas dari Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala yang telah berhujan-hujanan mengantarkan kami ke atas dan memberi penjelasan yang cukup detail mengenai situs megalitik Gunung Padang itu. Sangat baik dan suka membantu.

Anak-anak berkomentar, tentu karena pada saat menuruni jalanan yang licin banyak dibantu oleh Pak Yusuf. Selain itu,  pada saat hujan deras turun, Pak Yusuf mempersilakan kami berlindung di balik pohon. Sedangkan Pak Yusuf sendiri bersama suami saya berhujan-hujanan di teras pertama.  Karena memang di teras itu tidak ada tempat berlindung yang lain. Walaupun dipersilakan untuk berlindung di balik pohon, beliau  tidak mau dan tetap mengutamakan memberikan tempat yang lebih terlindung dari air hujan untuk anak-anak terlebih dahulu. Tentu hal ini menimbulkan kesan tersendiri di hati anak-anak.

Pengetahuannya juga baik. Saat anak-anak dengan cerewetnya mengajukan berbagai pertanyaan, Pak  Yusuf menjawab semuanya dengan sabar dan telaten. Apa yang ditanyakan selalu dijawab dengan baik dan jelas. Selain itu Pak Yusuf juga memberi tahukan hal-hal yang boleh dilakukan dan yang tidak. Misalnya jangan mengangkat batu untuk tujuan yang tak jelas, agar jangan jatuh dan patah. demikian juga Pak Yusuf memberitahukan agar jangan duduk di atas batu menhir yang berdiri tegak,maksudnya adalah agar posisi batu itu tidak bergeser ataupun patah. Sayang sekali, tentu kita tidak mau situs sejarah penting bangsa kita itu cepat rusak, bukan?. Pak Yusuf juga memberi contoh, memunguti sampah-sampah yang berserakan di dekat situs, yang dibuang oleh entah siapa – tentu salah seorang pengunjung yang datang sebelum kami sampai di sana.  Lalu membuangnya di tempat sampah yang tersedia.

Pak Yusuf, Pemandu Gunung Padang.Mengingat hal-hal itu, sayapun setuju dengan komentar anak-anak saya bahwa Pak Yusuf yang memandu kami selama di Gunung Padang sangatlah baik. Dan itu membuat keseluruhan kunjungan kami ke situs sejarah itu menjadi sangat berkesan.

Komentar itu membuat saya berpikir tentang betapa pentingnya keberadaan seorang pemandu wisata yang handal di sebuah lokasi pariwisata.  Terutama jika lokasi wisata itu adalah lokasi sejarah, dimana selain untuk berlibur, sebenarnya banyak orang berkunjung sekalian untuk belajar.  Penjelasan yang benar dan detail dari seseorang yang memahami situs itu tentu sangat dibutuhkan.  Bisa dibayangkan betapa mengecewakannya jika tour guide yang tersedia sangat tidak handal dan tidak menguasai dengan baik detail mengenai tempat wisata yang ditanganinya.

Memasarkan sebuah tempat wisata, tidaklah mungkin terlepas dari upaya pembangunan citra yang baik dari tempat wisata tersebut. Lokasi yang aman, akses yang mudah, sarana dan fasilitas yang memadai – termasuk di dalamnya adalah keberadaan tour guide yang handal ini.

Citra yang positive dari seorang  tour guide setempat berkorelasi langsung dengan citra dari lokasi wisata tersebut. Seorang guide perlu menyadari bahwa dirinya adalah representative dari tempat wisata yang diwakilinya.  Misalnya, tour guide situs Gunung Padang, tentu merupakan representative image dari situs Gunung Padang itu sendiri. Jika guidenya tidak handal, tentu pengunjung akan berpikir bahwa tempat wisata itu kurang menarik. Sebaliknya jika guidenya handal dan memahami apa yang harus dipahaminya serta mampu menjelaskan dengan baik ke pengunjung, tentu dengan sendirinya citra dari situs sejarah ini terangkat naik.

Jadi idealnya, seorang tour guide  perlu untuk menguasai  sejarah tempat  terkait dan menguasai setiap titik yang ada di lokasi itu yang memiliki keterkaitan dengan sejarah setempat.  Terutamanya jika tempat pariwisata tersebut adalah tempat bersejarah, semacam Gunung Padang ini, maka pemahaman yang detail seorang tour guide tentang sejarah tempat itu menjadi tuntutan yang sangat penting.  Berikutnya ia kemudian perlu  memiliki ketrampilan untuk menceritakan sejarah setiap titik itu dengan  cara yang menarik dan mudah dicerna oleh pengunjung.

Dengan demikian, maka setiap pengunjung yang datang merasakan betapa banyak pengetahuan baru yang ia dapatkan saat mengunjungi tempat wisata tersebut. Karena terkadang tanpa bantuan guide, bisa saja kita berkunjung di tempat yang sama, namun hanya sekedar lewat begitu saja. Kita tidak pernah tahu, bahwa ternyata batu kecil  di Gunung Padang yang sepintas lalu kelihatannya tidak ada artinya apa-apa, ternyata mengandung sejarah yang tinggi. Tugas tour guidelah untuk membuat pengunjung jadi memahami semua itu. Tour guide yang baik, akan membantu membangun citra tempat pariwisata yang baik.

Jadi, salah satu upaya pemasaran yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisata ke suatu tempat adalah  dengan mengembangkan kemampuan para tour guide ini.

15 responses »

  1. Bener banget Mba Made. Tour guide yang mumpuni membantu banget meningkatkan image pariwisata dan bahkan mungkin bisa meningkatkan jumlah kunjungan. Mungkin investasi di tour guide lebih murah dari membangun sarana dan prasarana suatu kawasan wisata kali ya Mba..🙂

  2. Iya setuju banget mba, tapi untuk indonesia kayaknya perlu dibatasi agar mereka tidak menambah-nambah cerita takhayulnya tentang tempat wisatanya, karena aku pernah ditemani orang yang beda itu beda versi. Bikin bingung kitanya…

    btw selamat menikmati liburan mba …😀

    • ha ha.. ya..mungkin ada juga yang begitu ya. barangkali maksudnya untuk menambah seru.. tapi sebaiknya kalau ada versi tkhayulnya, sebaiknya sang tour guide menjelaskan di depan bahwa ini takhayul lho.. jadi pengunjung mengerti bahwa itu belum terbukti kebenarannya.

      Terimakasih Pak Ahsan

  3. Luar biasa orang spt Pa Yusuf ini. Ia manguasai latar belakang historis tempat tsb, baik dan saya bilang keren banget. Ia masih mengenakan iket sunda yg khas.
    Saya lupa model ikatannya itu apa. Karena ada berbagai gaya dalam mengikat iket sunda itu.
    Nah kalau gaya iket sunda yang terlihat di avatar saya itu adalah gaya parengkos jengkol. Baru gaya iket seperti itu yang saya bisa mengikatnya sendiri tanpa bantuan orang lain.

    Salam,

    • wah..ada nama-namanya ya Pak? Saya baru ngeh.. ternyata bentuk ikatan kepalanya berbeda ya? he he.. Dan ada namanya juga rupanya. Parengkos Jengkol – wah unik juga namanya.pasti ada ceritanya untuk setiap jenis ikatan itu. Jadi pengen tahu lebih lanjut..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s