Daily Archives: February 21, 2014

Ethos Kerja Si Burung Layang-Layang.

Standard

– Mencari Bahan Untuk Membuat Sarang-

pacific SwallowKeingintahuan akan sesuatu biasanya membuat kita berusaha mencari tahu lebih lanjut. Demikianlah yang terjadi dengan saya. Melihat burung Layang-Layang beterbangan di atas kali berburu  jentik-jentik dan nyamuk, saya merasa sangat penasaran. Burung-burung itu terbang hilir mudik, naik turun, berputar-putar berkeliling  tanpa mengenal lelah. Hebat! Kerja melulu. Kapan berhentinya ya? Dan dimana tempatnya bertengger jika ia kelelahan?

Setelah lama mengamat-amati, akhirnya saya tahu bahwa jika kelelahan burung itu akan hinggap sejenak di  sebatang pohon mati di sebuah lahan kosong di perumahan.  Biasanya  hanya sebentar. Seolah-olah memiliki energy kinetik yang jumlahnya berjuta-juta Joule, burung itu akan kembali terbang berputar-putar lagi.  Saya hanya pernah melihatnya dari jarak yang jauh. Belum pernah melihatnya dari jarak dekat.  Sehingga warna aslinya hanya bisa saya tebak dari foto yang diperbesar sekian puluh kali.

pacific Swallow 1

Namun seperti kata pepatah, “Dimana Ada kemauan, Di sana Ada Jalan”.  Beberapa bulan yang lalu, saat saya menunggu di lahan  itu, tiba-tiba seekor burung Layang-Layang hinggap di tanah. Jaraknya sangat dekat dengan tempat saya berdiri. Sekitar 3-4 meter di depan saya.  Dan pasangannya pun ikut hinggap tak jauh dari sana. Benar-benar sebuah mujijat yang membuat badan saya tiba-tiba terasa kaku. Saya belum pernah melihat burung Layang-Layang sedekat ini. Sekarang saya bisa melihat warnanya dengan sangat baik.

Burung Layang-Layang atau disebut dengan Pacific Swallow (Hirundo tahitica) ini kepalanya berwarna biru tua metalic dengan warna merah mirip karat besi di dahinya, pipi, leher dan bagian atas dadanya.  Sayap bagian atasnya berwarna biru metalic namun seterusnya hingga ke ujung berwarna hitam.  Dada bagian bawah dan perutnya berwarna putih kotor.  Di bagian ekor bawahnya nampak garis-garis nyata hitam-putih. Paruh dan kakinya berwarna abu-abu. Sayapnya memang sangat panjang dan ramping melebihi ekornya.

pacific Swallow 3

Burung itu berdiri sangat lama di situ. tengak tengok kiri dan kanan seolah-olah memastikan tidak ada bahaya yang mengancam keselamatannya.  Lalu ia berjalan berjingkat-jingkat ke depan.  Apa yang dicari? Apakah sedang mencari makanan? Saya penasaran.

pacific Swallow 4Rupanya ia tertarik pada seutas benang. Ia merunduk. Tampak oleh saya warna putih di batas leher dan punggungnya. Ia mematok benang itu dan berusaha menarik-nariknya dengan sekuat mungkin. Namun benang putih itu tampaknya tersangkut sesuatu di tanah. Sehingga tak bergerak.  Jadi ia tidak berhasil menariknya. Hmmm…sayang sekali.  Mengapa ya burung ini berusaha menarik benang? Apakah barangkali benang itu ia sangka cacing yang bisa dimakan?. Saya tambah penasaran.

pacific Swallow 5

Burung itu tidak berputus asa. Ia berjalan beberapa langkah lagi ke depan mendekati seonggok kotoran sapi yang sudah kering dan tinggal serat-serat rumputnya saja.  Sisa-sisa pemotongan Idul Qurban sebelumnya. Sekarang ia mencoba menarik  serat tanaman itu sekuat-kuatnya, sementara kaki kanannya dipakai untuk menginjak gumpalan kotoran dan serat yang lain.  Mungkin maksudnya memisahkan seutas serat yang akan ia ambil dari kekusutannya dengan serat yang lain.  Sekarang saya mengerti.Kelihatannya ia sedang mencari bahan-bahan untuk membuat sarang. Bukan mencari makanan.

pacific Swallow 6Saya melihat perjuangannya yang sangat keras dan bersungguh-sungguh untuk berhasil. Ia terus berusaha menarik serat itu. Terus dan terus hingga hampir saja ia terjungkal ke belakang.

pacific Swallow 7

Namun ia seperti tak mengenal kata putus asa. Ia coba lagi dan lagi.  Akhirnya iapun berhasil menarik dan melepasnya dari gumpalan kotoran.  Luar biasa burung ini!.

pacific Swallow 9

Iapun terbang dengan membawa serat untuk bahan membuat sarangnya yang entah di mana.  Demikian juga pasangannya. Ia  melakukan kegiatan yang sama. Mengais kotoran demi mendapatkan seutas serat tumbuhan untuk dijadikan bahan pembuat sarang.  Mereka terbang. Meninggalkan saya yang terbenong-bengong sendirian.

pacific Swallow 10Saya terkagum-kagum akan ethos kerjanya yang luar biasa. Tidak berhenti sebelum berhasil!

*****

Burung Layang-Layang itu. Ia bekerja dengan tidak mengenal lelah. Terbang dan terbang berputar-putar mencari makan hingga sukses dan kenyang. Istirahat hanya seperlunya. Lalu bekerja lagi tanpa lelah.  Demikian juga ketika berusaha mengumpulkan bahan untuk membuat sarang. Ia  berusaha keras, walau nyaris terjungkal. Juga cukup kreatif berusaha mencari alternative, yang penting tujuannya tercapai. Coba lagi, lagi,lagi  dan lagi. Hingga kesuksesan datang menghampiri.

Jangan berhenti sebelum berhasil!