Burung Raja Udang Meninting.

Standard

Raja Udang MenintingSaya pikir ini sebuah mujizat yang datang untuk saya! Ketika saya berdiri di bagian belakang rumah  untuk memeriksa jemuran pakaian, saya melihat sebuah benda biru bergerak melesat terbang dan hinggap di kawat tembok tetangga saya diSukabumi. Sayapun memasang kacamata saya baik-baik untuk melihat benda apakah gerangan itu.

Astaga! Seekor burung Raja Udang yang sangat elok rupanya. Warna kepalanya biru terang metalik, bergaris-garis. Demikian juga dengan sayap dan ekornya.  Di sayapnya yang  berwarna biru terang ada binting-bintik biru yang lebih muda. Punggungnya berwarna biru muda. Pipi, kerongkongan, dada dan perutnya berwarna jingga kemerahan. Ada sedikit sapuan warna putih di belakang lehernya.   Paruhnya berwarna merah jingga. Kakinya yang pendek juga berwarna merah. Sementara matanya hitam. Yang lucu adalah bentuk kepalanya menonjol ke  belakang  mirip jambul burung pelatuk.

Raja Udang Meninting atau disebut juga dengan Blue Eared Kingfisher (Alcedo meninting), adalah burung pemakan ikan berukuran kecil, sekitar 15-16 cm yang merupakan anggota dari keluarga Alcedinidae, yakni burung Raja Udang Sungai. Sangat suka tinggal di daerah persawahan atau dekat sungai guna berburu ikan. Terbangnya sangat cepat.Demikian juga jika sedang menyambar ikan atau udang dari sungai.

Bagimana burung ini bisaberada sangat dekat dengan tempat saya berdiri? Di belakang rumah, terdapat sawah dan sebuah kolam ikan yang airnya sudah sangat susut karena lahan itu mau dikeringkan untuk perumahan. Jadi rupanya burung ini datang untuk mencari makan di sana.

Saya merasa terpesona, karena bisa melihat burung ini ternyata masih ada. Dulu waktu kecil, beberapa kali saya pernah melihatnya terbang di sawah dekat rumah saya di Bali.  Belakangan ini sudah sangat jarang melihatnya.  Saya pikir, tentu burung ini sekarang statusnya sudah termasuk  burung yang jarang untuk bisa dijumpai.

Kalau tidak salah saya melihat dalam buku Birds of Indonesia yang ditulis oleh Morten Strange, bahwa burung ini memiliki 20% kemungkinan akan punah dalam kurun waktu 20 tahun kedepan, jika kita tidak melakukan tindakan penyelamatan apa-apa.  Saya merasa sangat beruntung bisa melihatnya kali ini dan menuliskannya di sini. Senang bisa memberikan konfirmasi, bahwa saya telah melihatnya masih ada berkeliaranan di wilayah Sukabumi.

36 responses »

  1. Ya, ini sangat luar biasa loh Bu. Saya saja yang secara aslinya orang kampung lereng gunung semeru, belum pernah bertemu burung jenis ini dari jaman saya lahir sampai umur sekian. Apalagi sekarang di lereng timur semeru, kicauan burung sudah tidak seramai waktu saya kecil. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari ancaman denda dan pidana bagi yang menangkap dan membunuh hewan liar, namun tetap saja ada oknum-oknum yang melakukan demi kesenangan pribadi

    • Biasanya kalau pemerintah atau adat turun tangan, setidaknya sebagian besar masyarakat akan mengikuti Pak Ies. Itu yg saya lihat di Bali. Populasi burung lumayan tinggi, krn banyaknya desa adat yg melarang perburuan ataupun penangkapan burung. Walaupun yg namanya oknum ada saja yg tetap melanggar ya Pak Ies

  2. Wiii.. Burungnya lucuuuu😀 Warnanya ngejreng gonjreng ya Mbak, liat paruhnya juga gemes.. Heheh..

    Tapi dia sendirian aja ya, Mbak? Kasian ngga punya pasangan..😦 Semoga dia menemukan pasangannya dan sarang yang nyaman, jadi bisa bertelur dan membesarkan anak-anaknya, tanpa terusik atau takut diburu manusia.. :’)

  3. mbak…. anugerah banget deh…di rumah atau di rumah mertua masih bisa ketemu burung2 cantik…
    warna birunya menyolok sekali ya cantik.., mudah2an masih bisa beranak pinak samapi berpuluh tahun lagi…., sayang banget kalau punah

    • Ya bener juga ya Mbak.. Aku juga merasa sangat beruntung..kadang kadang bisa nemu burung yg cantik cantik di sekitar rumah. Semoga ada upaya untuk melindungi burung burung ini dan mencegahnya dari kepunahan..

  4. Wuaah…. sungguh sebuah kebetulan yg menakjubkan!

    Tapi kasihan juga ya dia…. habitatnya semakin semakin sempit, dan ia pun semakin sulit mencari makan….😥

  5. Namanya kayaknya cocok banget, Mbak Dani, Raja Udang Meniting. Kepalanya itu lho baret-baret mirip udang. Sayang yah kalau sicantik ini sampai punah..

  6. So sad knowing that another 20 years our grandchildren probably can not see this beautiful bird anymore…

  7. cantiknyaaaa…blm pernah liat burung ini mba..
    Alhamdulillah, di kampus, udah mulai byk burung. ada sekitar 200 jenis kalo ga salah. emang ini salah satu program kampus😀

  8. Beruntungnya dirimu Mbak, bisa melihat plus memotret burung elok ini, aku belum pernah liat Mbak….oya cara motretnya pake tele ya Mbak, biasanya burung kalo di deketin terbang..🙂

  9. bener mbak cantik banget burungnya, untung sempat motret. Eh, dari penampakannya kupikir tadinya burung mahal peliharaan tetangga. Coba di tanyakan barangkali tetangga kehilangan mbak made

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s