Bali: Mengunjungi Lagoon BTDC, Nusa Dua.

Standard

Lagoon BTDCCuti dan pulang kampung! Adalah hal yang paling menyenangkan buat siapa saja. Termasuk saya.  Banyak acara yang ingin dilakukan. Mulai dari bertemu keluarga, teman-teman, upacara, hingga urusan hobby. Namun kali ini saya ingin memfokuskan diri dalam melihat-lihat burung-burung yang ada di alam. Jadi jauh-jauh hari sebelumnya saya sudah membuat rencana dengan adik bungsu saya untuk mengunjungi beberapa tempat yang menurut kami mudah melihat burung, antara lain  Hutan Mangrove Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, Dam Estuary Tukad Badung, Petulu, Pulau Serangan, Nusa Penida dan sekitar area Tanah Lot. Namun dalam perjalanannya, tidak semua tempat di dalam list itu bisa kami kunjungi. Dan bahkan, ada sebuah tempat yang tiba-tiba diusulkan oleh adik saya yang tidak ada di dalam list sebelumnya yakni: Lagoon BTDC, Nusa Dua Bali.

Lagoon BTDC (Bali Tourism Development Corporation), atau Laguna BTDC  adalah tempat pengolahan limbah cair (toilet, kamar mandi, kolam renang, pendingin ruangan, laundry, cuci piring, dapur, dan sebagainya) dari hotel-hotel di areal BTDC Nusa Dua. Limbah cair ini disalurkan menuju Lagoon dan diolah dengan menggunakan Waste Stabilization Pond – pengendapam, oksidasi dan filtering – yang kemudian menghasilkan air re-cycle (daur ulang)  yang siap digunakan untuk  menyiram tanam-tanaman dan rumput di taman-taman di sekitar hotel maupun lapangan golf. Karena di kolam ini banyak ditabur ikan-ikan mujair yang dimanfaatkan sebagai indikator biologis utuk mengetahui perubahan kualitas air, maka ribuan burung-burungpun berdatangan untuk berburu ikan-ikan yang banyak berkerimit di kolam itu.

Mengetahui bahwa burung-burung adalah mahluk yang aktif di pagi hari, maka pagi-pagi sekali saya dan adik saya pun berangkat ke sana. Sungguh sangat takjub melihat ribuan burung-burung beterbangan di atas kolam. Ada yang hinggap di ranting-ranting pohon yang bayak tumbuh di pulau-pulau kecil di dalam lagoon, ada yang terbang melayang-layang, ada yang terbang  menyeberangi kolam, ada yang menyambar ikan, ada yang berenang dan ada yang menyelam. Waduuuh banyaknya. Ini benar-benar surga burung. Ada berbagai jenis burung air di situ, mulai dari bangau putih kecil dan besar, kuntul kerbau, pecuk sawah belang, pecuk sawah hitam, pecuk ular, itik liar, trinil, dan sebagainya. Bahkan di sore hari sayapun masih bisa melihat burung kowak juga di sana.

Burung Kuntul Putih Besar (Egretta alba).

Burung Kuntul KerbauBurung Kuntul Putih Besar alias  Great White Heron  (Egretta alba), atau disebut juga dengan nama Burung  Bangau Putih, saya lihat mendominasi permukaan lagoon pagi ini.  Ukurannya agak sedikit lebih besar dibandingkan dengan burung-burung bangau yang lain. Tak terhitung  jumlahnya. Kebanyakan berdiri di pinggir lagoon sambil menunggu ikan mendekat. Sebagian ada juga yang sibuk terbang mengejar ikan yang moncongnya muncul di permukaan. Sambil terbang ia meluruskan kakinya dan menekuk lehernya.  Sangat senang melihat kesibukannya. Warnanya yang putih bersih tampak berkilau di udara pagi.

Burung ini memang memiliki warna bulu tubuh yang putih dari ujung kepala, leher, badan, sayap hingga ekornya. Jika musim kawin, ada bulu panjang hias muncul di tengkuknya yang membuat burung ini menjadi tampak sangat artistik. Lehernya jenjang,kakinya panjang berwarna hitam kelabu.  Kakinya sedikit berselaput.Paruhnya berwarna kuning yang membedakannya dari jenis burung bangau yang lain.

