Reuni – Menjaga Ketersambungan Emosional Dengan Sahabat Kita.

Standard

???????????????????????????????Sekitar  sebulan yang lalu, seorang teman mengirimkan sebuah artikel terbitan sebuah Asosiasi International kepada saya. “Baca deh Bu. Itu menarik” saran teman saya. Sayapun membacanya. Artikel itu berupa summary dari sebuah category forum yang diisi oleh beberapa  ahli sebagai pembicaranya. Ketika membaca itu, saya menemukan nama Deb Brunt, Head of Consumer Insight PZ Cussons ada tertera di situ sabagai salah seorang panel dari forum itu yang banyak diliput statementnya. “Wah.. kontributornya ternyata temanku“kata saya spontan kepada teman saya yang memberikan artikel. “O ya Bu?” kata teman saya heran. Ya,tentu saja saya tidak menyangka dan merasa sangat senang melihat nama sahabat saya di sebut secara positive di media. Saya pikir ia memang sangat menguasai bidang itu. Berpikir begitu, tiba-tiba saya merasa kangen padanya. Sudah lama rasanya tidak bertemu dan ngobrol dengannya.

Lalu mendadak minggu yang lalu Deb mengirim pesan kepada saya bahwa ia akan ke Indonesia Senin ini dan balik lagi ke Inggris hari Kamis, dan ngajakin ketemuan. Ya. ya. Tentu saja. Maka, sayapun segera mengontak dua sahabat karib saya yang lain lagi untuk sekalian reuni dengan Deb. Tentu bakalan seru banget.  Dengan mempertimbangkan lokasi hotel tempatnya menginap, tempat tinggal dua sahabat saya yang lain, akhirnya kami memilih Negev di City Plaza sebagai tempat yang terbaik untuk bertemu. Deb juga datang dengan 2 teman lain dari Inggris juga rupanya.

Seperti yang namanya reunian, tentu saja seru banget dan penuh pembicaraan nostalgia. Mulai dari ngomongin perubahan bentuk badan, dari yang agak kurusan menjadi sangat melar hingga dari yang agak gemukan menjadi kurusan, cerita keluarga kami masing-masing,  pengalaman kami setalah berpisah, pengalaman seru ketika berada di Nigeria,  dan sebagainya. Lalu obrolan kami bertambah seru ketika kami mulai membicarakan keinginan untuk bermain-main ke Bali. Dan mulai pada teringat kalau saya berasal dari Bali. Mulailah  menyusun akal, dan ide-ide kreatif yang konyol bagaimana caranya agar bisa ke Bali bareng-bareng. Dan sudah pasti saya harus mengambil peranan penting sebagai guide, penterjemah, kontributor, dan sebagainya.

Saya mencoba mengingat-ingat kapan terakhir kali saya bertemu dengannya. Deb merasa ia sudah tidak pernah ke Indonesia lagi sejak sekitar 7 tahun. Oh..mungkin kami sudah tidak pernah bertemu selama itu. Namun semalam ketika saya membongkar foto-foto lama, saya melihat ada beberapa foto saya dengannya.  Mungkin ada beberapa file yang belum sempat saya periksa, namun saya sudah menemukan beberapa foto lama saya dengan Deb. Lumayan.

Ada foto yang saya simpan dari sekitar tahun 2005  di Bangkok. Biasalah,…foto yang diambil sedang makan malam habis kerja. Tapi ada juga foto  saat istirahat dalam sebuah session inovasi.

Lalu ada lagi foto-foto tahun 2008 saat kami sedang di Manchester. Foto itu diambil di sebuah restaurant Asia di Manchester ( kalau tidak salah nama restaurantnya adalah Saporo) . Terekam saya dan debie sedang berkompetisi untuk melemparkan telor dan menangkapnya dengan topi yang ada di kepala kita.  Seru juga saat itu.

Stockport

Ada ada lagi sebuah foto saat saya sedang berada di pabrik Cussons di Stockport. Rasanya waktu itu sedang ada pekerjaan ketak ketok bangunan, dan agar bisa lewat dengan selamat, maka kami harus memakai helm merah itu.

Hmm…jadi  saat ia mengantarkan saya ke Pabrik Cussons di Stockport  tahun 2008 itu barangkali adalah saat terakhir kali saya bertemu Deb. Ya..mungkin sebenarnya baru 5 tahun kami tidak bertemu.  Melihat foto-foto itu saya jadi teringat betapa baiknya Deb. Ia selalu menjadi orang yang menemani kami setiap kali kami ada acara di kantor pusat kami di Manchester tahun-tahun itu.  Ia adalah orang yang mengajak kami ke mana-mana. Mengantarkan pergi market visit, menemani kunjungan ke pabrik, menemani makan malam dan sebagainya. Selalu sabar dan sangat tulus.

Di luar urusan personal itu, saya juga banyak belajar tentang research darinya. Sebagai orang yang tidak memiliki latar belakang ilmu statistic & research yang cukup * paling banter hanya 1-2 semester waktu di bangku kuliah, sementara pekerjaan saya di marketing menuntut saya untuk banyak melakukan research, Debby adalah guru saya di bidang itu. Ia membantu saya dengan banyak tips-tips  praktis  mengenai research yang bisa langsung diaplikasikan.  Ia juga sangat banyak memberi  saya advise dalam melakukan pemilihan Research Agency yang baik, merancang dan menyetujui research design, menyusun Discussion Guide maupun Questioner, menyaksikan dan mengevaluasi berjalannya research, menggali dan menemukan Consumer insight  dan sebagainya ilmu yang sebelumnya tidak saya kuasai.

Wah.. ternyata banyak hal yang Deb telah kontribusikan ke dalam hidup saya, baik secara personal maupun dalam pekerjaan.  Hi hi… kalau dijembrengin begini saya jadi merasa belum sempat berterimakasih, boro-boro membalas kebaikannya itu.

*****

Reunian! Bertemu kembali dengan sobat lama, adalah salah satu cara yang sangat baik kita lakukan untuk menjaga ketersambungan kita dengan para sahabat. Karena dalam rentang waktu sekian  tahun, banyak hal yang telah terjadi. Banyak hal yang telah berubah. Dan tentunya  kita perlu tahu apa saja yang telah dialami sahabat kita dan kita juga perlu memberi tahu apa saja yang telah kita alami, sehingga kita merasa “updated” satu sama lain. Walaupun tentu saja update informasi bisa dilakukan lewat media yang lain, namun tetap saja pertemuan kembali alias reuni akan sangat membantu  mem’boost’ hubungan  emosi persahabatan kita dengan lebih baik.

Senangnya!.

8 responses »

  1. Seru memang Mba bertemu dengan teman lama, itulah kenapa momen-momen yang memungkinkan untuk bertemu dengan teman lama sangat berharga dan di Indonesia (terutama Jakarta) buka puasa pun bisa dikomersilkan sedemikian rupa. Hehehe..

  2. saya baru ketemu lagi dengan teman SMP 6 bulan yang lalu, tapi datangnya telat jadi nggak banyak ngobrol2.
    kalau diadakan rutin… artinya bukan reuni lagi yah😀
    jadi arisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s