Daily Archives: May 30, 2014

Makasar: Bunga Mimosa Air.

Standard

Bunga Mimosa AirKetika berjalan-jalan di perkampungan di daerah Makasar, saya melihat ada sebuah bunga kuning yang menarik perhatian saya. Bunga itu tumbuh di lahan basah berawa-rawa. Warnanya kuning, sangat cerah. Mirip kemoceng mini. Imut sekali.  Bunga apa itu? Terus terang saya belum pernah melihat tanaman itu sebelumnya. Atau lebih tepatnya,belum pernah memperhatikannya.

Sekarang bunga itu menjadi sangat menarik perhatian saya. Karena setelah saya pikir-pikir, bunga dan daun tanaman itu sangat mirip dengan bunga kuning kecil yang kalau di Bali disebut dengan nama bunga Srikili (Mimosa Kuning). Bedanya, bunga Srikili hidup di darat, sedangkan bunga ini hidupnya di air. Selain itu, bunga Srikili juga berbatang tegak, sedangkan tanaman ini terlihat menyender dan rebah.  Jadi, sebenarnya agak berbeda.

Selain hidup di darat dan memiliki batang dan cabang yang kuat, bunga Srikili juga sangat wangi, sehingga sering digunakan untuk keperluan persembahyangan. Waktu saya kecil, saya sering melihat tanaman Srikili ini, walaupun belakangan ini saya tidak pernah melihatnya lagi.    Bunga ini juga mirip dengan tanaman Puteri Malu yang merambat, berduri dan berbunga ungu (Mimosa pudica).

Saya mencoba bertanya kepada orang-orang di sekitar tentang nama tanaman air itu, namun tak ada yang tahu namanya. Akhirnya saya menduga sendiri barangkali ini adalah Srikili Air atau Mimosa Air. Saya pikir, nanti ketika bisa terhubung ke internet akan saya coba cari tahu lebih jauh.

Akhirnya saya mendapatkan clue-nya dari Wikipedia.

Bunga Mimosa Air 1Rupanya tanaman ini memang bernama Mimosa Air (Neptunia oleraceae).  Tanaman umum penghuni rawa-rawa. Jadi dugaan saya tidak salah.

Tanaman yang saya sangka gulma ini rupanya bisa menjadi tanaman pengganggu dan bisa jadi sumber makanan, tergantung bagaimana kita memandang dan  memanfaatkannya. Ada yang mengatakan ini adalah gulma yang perlu diperhatikan ketat, karena perkembangannya yang pesat dan batangnya yang busuk bisa jadi berperanan dalam proses pendangkalan rawa-rawa.

Namun di sisi lain rupanya tanaman air ini malah banyak dibudidayakan untuk dijadikan bahan sayur mayur di negara-negara Asia, seperti Thailand, Vietnam, Kamboja dsb.  Pucuknya dimakan, demikian juga akar dan bijinya.  oooh..kelihatannya enak juga. Saya tidak tahu apakah di Makasar dan di bagian lain Indonesia tanaman ini juga disayur. Saya belum pernah mendengarnya.

Saya sangat senang, karena kali ini pengetahuan saya tentang tanaman liar jadi bertambah satu.