Burung Kuntul Kecil(Egretta garzeta)

Burung-Burung Air di Lagoon 2Burung ini sepintas lalu terlihat sama dengan burung Kuntul Besar. Namun jika kita perhatikan, sebenarnya ukurannya sedikit lebih kecil dan paruhnya juga berwarna hitam. Bukan kuning.

Bulunya sama dengan burung Kuntul Besar,dimana dari ujung kepala,leher, tubuh, sayap dan ekornya berwarna putih bersih. Namun kaki dan paruhnya berwarna hitam kelabu.

Burung bangau kecil ini juga tampak sangat sibuk di pagi  hari. Beterbangan ke sana kemari, sibuk menyambar-nyambar di atas permukaan air lagoon. Beberapa ekor tampak sukses. Berhasil menyambar ikan yang ukurannya ternyata cukup besar juga. Sisanya saya lihat sedang berdiri sabar menunggu ikan lewat di pinggir Lagooon atau menclok di batang pohon. Jumlahnya tidak kalah dengan Burung Bangau besar.

Burung Pecuk Sawah (Phalacrocorax).

Pecuk Padi BelangSelain jenis burung-burung bangau, saya juga melihat banyak jenis burung Pecuk di sana. Yang paling dominant adalah Burung Pecuk Sawah Belang atau disebut juga dengan Burung Pecuk Padi Belang atau Cormorant belang (Phalacrocorax melanoleucos),  yang jumlahnya  sangat banyak memenuhi lagoon ini.

Paling mudah melihatnya ketika mereka bertengger di pucuk-pucuk pohon dan bergerombol. Saking banyaknya bertengger di cabang pohon, saya malah berpikir bahwa pohon-pohon di tengah lagoon itu terlihat seperti sedang berbuah burung.

Burung Pecuk Padi Belang ini, memiliki mahkota, leher bagian atas, punggung, sayap dan ekor yang berwarna hitam. Namun bagian depannya,mulai dari wajah, leher depan,dada dan perut berwarna putih.

Selain yang belang, ada juga beberapa burung pecuk sawah biasa yang berwarna hitam (Phalacrocorax sulcirostris). Jumlahnya tidak sebanyak yang belang. Tampak beristirahat bersama-sama dengan jenis Pecuk Belang.

Burung Cangak Merah (Ardea purpurea).

Cangak MerahCangak ini berukuran sangat besar dan panjang. Hanya terlihat beberapa ekor. Namun karena ukurannya yang besar dan tampilannya yang berbeda, membuatnya menjadi  cukup menarik perhatian saya juga.

Burung ini tampak beberapa kali melintas terbang di sisi lagoon yang agak jauh dari posisi saya berdiri, sehingga  agak sulit memotretnya dengan jelas. Ada juga yang saya lihat sedang berdiri di pucuk pohon kersen menghadap ke timur, seolah sedang menyongsong matahari pagi.

Burung Cangak Merah,alias Purple Heron (Ardea purpurea), sebenarnya warna keseluruhannya adalah abu-abu kemerahan. Iris matanya berwarna kuning. Pada lehernya terdapat garis merah yang khas,  yang membuat kita mudah mengenalinya sebagai Cangak Merah. Paruhnya berwarna coklat kekuningan. Kakinya berwarna coklat kemerahan.

 Burung Raja Udang Biru Putih (Halcyon diops)

Raja Udang BiruBurung pemangsa ikan, udang dan katak  lainnya yang menarik perhatian saya lagi adalah jenis Burung Raja Udang alias  Cekakak.  Menurut keterangan salah seorang karyawan Lagoon yang sedang bertugas di sana, sebenarnya ada sekitar 5 jenis burung raja udang yang berhabitat di lagoon itu. Namun yang sempat saya lihat pagi itu adalah jenis Burung Raja Udang Biru Putih (Halcyon diops).

Awalnya agak sulit terlihat, namun karena suara kencangnya yang mirip orang tertawa ngakak (mungkin itulah sebabnya mengapa jenis burung ini disebut juga  dengan Cekakak), sayapun mendongakkan kepala ke arah pohon kayu pinis darimana suaraitu berasal. Lalu dengan cepat adik saya mengidentifikasi 2 ekor burung cekakak yang baru saja bertengger di sana. Sayang sekali yang seekor terbang masuk ke dalam belukar  mangrove yang ada di dekat lagoon itu.

