Pilih Pilih Bekul, Yang Didapat Buah Bidara.

Standard

Buah Bekul (Bidara) 1Jika kita mendengarkan percakapan orang tua di Bali, terkadang kita mendengar ada pepatah “Pilih pilih bekul, patuh dogen ane bakat” terselip. (terjemahannya: Pilih-pilih buah bekul, sama saja yang didapat).  Atau kadang-kadang  pepatahnya  menjadi agak lebih lengkap ” Pilih-pilih bekul, bakat buah bangiang“. (terjemahannya: pilih-pilih buah bekul, yang didapat malah buah bangiang).Kedua pepatah itu mengandung kiasan yang sama yakni ” Terlalu pemilih, toh akhirnya yang didapat sama saja buruknya, atau malah lebih buruk lagi”.

Itu adalah nasihat orang tua, agar kadang-kadang kita jangan terlalu banyak membuang waktu untuk memilih jika yang dipilih kurang lebih sama kwalitasnya.  Toh bedanya tidak terlalu jauh. Konon bekul (buah bekul) itu kurang lebih sama saja satu sama lain, jadi yang manapun yang kita pilih…ya..kurang lebih samalah rasanya. Itulah sebabnya, percuma saja membuang waktu terlalu lama untuk memilih, toh ujung-ujungnya yang didapat sama saja.  Don’t be too picky!

Buah Bekul (Bidara) 2Kadang-kadang bahkan jika kita terlalu ‘picky’ malah bisa saja yang didapat justru buah bangiang, yang lebih buruk lagi dari yang diharapkan.

Saya sudah sangat paham akan maksud pepatah itu sejak kecil. Sehingga jika ada tetua atau kakak yang mengucapkan pepatah itu, saya tidak akan berani lagi membuang-buang waktu untuk memilih. Harus cepat mengambil keputusan. Tanpa ba bi bu lagi, dengan cepat segera ambil satu dan tak berani menoleh atau berpikir lagi.  Namun masalahnya adalah, saya tidak tahu yang manakah yang dimaksud dengan buah bekul atau buah bangiang itu.  Dua duanya saya tidak tahu.Saya belum pernah melihatnya, hingga siang itu di Lagoon BTDC Nusa Dua.

Saat sedang melihat-lihat burung di hutan mangrove di tepi Lagoon, pandangan saya tertumbuk pada sebuah semak mirip pohon apel, namun berduri. Daun dan batangnya mirip apel, demikian juga buahnya. Mirip apel kecil-kecil. Rasanya saya pernah melihat buah sejenis itu dijajakan di pinggir jalan di Hanoi. Ah! Tapi apa mungkin ya, buah yang sama? Saya mencoba menepis rasa sok tahu saya. Lalu sayapun bergumam “ Pohon apa ini ya?“. Saya tidak berhasil mengidentifikasinya.

Buah Bekul (Bidara) 3“Pohon bekul!” kata adik saya. Hah?! Jawaban adik saya membuat saya terperanjat. Bagaimana ia bisa lebih tahu tentang tanaman liar dibanding saya? Agak aneh. Biasanya saya yang lebih tahu. Saya merasa saya lebih penjelajah alam liar dibanding adik saya. “Ya! Tapi itu waktu kita kecil di Bangli. Saya kurang menjelajah waktu kecil. Tapi setelah di Denpasar, saya menjelajah lebih banyak. Dan karena pohon ini lebih banyak hidup di Badung, Kuta, dan sepanjang Jimbaran, jadi saya lebih tahu” kata adik saya. Saya pikir ia ada benarnya juga.  Buktinya ia yakin sekali akan pohon itu. “Kalau gitu bisa dimakan dong buahnya?”tanya saya.   “Bisa. Coba aja!” katanya. “Nggak mau ah! Takut mati” kata saya.

