Burung Bondol Yang Kembali Ke Alam Bebas.

Standard

Burung Pipit merahSabtu siang saya sedang mengamati kupu-kupu bersama anak saya yang kecil. Suami saya menyusul dan ikut sibuk membidikkan kameranya ke arah pohon keluwih yang tumbuh di seberang. “Wah..burung apa itu? Merah!” serunya. Saya pun  melihat ke arah yang ditunjuk suami saya.

Benar seekor burung kecil sebesar pipit tampak hinggap di dahan pohon itu. Tampangnya mirip pipit. Tapi berwarna merah. Sayang posisinya agak jauh dan sulit dilihat dengan mata minus saya. Sehingga yang saya lihat hanya warna merah kecil nongkrong di sana.

Wow! Amandava amandava!” teriak saya sok tahu. Seketika bersemangat. Saya benar-benar ingin melihat burung Amandava ini dari dekat.  Amandava amandava, adalah burung pipit berwarna merah padam dengan bintik-bintik putih serta sayap dan ekor kehitaman. Nama lainnya adalah Burung Pipit Benggala. Walaupun banyak sumber mengatakan bahwa Burung Pipit Benggala ini ditemukan juga di tanah air, namun terus terang saya belum pernah melihatnya. Terakhir saya melihatnya di ladang-ladang di daerah pedesaan di Bangalore, tak jauh dari wilayah Andra Pradesh India ketika tahun yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke sana. Terbang berduyun-duyun di semak-semak di tepi ladang di sore hari menjelang malam.

Burung Bondol merah 1Burung yang jarang terlihat!”. kata saya.

Melihat wajah saya yang sangat meyakinkan, suami sayapun dengan sangat semangat memotret burung pipit berwarna merah itu. Ada sekitar 250 photo shoot dari burung pipit merah ini diambilnya dengan kecepatan tinggi dalam waktu kurang dari 6 menit. Sebelum akhirnya burung itu terbang lagi. Wah..hebat sekali suami saya!.

Amandava amandava!

Pasti ia menyangka apa yang saya katakan tentang binatang selalu benar. Ia tentu berpikir bahwa dokter hewan selalu tahu segala hal  tentang binatang. Padahal kenyataannya tidak selalu begitu. Inilah salah satu contohnya.

Ketika saya men’zoom’ foto hasil jepretan suami, saya mulai meragukan penglihatan saya.  Amandava amandava  yang saya tahu dan lihat di India  bukan begini. Warna merahnya berbeda. Sangat kurang kuat. Setahu saya Amandava amandava berwarna merah padam yang bercahaya.  Yang ini kok warna merahnya terasa mendem ya.. Hmmm..

Burung Bondol merah 2Lalu biasanya Amandava amandava juga berbintik-bintik putih. Ini tidak ada bintik-bintiknya. Malah sayap dan ekornya berwarna coklat pudar. Kok begini ya? Rasanya ada yang salah ini.  Ini kelihatannya bukan Amandava.  Tapi burung apa ya? Saya mencoba mengingat-ingat burung apa yang kira-kira berwarna merah pudar begini. Namun tidak berhasil.

Melihat keraguan saya, anak saya ikut mendekat dan melihat. “wah! Itu sih kayanya burung pipit yang dikasih warna, Ma! yang suka dijual di depan sekolah sekolah” komentar anak saya. O ya.. benar juga! Sekarang saya ingat. Di Bintaro ini beberapa kali saya pernah melihat pedagang burung menjajakan anak-anak burung pipit yang dikasih warna warni untuk menarik perhatian anak-anak kecil. Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Pink dan sebagainya. Mungkin burung ini sempat tersekap dalam kandang buatan manusia, lalu entah dengan cara apa berhasil meloloskan diri dan terbang kembali ke alam bebas.

Tak lama kemudian burung itu kembali datang mengunjungi rumput gelagah tak jauh dari tempat kami berdiri. Datang bersama dengan rombongannya, para burung Bondol Haji. Ohh..kemungkinan besar, burung pipit merah itu sebenarnya adalah Burung Bondol Haji yang dicat.

BondolHajiItulah sebabnya, ketika ia di alam bebas,  ia pulang kembali ke keluarga atau kelompoknya yakni Burung Bondol Haji.  Bukan pulang ke kelompok Burung Pipit ataupun Burung Peking yang juga ada banyak di situ. Naluri membawanya kembali pulang ke keluarganya.

Kini saya mengerti, mengapa ekor dan sayap burung ini berwarna coklat kemerahan. Karena warna coklat kemerahan itu memang warna yang dimiliki oleh burung Bondol Haji (Lonchura maja).  Hanya saja leher,dada dan kepala burung ini berwarna putih, sehingga memudahkan bagi pedagang burung untuk memberinya warna merah, pink, jingga, hijau,kuning dan sebagainya sesuka hatinya.

Bagi yang ingin tahu bagaimana wajah burung Bondol haji yang sesungguhnya,   bisa melihat gambar burung-burung di atas  ini. Beginilah tampang burung ini jika tidak dicat. Lebih cantik apa adanya, bukan?

Wah…mengidentifikasi burung, ternyata bisa juga dilakukan dengan melihat kelompok burung yang hidup bersamanya.

 

 

 

 

14 responses »

  1. saya mbayangin burung itu digenggam trus dicelupin ke dalam cairan pewarna, plung. Cukup 1 detik langsung berubah warna bulunya. wew seremmm kasihan burungnya

  2. nah kalau ini warna merahnya pasti asli ya bun. Yang biasa saya temui dijalan ada yang menjual buruh warna merah tapi dicat. kasihan sekali burungnya

  3. Klo benar warna burungnya seperti gambar pertama, wooow bagus sekali…..

    Tapi saya juga kepikiran, jangan2 burung pipit yang diwarnai si abang penjual burung di sekolah sekolah SD”

  4. Saya sering merasa ngga tega kalo burung pipit diperjual-belikan apalagi diwarnai terlebih dahulu. Mending kalo dipelihara dengan baik sama yang beli. Biasanya malah burungnya mati ngga karuan.

  5. Wah ketipu ya Mbak 😀
    Heran itu para pedagang koq masih ada aja yang tega mewarnai burung dan ayam, juga cangkang kelomang. Memang jadi menarik, khususnya buat anak-anak, tetapi kan menyiksa binatangnya 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s