Anggrek Liar Di Batang Bunga Soka.

Standard

Anggrek liar 1Saya menemukan anggrek baru! Species baru! Setidaknya bagi saya. Karena sebelumnya saya tidak pernah melihat jenis anggrek ini dimanapun dalam hidup saya.

Itu terjadi pada suatu pagi, ketika saya memergoki anak saya yang kecil sedang mencoba mengait-ngait batang bunga Soka di halaman rumah ibu mertua saya di Sukabumi dengan sebilah bambu agar batangnya merunduk. “Pengen melihat sarang burung, Ma. Ada telornya nggak?” katanya ketika saya menegur mengapa ia melakukan itu. Tentu saja saya melarang ia melakukannya. “Jangan dikait-kait begitu. Nanti sarangnya jatuh. Kan  kasian anak-anak burung itu”  kata saya.

Di pohon bunga Soka itu memang ada dua buah sarang burung pipit. Setahu saya induk burung itu sudah mengeram di sarang itu sejak dua bulan yang lalu. Karena waktu itu saya sempat memotretnya di tengah hujan.  “Pengen lihat. Sebentar saja” bujuk anak saya. Saya lalu mendekati pohon Bunga Soka yang ada sarang burungnya  itu sambil berpikir, apakah jika saya letakkan kursi di bawah pohon itu anak saya akan bisa mengintip ke dalam sarang burung atau tidak.

Sedang menimbang-nimbang begitu, tiba-tiba pandangan saya terhenti di batang utama  bunga Soka itu. Sebatang anggrek tampak sedang berbunga. Cantik sekali. Warna mahkota bunganya putih seputih anggrek bulan dengan sapuan warna kuning tipis di pangkal mahkotanya. Tapi bentuknya panjang-panjang dan langsing berjumlah 5 buah.  Lidah dan putiknya berwarna merah tua bintik-bintik di atas putih.  Ukuran bunganya sangat mini.  Jika saya ukur,  paling banter  hanya sekitar 3 cm. Hampir seukuran anggrek merpati. Saya tidak tahu anggrek apa itu. Bunganya lumayan banyak juga.

Mencoba menebak-nebak sendiri. Kalau saya lihat pohon dan daunnya, kelihatan bahwa anggrek ini mestinya dari keluarga Phalaenopsis. Karena daunnya lebar dan tebal. Tumbuh dari pangkalnya. Persis seperti daun dan pohon anggrek bulan. Setidaknya sekeluarga dengan anggrek bulan. Tapi bunganya sangat jauh berbeda.

Saya lalu memperhatikan tangkai bunganya. Tidak sama dengan Anggrek Bulan. Bentuknya berbeda. Pendek dan kompak. Kadang malah terlihat seperti sisik binatang melata.  Setiap tangkai bunga hanya mengeluarkan sebuah bunga. rasanya saya pernah melihat anggrek dengan cara perbungaan seperti ini.Entah anggrek apa.Saya tak berhasil mengingatnya. Akhirnya saya coba-coba googling.  Sampai sekarang masih buntu!.

Kemungkinan saudaranya yang terdekat adalah Phalaenopsis cornu-cervi. Cuma semua jenis Phalaenopsis cornu-cervi yang saya lihat warnanya coklat, kuning atau belang (saya belum pernah melihat ada yang berwarna putih), dan bentuk mahkotanya juga relatif lebih lebar, bukan langsing dan panjang seperti ini.

Tentunya ini jenis baru. Saya tunjukkan ke ibu mertua saya barangkali beliau pernah melihat anggrek liar ini sebelumnya? Beliau hanya menggeleng dan mengatakan bahwa baru pertama kalinya melihat anggrek itu tumbuh di sana. Begitu juga suami saya dan kakak-kakak ipar saya. Tak ada yang tahu. Anak saya yang tadinya tertarik pada sarang burung,sekarang ikutan penasaran.

Bunga Anggrek  apa itu? New species?” tanyanya. Saya mengiyakan “Penemuan baru.  New Species” kata saya.  Lalu ia bertanya lagi., darimana asalnya mengapa ia ada di pohon bunga Soka di halaman rumah kita?. Saya menjawab “Barangkali di bawa burung. Bijinya ditengah hutan menempel di kaki burung. Lalu burung itu terbang dan menclok di pohon ini. Akhirnya jatuhlah biji anggrek itu dan menempel di batang pohon bunga Soka” kata saya mengira-ngira.  “Lah..kalau dibawa burung dari hutan ke sini, berarti bukan New Species dong!  Berarti anggrek ini sebenarnya sudah pernah ada sebelumnya di hutan” protes anak saya. ya ya..bener juga sih. Barangkali memang bukan new species dalam artian sebenarnya.  Mungkin hanya New Species to me! – saja. Karena saya belum pernah  tahu dan belum pernah melihat  sebelumnya.

Kalau saya memberi nama,  barangkali namanya akan menjadi Phalaenopsis cornu-cervi albus, karena warnanya putih.  Atau barangkali Phalaenopsis cornu-cervi stellata, karena bentuknya seperti bintang. Weleh! Ini sifat sok tahu saya mulai kambuh!.

Apakah diantara sahabat pembaca ada yang tahu apa nama anggrek liar ini? Mohon bantuannya untuk mengidentifikasi. Terimakasih sebelumnya.

 

28 responses »

  1. Sepertinya saya belum bisa mengidentifikasi secara gamblang (ih kayak ahli biologi saja) jenis anggrek apa yang ada di foto itu, meskipun sudah dijlentrehkan ciri-ciri morofologisnya.
    Catatan bagi saya adalah, jika anggrek bulan tumbuh dan berbunga di suatu tempat, maka saya yakin daerah itu tidak banyak terjadi pengrusakan lingkungan. Ini hanya sebatas pemikiran saya saja lo Bu

  2. Ngga tau namanya Mbak, lha ini aja baru liat di sini.. Heheh.. Sekilas kalo diliat dari jauh mirip laba-laba warna putih. Hiiiii.. Atut ah :p

  3. saya gak tau namanya tapi saya punya. dapet dari pemakaman umum di jawa timur tepatnya di kepanjen malang jatim. saya coba bawa ke lampung dan alhamdulillah sudah bisa beradaptasi.

  4. Masih ingin tahu id bunga ini bu? Eria javanica. Saya 75% yakin soalnya fotonya ibu kecil, ndak begitu jelas. Anggrek spesies lho bu … hanya ada di Jawa. Kalau bisa diselamatkan ya bu .. saudaranya yang dari Papua hanya mekar sehari, bunganya pun juga berbeda. Karena ada di halaman, saya mau barter dengan anggrek asem , kalau ibu berkenan. Kalau tidak ya gpp. Kalau dugaan saya salah coba ibu googling dengan keyword anggrek spesies asli, passwordnya terserah ibu mau dimodi apa atau ibu kontak sama Hendra Wardhana di Kompasiana atau di Tweet ataudi Blogger. Dia penggiat pelestarian anggrek liar, namun saya belum jadi followernya, sering lupa sih …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s