Rasanya agak kurang manis. Sepet dan agak asem. Makanya ada pepatah ‘pilih-pilih bekul’. Yang manapun yang dipilih ya..rasanya tetap begini. Mau yang muda tau yang tua , rasanya mirip-miriplah” katanya. Adik sayapun memetik  sebuah lalu menggigitnya. Saya menunggu,melihat dan memastikan tidak terjadi apa-apa pada adik saya. Melihat ia tenang-tenang saja, akhirnya sayapun ikut memetik sebuah dan memakannya.

Memang benar, rasanya agak asem dan sepet. Lumayan juga sih dimakan di siang hari yang terik. Enaknya mungkin dirujak ya.

Buah Bekul (Bidara) 4Sepulang dari lagoon maka sayapun mulai melakukan searching di internet dan ketemu bahwa buah bekul ini memang umum dimakan. Nama lainnya adalah Chinee Apple, Indian Plum, Jujube  (Ziziphus mauritania). Dan saya baru nyadar,banyak juga buah bekul yang dikeringkan dijual di negara negara lain dan kadang-kadang saya memang memakan dan membelinya. Tapi asli, saya sungguh tidak tahu namanya sebelumnya. Paling banter ada pedagang  yang pernah bilang itu  small plum. Dan rupanya bahasa Indonesianya adalah Bidara. Ya ampuuun! Saya sering mendengar nama Bidara, tapi malah tidak tahu kalau pohon Bekul itu sama dengan pohon Bidara.

Nah, sekarang  setelah melihat sendiri pohonnya dan juga mendapatkan informasi dari adik saya dan  Wiki, bertambahlah pengetahuan saya hari ini.

Pilih pilih buah Bekul, eeh..ketemunya buah Bidara!.  Sama saja!.

 

21 responses »

  1. Emang enak dimakan ??? Kayak nya rada2 rasa nya. Btw mmg kalo kebanyakan pertimbangan dan pilihan bakal jadi bimbang dan hasil nya juga ngak CETAR … Mending pilih dengan keyakinan Bismillah😉

  2. Jadi nama tempat Bidara Cina, jangan2 berasal dari Bekul ini ya Mbak.. Thanks atas tulisannya, jadi nambah pengetahuan lagi saya

  3. Don’t be too picky! -> aku setuju banget ini, Mbak.. Memang dalam hidup harus selalu memilih ya tapi jangan sampe waktunya terbuang percuma hanya karena kelamaan memilih. Heheh..

    Buah Bidara? Baru kali ini denger, Mbak.. Keknya di sini ngga ada. Masih hijau gitu ngga papa dimakan, Mbak?

  4. jadi asala nama kelurahan Bidara Cina di kp melayu itu dari buah ini ya
    munhkin di sana dulu banyak pojon bidara ya.,, aku belum pernah lihat pohonnya mbak

  5. Tak hanya aneka burung, buah bekul alias bidara pun didapat dari blusukan ya Jeng. Sementara ini sudah ada pemanfaatan untuk manisan atau sejenisnyakah Jeng?
    Salam

  6. Karena besar di denpasar saya pun mengetahui pepatah bali itu Ade….tapi saya pun baru ngerti buah bekul itu kayak gitu bentuknya…thanks my friend…tulisannya simple tapi sarat makna

  7. kalau di tempat saya malah dimodifikasi peribahasanya, pilih-pilih tebu oleh bonggol. Maksudnya pilih-pilih tebu agar dapat yang manis malah dapat bonggol yang tidak ada rasanya

  8. Hehe.. saya malah baru dengar nama pohon / buah bekul ini.. klo bidara pernah dengar tapi sama2 gak pernah lihat… trimakasih infonya, mbak Dani🙂

  9. Sy bersyukur krn punya memory yg lumayan banyak dg buah ini. Gak hny beli dr warung deket rumah sj, tp jg berburu sampai ke Benoa, Suwung, Mertasari, Semawang bahkan sampai ke Legian. Bekul paling cocok dcocolin sama uyah tabya sera. Kemecer!!!
    Kdg kalau jalan2 ke Kuta Selatan masih suka brenti kalau ketemu sosok pohonnya dan berusaha cari buahnya yg sdh kekuningan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s