Burung itu sangat menarik. Memiliki bulu tubuh bagian depan (pipi, leher, dada, peraut berwarna putih bersih. mahkota kepala dan punggung serta sayapnya berwarna biru terang. Ekornya berwarna biru gelap. Sangat kontras warna biru-putihnya di terpa sinar matahari pagi.

Cek kaaak kaaak kaaak kaaak kak…

Burung Kowak Malam (Nycticorax nytcicorax)

Burung KowakMenjawab rasa penasaran Mbak Monda, maka saya coba memasukkan di sini photo Burung Kowak malam yang juga banyak ada di lagoon dan aktif pada malam hari. Namun karena saya tidak menguasai  teknik  memotret yang baik, maka  gambar Burung Kowak ini jadi kabur dan tidak jelas.

Burung-burung Kowak ini saya temukan dalam jumlah yang sangat banyak pada saat saya datang kembali berkunjung ke Lagoon pada sore hari. Mereka terbang di permukaan Lagoon. dan sebagian lagi beristirahat di cabang-cabang pohon yang mana di pagi harinya, cabang-cabang pohon itu dikuasai oleh burung bangau.  Di sana bergabung antara Kowak  Malam muda yang berwarna coklat lurik, Kowak  Malam dewasa yang berwarna putih kelabu  dan bahkan juga Kowak Merah yang berwarna putih kemerah-merahan.

 

 

 

 

17 responses »

  1. biasanya semangatnya jadi terisi kembali setelah mudik,
    burung pecuk itu hinggapnya unik ya bu, diujung dahan,
    kalau foto diatas kesannya si pecuk lagi menikmati alam🙂

  2. Laguna BTDC jadi catatan Jeng, untuk belajar pengelolaan limbah. Setiap menikmati postingan dunia burung di sini selalu takjub Jeng….dibuat buku pasti banyak yang terbantu.
    Salam

  3. Wah Mbak Dani baru pulkam nih ceritanya, atau malah masih di Bali hari ini Mbak?
    Sama seperti Bu Prih, aku catat juga Laguna BTDC, siapa tahu bisa suatu waktu bisa mampir buat latihan motret burung 🙂

    • ya Pak Chris… kebetulan ada urusan kerjaan sedikit di sana,langsung sekalian ngabil cuti…Sekarang sudah balik kembali ke Jkt Pak Chris.
      Ya..tempatnya menarik untuk melihat burung, tapi ya..mesti kuat-kuat menahan nafas…karena namanya juga tempat pengolahan limbah..

  4. adik kakak punya hobby yang sama mbak?
    senangnya jadi bisa saling berbagi info
    pengolahan limbah jadi bawa berkah buat burung ya,,

    mujair jadi indikator kualitas air…, bisa ditambahin lagi infonya mbak..

    aku penasaran burung kowak mbak.. mana ya..

    • Ya, Mbak. Nggak sama persis sih..tapi mirip. Kebetulan adik bungsu saya suka memotret. Tapi biasanya ia lebih banyak fokus ke Macro-Photography, sedangkan saya bisanya cuma memotret pakai tombol Auto. dan kebetulan juga dia suka melihat burung-burung juga….jadi klop deh.
      Burung Kowak mirib bangau Mbak, tapi lehernya lebih pendek. Ntar aku coba cariin photonya..barangkali ada yang cukup jelas. Soalnya waktu itu aku motretnya sudah sore menjelang malam. Sudah agak nggak jelas. Ntar kalau ada aku upload deh Mbak..

  5. Ya ampun Mbak Dani, keren-keren banget burung-burung itu. Dan yang paling menyenangkan dari blog ini adalah Mbak Dani selalu tahu nama hewan atau tumbuhan yang ditulisnya🙂

  6. Jadi makin mupeng pengen ke Bali, Mbaaaak😀

    Hebat ya, dari limbah yang mengarah ke laguna bisa difilter trus jadi bersih, malah bisa buat nyiram rumput dan pohon pulak. ^^

    Burung kuntul suka main di ladang ku Mbak, karena agak deket sama habitat mereka di Danau Cinta. Pasti ngga mau pulang deh kalo aku main ke Lagoon BTDC :p

  7. waaaw keren bangat BTDC ini, bisa jalan-jalan menikmati banyak burung sekaligus bisa melihat cara pengolahan air limbah… *catat dulu smg suatu saat bisa kesana🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s