Kuta: Pagi Hari Yang Damai.

Standard

Pantai KutaSaya menghadiri sebuah acara  yang diselenggarakan di Hotel Mercure di Kuta, Bali. Tiba dari Jakarta sudah agak malam, dan hotel sangat penuh. Namun beruntung saya masih mendapatkan sebuah kamar suite yang lumayan nyaman. Karena sudah gelap, saya tidak terlalu memperhatikan lingkungan sekitarnya. Masuk ke kamar, mandi dan langsung tidur.

Besok paginya saya baru nyadar,  rupanya kamar saya letaknya di lantai paling atas gedung. Saya bergegas keluar kamar. Wow! Pemandangan di luar indah sekali!

Dari ketinggian, saya bisa melihat lepas ke laut pantai Kuta yang berwarna biru dan terlihat masih tenang dan sepi di pagi hari. garis putih ombak terlihat di kejauhan. Angin pantai berembus sangat sejuk. Rasanya seperti berada entah di mana.  Saya melihat ke sekeliling. Di samping kamar saya terdapat sebuah spa  dan kolam renang serta kursi untuk duduk dan bermalas-malasan. Benar-benar sebuah tempat yang menyenangkan untuk berlibur dan bermalas-malasan.

Burung Jalak Kerbau (Achridoteres javanicus).

Burung JalakDi dekat kolam renang, ada beberapa bangunan yang beratap genteng dengan benoh dan hiasan atap tradisional Bali yang meninggalkan silhouette yang menarik. Saya mendongak  ke arah matahari terbit.  Walaupun sebenarnya matahari belum tampak karena terhalang oleh atap bangunan-bangunanan itu.

Rupanya sekawanan burung Jalak  Kerbau juga terlihat menyongsong matahari di atas atap. Burung-burung berbulu hitam dengan ukuran sedang ini tampak pada berdiri berbaris dan termangu menghadap ke arah matahari terbit. Jumlahnya sangat banyak. Apa yang mereka lakukan?  Berjemurkah?

Untuk beberapa saat mereka nyaris hanya diam dengan muka diarahkan kepada matahari. Seolah sedang melakukan doa pagi. Namun beberapa saat kemudian, satu dua mulai terlihat menoleh ke arah lain, dan saya mulai bisa mengenali paruhnya yang berwarna kuning. Lalu mereka berkicau dengan ramai. Suaranya sangat merdu dan nyaring, terasa seperti memperdengarkan orkestra pagi kepada saya, sebelum akhirnya satu per satu mereka terbang entah kemana.

Pemandangan pagi yang sangat memukau. Seperti menonton wayang.

Burung Cerukcuk (Pycnonotus goiavier).

CerukcukBurung ini termasuk salah satu yang sangat banyak bertengger di ujung-ujung genteng hias atap bangunan di hotel itu.

Sangat mudah mengenalinya dari jauh, karena burung ini selalu datang berpasang-pasangan. Nyaris tidak pernah terlihat terbang sendiri. Menclok di genteng berdua, pindah ke dahan pohon juga berdua, lalu terbang juga berdua dan seterusnya. Pokoknya selalu kompak. Jika yang seekor terbang mendekat, tentu sebentar lagi pasangannyapun menyusul.

Selain itu , burung berukuran sedang ini (sedikit lebih kecil, lebih panjang dan langsing dibandingkan dengan burung jalak kerbau) juga mudah dikenali dari tampilannya. Kepalanya berwarna putih dengan jambul coklat yang unique serupa dengan jambul milik saudaranya burung kutilang yang berwarna hitam. Dadanya berwarna putih kotor dengan bagian bawah perut berwarna kuning. Paruh dan matanya berwarna hitam.

Burung Cerukcuk memiliki suara yang sangat bagus dan merdu. Terutama di pagi hari, kicauannya seperti menjadi icon pagi buat saya.

Burung Tekukur (Streptopelia chinensis)

tekukurBarangkali adalah burung  yang nyaris sama banyak populasinya dengan Cerukcuk.  Burung Tekukur ini bisa kita temukan terbang melintas sangat dekat dengan tempat saya berdiri dan hinggap di atap atap bangunan.

Sangat mudah mengenalinya dari jauh. Pertama tentu karena ukuran tubuhnya jauh lebih besar dibandingkan dengan burung-burung lain yang ada di situ, sehingga bentang sayapnya saat terbangpun terlihat jauh lebih lebar. Cara terbang dan cara mengepakkan sayapnya juga berbeda. Karena ukuran sayapnya lebih besar, kepakan sayapnyapun lebih lambat dan lebih mudah diikuti dengan pandangan mata kita.

Burung Tekukur memiliki dada kelabu coklat kemerahan dengan kalung pada leher yang berbintik-bintik hitam puih. Sayapnya berwarna coklat bergaris-garis kelabu  gelap. Paruhnya kelabu dan kakinya berwarna pink.

Burung Gereja (Passer montanus).

Burung GerejaNah, semua orang tentu tahu dan sering melihat burung yang banyak berkeliaran di halaman rumah ini. Saking banyaknya, menyebabkan burung ini kehilangan daya tariknya di mata manusia. Saking dekatnya dalam kehidupan sehari-hari, nyaris-nyaris tidak ada yang mau memperhatikan tingkah lakunya lagi.

Namun demikian, burung ini tetap banyak di sekitar kita dan selalu bisa kita temukan di mana-mana. Termasuk di lantai atas Hotel Mercure ini.

Burung gereja seperti kita tahu memiliki warna coklat gelap yang dominant dengan sdikit bercak bercak berwarna coklat muda atau putih. Pipinya memiliki tompel berwarna hitam yang mudah dikenali.

Bunyinya sangat kencang, bercerecet semakin riuh karena biasanya mereka berkumpul dalam kawanan yang jumlahnya cukup besar.Walaupun makanannya biji-bijian, burung Gereja paling hobi membangun sarang di atap rumah.

Alangkah banyaknya burung yang lepas di alam pantai Kuta ini. Semuanya hidup harmonis dan seolah berdamai dengan pembangunan industri pariwisata di kawasan itu. Saya terkagum-kagum akan keindahan yang dikaruniakan pada diri saya pagi ini.

Tak terasa jarum jam begeser ke pukul 6 pagi. Artinya di Denpasar saat ini sudah jam 7 pagi. Sayang saya harus segera bergegas mandi, agar sempat sarapan sebelum mengisi acara di Hotel itu pada pukul 8 pagi. Melupakan  keindahan yang disajikan oleh kehidupan kepada diri saya, untuk kembali kepada dunia kerja yang menenggelamkan.

Sambil melangkah ke kamar mandi saya berpikir, barangkali beginilah cara alam untuk membantu saya mendapatkan keseimbangan hidup yang baik.

 

 

 

 

7 responses »

  1. pemandangan dari atas sangat indah ya bun,apalagi ada burung yang bisa langsung dikenali jenisnya. Coba kalau saya yang lihat burung itu pasti cuma bisa memandangi saja tanpa tahu itu jenis burung apa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s