Akibat Tidak Memberi Water Mark/Nama Pada Foto Di Blog.

Standard

paku-jukut-si-pakis-sayurHari ini tanpa sengaja saya menemukan salah sebuah foto saya digunakan oleh salah sebuah blog lain. Fotonya sih nggak bagus-bagus amat juga, karena foto itu hanya foto asal jepret dari tumpukan sayuran pakis yang saya letakkan di atas tudung saji berbahan anyaman rotan yang saya beli di pinggir jalan Bogor-Sukabumi.

Dan sebenarnya saya juga tidak keberatan foto-foto saya digunakan oleh siapa saja yang penting dimanfaatkan untuk tujuan baik dan  lebih baik lagi jika mencantumkan sumbernya.   Menurut saya itu umum dan wajar wajar saja ya. Ada beberapa blog/website lain yang juga memanfaatkan foto-foto hasil jepretan saya dan saya tidak pernah keberatan, karena mereka tidak mengakui foto itu sebagai milik mereka. Dan bahkan banyak yang menuliskan sumbernya adalah dari blog saya. Malah saya senang.

Yang sangat mengherankan saya adalah foto itu  justru diberi mark seolah pemiliknya adalah blog tersebut.  Sangat aneh buat saya. Kenapa harus diberi nama ya?

Hal ini tentu tidak menyenangkan hati saya. Karena bisa jadi para pembaca yang melihat dua gambar yang sama dimana yang satu memiliki tanda  nama pemilik, sedangkan yang satunya tidak, tentu para pembaca bisa salah mempersepsikan bahwa sayalah yang mencuri gambar tanpa minta ijin. Padahal foto saya yang justru diambil dan dberi tanda seolah miliknya.

Saya bisa membuktikan ini dengan memeriksa kembali properti dari kedua foto ini. Dimana foto yang digunakan oleh blog tersebut diupload pada tanggal 30 Agustus 2012.  Sudah lama juga ya? Sayang saya baru menemukannya hari ini. Sedangkan foto di blog saya create lebih awal, yakni pada tanggal 16 January 2011 dan tulisannya saya upload pada tanggal 30 January 2011.

Awalnya saya tidak bermaksud menuliskan hal ini di sini. Saya hanya ingin menyampaikan keberatan saya saja kepada pihak blog itu melalui  lewat e-mail tertutup. Tapi saya coba cari-cari alamat e-mailnya ternyata tidak ketemu. Di sana hanya disediakan chat box. Akhirnya saya coba komunikasikan di chatbox saja soal keberatan saya. Belum ada tanggapan sih. Mungkin yang bersangkutan sedang tidak aktif.

Selain itu saya juga perlu melakukan antisipasi . Daripada di kemudian hari saya yang dianggap sebagai melakukan pengambilan gambar tanpa ijin, saya pikir lebih baik saya klarifikasi segera. Sehingga setidaknya para pembaca tahu, bahwa saya tidak melakukan itu. Jadi tulisan ini dimaksudkan untuk klarifikasi.

Suami saya hanya mengatakan bahwa itu adalah akibat saya  tidak membubuhkan nama pada setiap foto yang diupload, jadinya dimanfaatkan oleh orang lain. Yaah..itulah pelajarannya. Jika kita tidak membubuhkan nama, maka kejadian ini mungkin saja menimpa. Ya bener juga!. Padahal suami saya sudah berkali-kali mengingatkan. Lindungi hasil karyamu sendiri! Lindungi hasil karyamu!. Tapi saya kadang malas menuliskannya. Dan padahal saya juga sudah pernah menuliskan pengalaman buruk saya yang lain gara-gara saya tidak membubuhkan identitas pada foto-foto saya di sini.

Saya hanya berdoa, bahwa itu hanya karena ke”tidak ngeh”an pemilik blog itu bahwa mengambil gambar orang lain dan memberi nama seolah milik sendiri, perlu tata krama. Mudah-mudahan bukan sesuatu yang disengaja.

17 responses »

  1. saya nggak selalu membubuhkan nama pada foto di blog. ya liat2 juga sih kalo fotonya ‘rada bagus’ (hehe) atau memuat benda khas/lokasi ikonik dari suatu tempat, baru deh saya bubuhi watermark.

  2. dianya mungkin naksir berat sama photo pakisnya, tapi mau minjam belum tahu caranya, tapi kenapa di kasih namanya sendiri ya?, mudahan segera dapat respon dari yang bersangkutan.

  3. Tergantung orangnya juga sih Mbak. Kalau memang masuk kategori yang gak sopan, meskipun foto kita sudah diberi watermark, tetap saja bisa bagian yang ada watermark-nya di-crop 😦

  4. Kemungkinan besar orang-orang ga bakal nyangka kalo Bunda yang ngambil sih, soalnya secara logis, masa iya Bunda ‘mencuri’ foto berwatermark kemudian dipost lagi dalam keadaan polos? Watermark itu kan sulit dihilangkan, butuh waktu lama, software khusus desain, dan kemampuan yang teliti juga. Untuk apa repot-repot menghapus watermark foto ‘curian’?

    Semoga orang-orang peka dengan dua foto yang sama, dan yang diwatermark yang sudah pasti bukan yang asli.

    Oh ya, semoga pemilik tulisan yang disebutkan di atas segera merespon Bunda ya.

  5. Paling sebel kalo ada orang yg nyuri foto. 😦 padahal foto itu dilindungi hak cipta nya sejak pertama kali diterbitkan di blog lho. Tp emang banyak org yg ignorant atau simply gak tau etika.

    Ngasih watermark juga gak menjamin. Udah ada banyak kejadian di blogger2 lain yg fotonya Udh di wm tapi ttp aja dicuri dan wm nya diedit.

  6. Aku juga kadang malas bikin watermark krn aku sering upload byk foto2 dan bikin watermark makan waktu😳 . Fotoku pernah diambil, yg punya blog ga bisa dihubungi krn komentar ditutup, tdk ada ibfo pemilik blog, ga ada emailnya, ya sutralah diiklaskan ..

  7. aku kalau sempet kasih watermark..tp kebanyakan gak dikasih watermark. blm pernah lihat foto sy dipakai orang, kalau tulisan dicopas lembaga resmi pernah, tapi ya sudah lah🙂

  8. Tenang saja Mba. kalau misalkan sampai si “pencuri foto” mempermasalahkan di kemudian hari, bisa dicek dari jejak digitalnya kok. Kan forensik digital bisa dilakukan untuk membuktikan hal ini. Hehehe. Jadi saya ga pernah berusaha kasih watermark sekarang.😀

  9. Wah, kejadian juga ya Mbak…
    Sekarang saya biasa memberi tanda pada setiap foto yang saya upload. Itu juga baru saya lakukan setelah membaca posting Mbak sebelumnya yg berisi perlunya memberi watermark itu.
    Memang bisa saja sih foto yg kita sudah beri watermark itu di crop juga. Tapi minimal kita sudah berusaha melindungi karya kita sendiri…

    Salam,

  10. Aku pernah menggunakan foto Mbak Dani yang ini. Tapi gak ngaku-ngaku sih, dan kasih kredit kepada pemiliknya. Sebelum rajin kasih watermark aku juga mengalami hal yang sama Mbak. Sekarang setelah diberi watermark eh gak ada yang mau pakai. Padahal kalau mereka pakai yg sudah bertanda itu kan bagus juga untuk promosi blog saya ya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s