Burung Layang-Layang: Berbagi Tugas Dengan Adil.

Standard

Menunggu anak  sedang melakukan perwatan di dokter gigi lumayan membuat mata mengantuk. Saya mencoba mengakalin beratnya mata saya dengan bermain handphone. Tetap terasa berat.Akhirnya saya memutuskan untuk berjalan sebentar di depan Klinik.  Tidak ada pemandangan yang menarik. Hanya lalu lintas yang lewat merangkak setengah macet.  Pak Satpam menyapa saya dengan ramah. Lalu entah bagaimana mulainya, percakapan jadi mengalir tentang burung-burung liar yang suka beterbangan di pepohonan sekitar Klinik Gigi itu.

Sarang Burung Layang-Layang 2

Banyak sih, Bu. Tapi biasanya ya Burung Kutilang atau Burung Kemlade” katanya. Saya mendengarkan dengan baik. “Tapi burung Layang-Layang juga suka ada” kata  Pak Satpam restaurant sebelah Klinik Gigi itu yang ikut nimbrung. “Ada sarangnya juga,Bu” katanya.  Saya menjadi tertarik. “Dimana?“tanya saya.

Pak Satpam lalu menunjuk sebuah sarang burung yang menempel di dinding sebuah toko di sebelah Kilinik Gigi itu. “Sayang sedang kosong, Bu. Kadang suka ada isinya” kata bapak itu menjelaskan.Saya mendongak ke atas untuk melihat sarang burung yang disebutkan itu. Tampak sarang terbuat dari lumpur dan serat-serat tanaman. Dinding disekitarnya tampak kotor. Ya, kelihatannya sarang itu  sedang kosong. Tidak berpenghuni.  Pak Satpam menjelaskan bahwa sarang burung itu sudah lama ada di sana. “Mungkin sudah dipakai 4-5 kali musim bertelor, Bu” jelasnya. Hm..jadi rupanya burung Layang-Layang suka membuat sarang permanen yang bisa dipakai ulang.

Tiba-tiba mata saya tertumbuk pada seekor Burung Layang-layang yang hinggap di atap rumah yang dijadikan toko itu. Oh! Apa yang dilakukannya. Ia tampak tengak tengok sebentar, seolah sedang memastikan sesuatu. Lalu terbang turun di sudut dinding tak jauh dari sarang itu berada.

Sarang Burung Layang-Layang

Pada saat itu, sebuah kepala burung terlihat menyembul keluar dari sarang itu. Wah! rupanya sarang itu ada isinya. Seekor Burung layang-Layang tampak bergerak gerak dan semakin menampakkan kepala dan tubuhnya.

Sarang Burung Layang-Layang 1

Sejenak ia tampak bengong di pinggir sarang. Lalu ia terbang. “Itu yang betina“kata Pak Satpam. Terus terang saya mengalami kesulitan untuk membedakan mana yang jantan dan mana yang betina.  Setahu saya, yang betina memiliki kepala yang lebih langsing dan ramping.  Tapi kedua ekor burung ini nampak sama saja.

Mungkin ia harus pergi sebentar untuk mencari makan untuk dirinya sendiri. Karena saya tidak melihat jantannya datang menyuapinya makanan.  Ada kemungkinan kalau mereka mencari makannya masing-masing.

Burung Layang-Layang Jantan menunggu sarang

Burung layang-layang yang satu lagi tampak mendekat mengawasi sarangnya. Saya memperhatikan gerak geriknya. Perlahan-lahan ia berjingkat mendekati sarang. Lalu masuk dan menggantikan betinanya mengeram  telor/anak di sarangnya.

Burung Layang-Layang Jantan masuk sarang

Wah hebat juga Burung Layang-Layang jantan itu. Rupanya mereka melakukan penjagaan secara bergilir.  Saya lihat Burung Layang-Layang jantan ini sangat sabar menunggu sarangnya. Kendati betinanya belum muncul-muncul juga, ia tetap nongkrong di situ.

Burung Layang-Layang Jantan menunggu di sarang

Hanya ketika sudah terlalu lama dan betinanya tiada kunjung datang juga, maka si Burung jantan mulai menggerak-gerakkan tubuhnya dan melakukan ‘body stretching’. Walaupun kelihatan tengak tengok, tapi ia tetap menjaga sarangnya dengan ketat. Ia tidak meninggalkan sarangnya begitu saja tanpa penjagaan.  Sangat bertanggung-jawab.

Saya merasa tingkah laku Burung Layang-Layang ini sangat mirip dengan kelakuan manusia. “Aplusan juga seperti kita ya” kata Pak Satpam sambil tertawa.

 

15 responses »

    • Arman, rumahku di Bandung disenangi oleh burung untuk membuat sarang…ini repot juga, karena burung kadang memindahkan tanaman melalui gigitan nya. Dan tanaman itu bisa tumbuh tinggi di tembok mendekati genting…..ini bisa merusak tembok.

      Beberapa kali dibersihkan, tapi kotoran burung suka berjatuhan di teras lantai atas.

      Rumahku di Jakarta senang dimasuki burung prenjak….yang bingung cari jalan keluar.
      Tapi seneng juga mendengar suaranya.

  1. Pingback: Danau Batur: Burung Layang-Layang Asia. | nimadesriandani

  2. dirumah aneh ada nih diatas tiang beton depan rumah ada celah 1 jengkal . emang pas banget ukurannya buat burung ini bikin sarang . seminggu sblum bikin sarang itu burung mondar mandir d langit2 ampe masuk rumah . emang ini burung cewe ama lakinya bener2 kerjasama buat bkin sarang trus netasin telornya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s