Nasi Goreng Kencur, Lebih Alami & Lebih Sehat.

Standard

Nasi Goreng KencurSaya seorang penggemar Nasi Goreng.  Walaupun berkali-kali saya dinasihati agar  jangan sering-sering makan Nasi Goreng, mengingat bahwa nasi yang  tadinya cuma dimasak dengan air sekarang jadi mengandung minyak akibat digoreng, entah kenapa saya tetap menyukainya juga.  Ada banyak jenis Nasi Goreng , namun Nasi Goreng favorit saya tetaplah Nasi Goreng  ala kampung yang disebut dengan Nasi Goreng Kencur.  Karena Nasi Goreng ini adalah salah satu menu andalan ibu saya pada hari minggu pagi.

Hampir semua anak di seluruh dunia menganggap ibunya adalah ‘the best chef in the world’. Termasuk saya. Alasannya adalah, karena masakan ibulah yang dicekokin ke mulut anaknya sejak lahir hingga dewasa, mau tidak mau makanan paling enak yang kita tahu tentulah masakan ibu. Itulah barangkali sebabnya mengapa saya sangat menyukai Nasi Goreng kencur ini. Saya tidak tahu,apakah Nasi Goreng Kencur juga ada di daerah lain?

Di Bali, sebenarnya nama aslinya adalah Nasi Goreng Suna Cekuh.  Disebut Nasi Goreng Suna Cekuh, karena Nasi Goreng ini menggunakan bumbu Suna Cekuh. Karena namanya jadi panjang jika diterjemahkan, Nasi Goreng Bawang Putih Dan Kencur, maka saya perpendek saja dengan nama Nasi Goreng Kencur.

Suna Cekuh, adalah salah satu bumbu standard dalam masakan traditional Bali, selain jenis bumbu standard traditional Bali yang lain seperti misalnya Basa Gede,  Basa Genep, Basa Cenik , Uyah Tabya, dll.  Sesuai dengan namanya, tentu saja Nasi Goreng ini menggunakan Suna (Bawang putih) dan Cekuh (Kencur)  sebagai bahan bumbunya yang utama. Walaupun demikian, bumbu ini juga mengandung komponen bumbu yang lain dalam jumlah sedikit, antara lain kunyit, bawang merah dan garam.  Dan Daun Salam (Don Janggar Ulam) sebagai penyedap masakan traditional.  Bawang Putih dan Kencur, tetap menjadi bahan yang porsinya mendominasi bumbu ini. Semua bumbu diulek sampai halus (keculai daun salam), lalu ditumis dengan sedikit minyak kelapa, ditambahkan daun salam dan diaduk dengan nasi di atas penggorengan.

Menurut saya, terlepas dari minyaknya yang dipakai menggoreng, saya pikir ini adalah salah satu Nasi Goreng yang cukup sehat dibandingkan jenis Nasi Goreng yang lain. Tanpa daging, tanpa telor dan tanpa MSG.   Hanya nasi dan bumbu, serta sedikit minyak untuk menumis. Dan bumbunya tentu saja adalah bahan-bahan yang secara traditional dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan.

Di bawah ini adalah catatan bagaimana bahan-bahan untuk Bumbu Suna Cekuh ini dimanfaatkan secara traditional di Bali untuk menjaga kesehatan dengan cara praktis – namun tentunya tetap perlu pembuktian secara ilmiah, syukur-syukur jika sudah ada yang pernah melakukan penelitian tentangnya:

Kencur, Cekuh  (Kaempferia galanga), secara traditional dimanfaatkan untuk menjaga agar tubuh tidak kedinginan dan mencegah batuk dan pilek. Selain untuk bumbu dapur,kerap digunakan untuk bahan loloh (jamu) bersama-sama dengan beras untuk menjaga stamina tubuh.

Bawang putih , Suna (Allium sativum) digunakan untuk mencegah tekanan darah tinggi, mengobati gatal pada kulit.

Bawang merah, bawang  (Allium cepa) sering digunakan untuk mengobati demam, mengeluarkan duri yang masuk ke dalam daging.

Kunyit (Curcuma longa), dimanfaatkan untuk mengobati luka, antiseptik, melancarkan pencernaan.

Daun Salam, Don Janggar Ulam  (Syzygium polyanthum) digunakan untuk mencegah tekanan darah tinggi dan mencegah asam urat.Daun ini secara traditional dikenal sebagai penyedap masakan. Itu sebabnya dalam daftar  bahan masakan traditional kita tidak pernah mendengar  kata MSG ataupun bumbu kaldu sebagai penyedapnya.

Cukup sehat bukan Nasi Goreng ini? Tanpa accesories lainpun (ayam,bakso,sosis, telor, udang,cumi, dst), nasi gorenng ini sendiri sudah sangat enak.  Direkomendasikan untuk para Vegetarian.

Yuk lestarikan  Masakan Tradisional kita!.

