Burung Prenjak Di Pohon Petai Cina.

Standard

PrenjakBurung Prenjak!. Ini adalah salah satu burung favorit saya. Burungnya kecil tapi suaranya itu lho.Sibuk banget  pindah dari satu cabang pohon ke cabang yang lain.Mencari makan dan bermain-main di tanaman perdu yang rendah. Meloncat loncat sambil bercinglar-cinglar setiap pagi. Mendekat lalu menjauh.Mendekat lagi lalu terbang entah kemana. Kedengarannya di telinga saya seperti  cing larr, cing larrr, cing larr…. cing larr, cing larr, cing larrr…. begitu terus berulang ulang.  Tapi sayangnya walaupun burung ini sangat sering mampir ke rumah saya, sangat jarang sekali saya bisa memotretnya. Kalau pun bisa fotonya selalu sangat kecil dan blur karena saya mengambilnya dari jarak yang jauh.

Namun suatu hari saya bisa berada dalam jarak yang cukup dekat dengan burung ini.  Ia datang bermain di pohon petai cina di belakang tembok rumah. Lumayanlah akhirnya saya dapat memiliki beberapa buah fotonya.

Burung Prenjak atau Taylor Bird (Orthotomus sutorius), kalau di kampung saya di Bali disebut dengan nama Kedis (burung) Kecinglar, barangkali karena suaranya  yang terdengar cing larr cing larr itu. Di Jakarta, kelihatannya sering juga disebut dengan nama Ciblek atau Cinenen.  Burung ini berukuran kecil,kurang lebih 10 cm atau mungkin sedikit lebih besar dibandingkan dengan Burung Madu. Makanannya terutama ulat. Itulah sebabnya ia sangat rajin mengunjungi perdu dan pohon-pohon rendah di taman-taman perumahan dimana ada banyakKupu-kupu bertelor dan menetas menjadi ulat.

Burung ini memiliki warna mahkota agak kemerah-merahan, demikian juga sisi kepala bagain atasnya. Pipinya berwarna putih suram dengan tanda hitam di leher sisi sampingnya.  Tengkuknya berwarna coklat, sayap dan punggungnya berwarna hijau zaitun.Ekor bagian atas berwarna hijau zaitun dengan sapuan warna putih pada bagian bawahnya. Kaki dan paruhnya berwarna merah.

Burung ini suka membuat sarangnya dengan cara menjahit beberapa lembar daun dan melapisinya dengan serat kapas dan rerumputan,sehingga dikenal juga sebagai burung penjahit. Saya pernah menemukan sarangnya di pohon Kacapiring di halaman rumah saya. Padahal pohon Kacapiring itu tidak terlalu tinggi.  Paling banter hanya 2 meteran dari tanah. Awalnya saya pikir itu sarang semut yang agak besar. Tapi setelah saya periksa ternyata itu sarang burung. Telurnya ada 3 butir dengan warna kehijauan.

Burung ini kelihatannya tersebar dengan baik di pulau Jawa dan Bali. Saya tidak perhatikan apakah di luar dua pulau itu juga ada. Namun sayang sekali, burung ini termasuk salah satu burung yang cukup banyak diuber oleh pemburu burung untuk dipelihara dan  diperjualbelikan, walaupun mungkin harganya tidak terlalu mahal. Penyebabnya adalah karena suara burung ini sangat kencang dan merdu.

Saya juga sangat menyukai suara burung ini. Suaranya yang riang selalu mengingatkan saya akan pagi. Pagi yang penuh semangat dan suka cita. Namun saya lebih menyukai suaranya  terdengar di udara yang bebas, dari burung yang bebas merdeka di alam.

13 responses »

  1. Jeng Dani…selalu terkagum dengan pengenalan akan morfologi dan karakter burung. Burung prenjak yang bersuara renyah di pagi hari di pekarangan diyakini perlambang akan hadir tamu di rumah kita Jeng. Salam hangat

  2. indonesia memang sangat kaya akan satwa yang unik…apalagi spesies burung-burungan….namun sayang…satwa indonesia sudah mulai berkurang, karena jadi sasaran pemburuan liar, dan kurangnya perhatian pemerintah dalam menanganinya….keep happy blogging always…salam dari Makassar🙂

  3. burung prenjak kalau difoto gak sadar kamera ya jadi gak pindah-pindah. bukannya narsis atau malah bergaya, tapi menjauhi cahaya. tapi, kamera kamu pake blits gak? kalo pake blits bisa2 burungnya kabur.

  4. Burung yang ceria ya mbak… ah, jadi ingat seorang teman SMA yg mendapat panggilan kesayangan ‘prenjak’ karena selalu ceria dan ceriwis..hehe…. foto2 yang cantik, mbak Dani..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s