Daily Archives: February 16, 2014

Terpeleset.

Standard

Seekor Burung Terkwak

Saya melongokkan kepala saya untuk melihat keadaan sungai di belakang rumah.  Seekor burung Terkwak (Amaurornis phoenicurus) tampak berjingkat-jingkat di rumpun keladi liar yang tumbuh di situ.  Saya berusaha menahan diri dan gerakan saya agar tidak membuatnya terkejut. Namun rupanya burung air itu kepalang melihat kedatangan saya. Mungkin karena terkejut melihat saya, ia pun lari terburu-buru dan menclok sedapatnya saja di atas selembar daun keladi.

terpeleset

Barangkali karena permukaan daun keladi yang licin dan barangkali ia berpikir dan menyangka saya akan menyerangnya, maka iapun terpeleset.

terpeleset 3

Akhirnya ia berusaha mengatur langkahnya agar tidak melorot lebih jauh. Namun rupanya machine penggerak di badannya lebih sulit di’rem, akhirnya iapun semakin terpeleset. Nyaris jatuh, ia kemudian terbang dan kabur menjauh. Seandainya burung itu tidak terkejut, lebih waspada dan berhati-hati. Serta menyadari keadaan diri dan sekitarnya dengan lebih baik, mungkin ia tidak akan terpeleset.

terpeleset 4

Terpeleset! Bukan hanya Burung Terkwak yang pernah terpeleset. Sayapun pernah mengalaminya. Dan merenungkannya kembali ketika melihat bagaimana burung Terkwak ini terpeleset karena kaget melihat saya.

-Terpeleset pikiran-

Pikiran kita diajarkan untuk lurus dan selalu lurus.  Jika ia harus bergerak maju, maka  ia harus bergerak menuju ke arah kebenaran dan kebaikan. Dan letak kebenaran dan kebaikan ini secara lokasi, dibahasakan sebagai arah yang lurus.  Namun jalan pikiran yang kita tempuh kadangkala memiliki landscape yang bervariasi.Ada yang mudah kita lalui untuk selalu berjalan dengan lurus, namun landascape yang ada terkadang menggoda kita untuk keluar dari jalur yang seharusnya lurus. Sedikit melenceng, berbelok , berhenti ataupun memutar…. dan terpeleset.

Kecurigaan yang berlebihan akan sesuatu, keinginan untuk memiliki sesuatu yang bukan menjadi hak kita, benci dan iri hati terhadap sesuatu, gelisah dan rasa takut yang berlebihan dan sebagainya. Semuanya akan membawa pikiran kita bergerak ke arah yang berbeda dari yang seharusnya dan sangat mungkin membuat pikiran kita terpeleset.

Mencegah pikiran agar tidak terpeleset, akan sangat membantu untuk mencegah perkataan dan perbuatan kita agar jangan sampai terpeleset.

-Terpeleset lidah alias terpeleset perkataan-

Ketika kita terpeleset pikiran, hingga kita belum menterjemahkannya menjadi perkataan dan perbuatan, maka praktis yang tahu apakah kita terpeleset atau tidak hanyalah diri kita sendiri dan Yang Maha Tahu.  Kita semua tahu, bahwa sebaiknya kita selalu berkata yang baik dan berkata yang benar. Orang tua kita mengajarkan kita begitu. Guru-guru di sekolah kita juga mengajarkan begitu. Dan bahkan lingkungan masyarakat kita pun mengajarkan kita begitu. Namun mengapa sesekali kita bisa terpeleset lidah juga? Berkata dengan nada kasar, sinis dan tidak bersahabat.  Menghina, berbohong ataupun menfitnah.  Menyakiti hati seseorang dengan lidah kita yang tajam seperti silet?

Bagaimana kita harus mengontol lidah kita untuk  tidak terpeleset? Menerima keadaan dengan baik, meningkatkan kesadaran diri dan memikirkan dengan hati-hati setiap calon perkataan yang akan kita ucapkan – barangkali sedikitnya akan menolong kita agar tidak mudah terpeleset.

-Dan juga barangkali terpeleset perbuatan-

Mencuri dan mengambil milik orang lain tanpa ijin, meminjam tanpa mengembalikan, mem-bully, melecehkan, melakukan korupsi, menyontek, memalsukan, memeras, menodong, melirik pasangan orang lain dan melakukan perselingkuhan, memukul, menendang, mencubit, menganiaya, melukai, melakukan kekerasan fisik lainnya, membunuh dan sebagainya  keterpelesetan dalam perbuatan  lainnya –  Walaupun mungkin terpeleset ini lebih jarang terjadi…namun tetap saja mungkin terjadi dan menimpa kita, jika kita tak mampu mengontrol diri  dan panca indra kita dengan baik.

Apapun itu bentuk keterpelesatannya, pada intinya mengatakan pada saya bahwa kewaspadaan, kehati-hatian dan peningkatan kesadaran diri akan sangat membantu kita untuk mencegah kita mengalami keterpelesetan,  ataupun mengulang kembali keterpelesetan yang pernah terjadi pada diri kita.

Tri Kaya Parisudha – sebuah renungan tepi kali…