29 responses »

  1. Kalo nasi goreng dicampur sedikit kunyit pernah saya lihat, tapi kalo dicampur kencur kok belum pernah nih. Saya masih belum bisa membayangkan gimana rasanya nasi yang dicampur kencur. Meski selama ini salah termasuk biasa mengkonsumsi jamu kencur.

    Saya malah nggak begitu suka dengan nasi goreng. Mungkin karena lebih menikmatik makanan yang berkuah, terutama kuah bening asem rasanya seger.

    • Enak Pak Ies. he he..Kencur itu kalau diulek dan digoreng bersama dengan bawang putih mantap lho Pak rasanya.

      Wah..sayang Pak Ies nggak suka Nasi goreng sih…

      Tapi coba yang satu ini Pak? Barangkali dari tidak suka menjadi suka? * hihi.. kampanye masakan kampung*

  2. Rasanya baru sekali ini aku dengar nasi goreng kencur, Mbak. Jadi polos saja begitu ya tanpa telur dan daging. Gak pakai sayur juga?
    Ngomong-ngomong, aku setuju tuh Mbak kalau semua anak menganggap ibunya the best chef, dan akibatnya rasa masakan ibulah yang jadi patokan enak tidak enaknya rasa masakan di tempat lain 🙂

    • ya Pak… habis ini menu yang sangat kampuuuung sekali. kayanya belum pernah ada yang memperdengarkannya barangkali..

      Umumnya sih nggak pakai apa-apa Pak. Tapi kalau mau ditambahkan sayur, daging atau telor boleh juga sih.. Tapi enak kok Pak Chris.. he he* tetap promosi*

  3. Saya belum pernah mencobanya, mendengarkannya pun baru pertama kali di blognya bu Made.
    Luar biasa, Indonesia memang kaya dengan keragaman kuliner warisan nenek moyang.

    Kesukaan saya, dalam nasi goreng itu ada irisan seafood (seperti udang, sotong) plus telur. Tapi tidak berlebihan. Mungkin bisa dikombinasikan.

  4. Bun aku sering makan nasi goreng🙂 belum pernah bikin nasi goreng kencur, biasnaya bikin nasi goreng kunyit. Kapan-kaoan aku mau bikin juga ah nasi goreng kencur

  5. Saya juga penggemar nasi goreng,
    tapi belum pernah yang pakai kencur, mungkin memang segar ya,
    soalnya lotek salah satu makanan kesukaan juga berbahan dasar kencur,
    ntar di coba ah.

  6. Kalo orang sunda nyebut kencur ini cikur, mbak. Eh, aku asli jawa tengah loh, ya. Di sunda cuma nebeng hidup, hihi…
    Pernah bikin nasi goreng ini, dan emaaangg, jatuhnya di lidah lebih sehat, hahaha…
    Btw, kirain mau sekalian share resepnyaaaaa….🙂

    • Ooh.. Jawa Tengah toh? Aku pikir aseli Sunda. Perasaan nggak ada jejak ke Jawa Tengahannya he he.. tapi sama ajalah.. kita ini orang Indonesia aja pokoknya ya..

      Resepnya sih sederhana Mbak. Cuma bumbu yang akusebutin itu diulek, terus digoreng, kasih daun salam lalau masukkan nasi.. gitu aja sih..

      • Hello mba,
        Thanks untuk sharingnya! Kalau mau bikin sesuai “resep” di atas, berapakah proporsi Kencur, bawang putih&merah, kunyit dan daun salamnya?
        Saya mau coba bikin, kebetulan mama asli Klungkung tapi seumur2 ga pernah bikinin nasi goreng ha..
        Suksma!:)

  7. saya juga penyuka nasgor mbak… mau pagi siang malam, kalau ada nasgor tak sikat, hehe… sayang belum pernah ngicipi nasgor suna cekuh ini.. klo nasgor buatan saya cuma nasgor suna bawang..hehe…

  8. salam kenal Mbak

    membayangkan paduan bumbunya, sepertinya rasanya kayak bumbu urap ala melayu, yang pakai ditumis segala. pasti rasanya seger ya Mbak oleh kencur itu ya Mbak…

  9. kaya bikinan mama, pake kencur, wangi jamu tapi suka deh, cuma daku bukan penggemar nasi goreng, sekalikali kalu pulang, suka minta mama bikin.. kasih kemangi juga..

  10. mbaakkkkk duh ini mengingatkan pada alm ibuku. Dia juga cuma suka makan nasgor kencur ini. trus dibuat pedas… aduh aku sendiri tidak begitu getol, tapi kalau ibuku lagi makan aku suka minta sesuap-dua suap (aku kurang suka nasgor). Memang rasanya seger deh.

  11. Iya, bener banget kalo masakan Ibu adalah yang paling enak. Selain itu meskipun dibilang nasi goreng bahaya tapi kok ya tetep suka ya Mba.
    Saya tadi berharap ada resepnya buat dicobain. Hihihi. Suka banget nyoba-nyoba resep dari sini mBa..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s