Situ Gunung: Keaneka-ragaman Tumbuhan.

Standard

Mengajak Anak Mengamati Tanaman.

Jalan menuju ke Situ Gunung berada di tengah hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  Yang namanya hutan, tentu saja banyak jenis tanaman tumbuh di sana. Mulai dari pepohonan besar, perdu, semak, hingga rumput bahkan jamur dan lumut pun ada di sana.

Pohon Damar di Situ Gunung, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Pohon Damar di Situ Gunung, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Ini bagian yang paling menyenangkan bagi anak saya yang besar. Ia suka mempelajari tanaman. Sambil berjalan, sayapun sibuk menjelaskan, beberapa jenis tanaman liar yang berhasil saya kenali *tentu saja yang tidak mampu saya identify lebih banyak lagi jumlahnya*.  Saya mulai dari pohon Damar (Agathis alba) yang batangnya sangat besar-besar lebih dari sepelukan orang dewasa dan menjulang sangat tinggi. Bisa saya katakan, pohon damar ini adalah pembentuk hutan di kawasan Situ Gunung ini.

Getah damar keluar dari luka di kulit batang pohon damar. Jika dibiarkan terkena udara sejenak, akan membeku dan mengeras mirip kristal.

Getah damar keluar dari luka di kulit batang pohon damar. Jika dibiarkan terkena udara sejenak, akan membeku dan mengeras mirip kristal.

Menurut cerita seorang tukang ojek yang ada di sana, pohon-pohon damar ini telah ditanam sejak jaman Belanda. Dulunya ditanam untuk diambil getahnya yang disebut Resin  dan diperdagangkan sebagai bahan baku  berbagai industri.  Cukup menyenangkan bisa mengamati batang pohon damar ini untuk mencari-cari getahnya yang sudah kering dan mengeras.

Pohon besar berikutnya yang ada di sekitar danau adalah pohon Pinus (Pinus merkusii),  pohon yang selalu menjadi pertanda suhu yang dingin.

Pohon Palem di tepi danau / Situ Gunung

Pohon Palem di tepi danau / Situ Gunung

Lalu ada beberapa jenis pohon-pohon palem di sana. Termasuk di dalamnya pohon palem  kelopak merah  seperti yang banyak diperjual-belikan di tukang tanaman.

Pakis Monyet yang menawan

Pakis Monyet yang menawan

Lalu ada banyak sekali tanaman pakis monyet (Cibotium sp), seperti yang sedang marak diperjualbelikan dengan harga mahal. Saya merasa sangat bersyukur, tanaman ini tumbuh di kawasan Taman Nasional yang dilindungi, kalau tidak tentu sudah dibongkar dan diperdagangkan orang ke kota-kota besar.

Lalu ada berbagai jenis tanaman pakis yang tentunya berdaun sangat indah. Saya sangat senang memperhatikan bentuk daunnya yang beragam.

Yang sangat menarik adalah mengamati pohon kadaka yang tumbuh di habitatnya yang alami di dalam hutan. Ada yang hidup di batang-batang pohon yang besar, ada yang tumbuh pada liana yang  mirip tali-tali rambatan hutan, ada yang tumbuh bertingkat di atas dahan yang sama. Terlihat sangat artistik.

jamur kayuDi sebuah batang pohon yang mati saya juga melihat jamur tumbuh di sana. Lalu ada lagi jenis tanaman Kaliandra yang berbunga merah, jahe-jahean dan tentunya berbagai ragam tanaman lain lagi.

 

Juga tanaman berbuah yang cukup menjadi penyangga kehidupan berbagai mahluk yang ada di dalamnya.

Di dasar hutan, tentunya tumbuh juga berbagai rumput dan tanaman berbunga yang juga sangat menarik.

Berjalan-jalan di hutan dan mengajak anak berdiskusi tentang tumbuh-tumbuhan, memberi peluang kepada anak untuk mengenal tumbuhan, kegunaannya bagi manusia dan lingkungan sekitarnya dengan lebih cepat.

 

13 responses »

  1. saya sering ketemu pakis seperti foto diatas,
    baru tau kalau namanya pakis Monyet, tak kirain namanya pakis hutan,
    itu pakis yang batangnya sering dibuat karya seni itu kan bu?

  2. Senang sekali baca tulisan Mbak Dani kalau ada nama pohonnya. Besok-besok untuk refrensi soalnya. Wah Situ Gunung eksotis juga untuk ekplorasi ya Mbak. Kapan2 pengen juga datang ke sana🙂

  3. Beruntung banget anak-anak Mbak Dani punya ibu yang banyak tahu mengenai tanaman dan binatang, jadi bisa belajar langsung di alam. Lain kali kalau ke alam lagi ikutan dong Mbak, biar anak-anakku juga bisa ikut belajar 🙂

    • ha ha.. sebenarnya nggak banyak tahu juga, Pak Krish. Paling hanya tahu sedikit-sedikit tanaman yang memang sering saya lihat dan menarik perhatian saya saja. lebih banyak yang nggak tahu juga sih Pak.
      Ya…mungkin seperti ibu-ibu yang lain, prinsipnya kan walaupun punya cuma sedikit, tahu cuma sedikit..tapi saya memang selalu berusaha memberikan apa yang saya punya dan saya tahu dengan optimal dan sebaik-baiknya kepada anak-anak, dengan harapan ia kelak bisa jauh lebih berpengetahuan dan memiliki kwalitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan orangtuanya..
      Ayo pak Krish.. jalan-jalan ke alam bersama anak-anak.

  4. wah keren foto-foto dan pengalamannya. Kemarin waktu mampir di Cemoro Kandang Gunung Lawu juga liat lutung naik ke warung2 persinggahan pengunjung. Sayang cuma bawah kamera HP…kasihan ya

  5. Pengin banget gabung Jeng Dani jalan-jalan di alam nih….kekayaan flora tiada tara. Lihat pakis monyet di habitat asalnya menyenangkan ya Jeng. Salam hangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s