Bandung: Mengunjungi Museum Geologi II.

Standard

Sebelumnya saya sudah menceritakan tentang kunjungin saya dan anak-anak ke Museum Geologi di Bandung – namun lebih pada benda-benda yang tersimpan di lantai dasarnya. Karena Museum itu terdiri atas dua lantai, maka saya dan anak-anak pun mengeksplore apa saja yang ada di lantai II ini.

Di sayap kanan, isinya ternyata lumayan menarik juga.  Karena di sana ada penjelasan tentang jenis-jenis batu-batuan dan kapan manusia mulai memanfaatkannya. Rupanya pada jaman Mesolitik, sejak manusia memanfaatkan gua-gua sebagai tempat tinggal, merekapun mulai memanfaatkan batu sebagai peralatan dan batu mulia sebagai perhiasan. Contoh batu yang disebutkan antara lain batu Andesit, Agate, Obsidian, Kalsedon, Jasper dan Basal. Lalu pada jaman Neolitik mereka sudah mulai memanfaatkan Tanah Liat untuk membuat gerabah, serta memanfaatkan bongkahan batu besar sebagai sarana upacara (kebudayaan Megalitik).

Di sana di pajang jenis batu-batu yang digunakan pada masa itu. Ada batu Jasper yang berwarna kemerahan mirip hati ayam, ditemukan di Tasikmalaya dan Batu Jasper Coklat di Garut. Jaman dulu dimanfaatkan untuk membuat Kapak Genggam, kapak Perimbas, Beliung dan Serpih. Lalu ada Batu Carnellian yang coklat berbercak bercak kelabu dari Jawa Tengah, dulunya dimanfaatkan untuk membuat Beliung dan Mata Panah.  Lalu saya juga meliat batu Obsidian yang hitam pekat dan berkilat yang ditemukan di Bandung dimanfaatkan untuk membuat serpih, untuk mengiris ataupun memotong. Lalu ada Archa Pradjnaparamita yang menggunakan batu Andesit ditemukan di Mojokerto. Batuan lain yang djuga ada di sana adalah Lempung Kaolinit dan Belerang  dan benda-benda masa kini yang tetap menggunakan bahan itu.

Yang menarik lagi adalah Bijih Timah yang ditemukan di Bangka dan Bijih Tembaga di Toraja – nenek moyang kita telah lama mencampur 2 jenis logam ini dan  menjadikannya sebagai Perunggu. Contoh benda-benda perunggu  yang dipamerkan di sana adalah Nekara yang ditemukan di Pulau Alor, NTT dan alat pertukaran uang pada jaman kolonial. Terus ada juga bijih besi yang ditemukan di Papua, dimanfaatkan banyak untuk pembuatan senjata seperti misalnya Keris dan Tombak yang ditemukan di Trowulan, Jawa Timur. Ada juga campuran logam lain, yakni Kuningan yang merupakan percampuran antara Tembaga dan Seng, salah satu contohnya adalah Wadah Air dari Kuningan yang ditemukan di Aceh. Berikutnya ada logam Nikel yang digunakan sebagai koin juga pada masa kerajaan dan kolonial.  Logam lain adalah  bijih emas yang ditemukan di Jawa Barat serta contoh-contoh pemanfaatannya. Juga Mangan.

Simulator gempa bumiBerikutnya ada penjelasan tentang gunung berapi dan letusannya serta contoh-contoh barang yang hangus akibat letusan Gunung Merapi beberapa waktu yang lalu. Saya merasa sangat sedih melihatnya. Dan tiba-tiba seolah diingatkan bahwa letusan bisa datang kapan saja dan di mana saja di wilayah tanah air kita.  Bukan karena dosa, bukan pula karena kutukan siapa -siapa seperti yang beberapa orang ucapkan, tapi karena wilayah kita memang berdiri  di atas jaringan cincin api.  Di sana juga dijelaskan upaya -upaya apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi bahaya letusan gunung api. Saya sangat mengapresiasi hal ini, karena sangat penting.

Di pojok ruangan ada simulator gempa bumi. Anak saya ingin mencoba simulator itu dan ingin merasakan bagaimana efek gempa bumi. Ia mengajak saya untuk ikut masuk ke simulator  dan tentu saja saya tidak mau karena saya sudah berkali-kali merasakan gempa bumi hebat sejak kecil, baik goncangan gempa bumi yang vertikal maupun goncangan horizontal. Jadi saya tidak perlu lagi mencoba. Saya sarankan ia masuk sendiri saja, supaya tahu rasanya.

Di ruang atas sayap kanan, memberikan kita gambaran tentang bebatuan secara umum yang tidak dikaitkan langsung dengan sejarah. Design dan lay out ruangan ini membuat saya sangat terkesan karena terasa berada di sebuah ruangan museum yang modern dan bersih. Benda-benda dipajang dengan baik dan rapi dan penjelasan diletakkan di dinding kaca di sekeliling ruangan. Saya tertarik pada bagian batu batu mulia. Penjelasan tentang jenis, bagaimana terbentuknya, di lapisan mana batu mulia didapatkan, tingkat kekerasan, jenis-jenis yang disukai di Indonesia dan sebagainya.

Ada contoh Batu Pirus atau yang dalam bahasa internationalnya di sebut dengan Turquoise yang warnanya biru ditemukan di Persia dengan tingkat kekerasan 5-6 skala Mohs. lalu ada Fluorit, Giok Jawa, Kalsedon Ungu, Garnet, Sunstone,Krisopal, rainbow Obsidian, Calceodo, Jasper Hijau, Amethyst.

Di dinding berikutnya ada penjelasan tentang minyak dan gas, apa itu hidrokarbon , bagaimana proses pemisahan minyak dan gas dilakukan, bagaimana minyak dan gas bumi terbentuk serta syarat-syaratnya, pengolahan gas, batubara. Berikutmya kita bisa membaca tentang Panas Bumi dan energi terbarukan dan diujung ruangan ada sedikit penjelasan tentang Sumber Daya Air.

Di tengah ruangan juga dipajang contoh batu-batuan, lalu ada penjelasan tentang nama jenis batu, lokasi penemuan dan penjelasan singkat tentang apa dan bagaimana pemanfaatannya. Misalnya ada batu yang disebut dengan Magnetit, ditemukannya di Subun-Subun, Tapanuli Selatan- Sumatera Utara. Lalu penjelasannya, sebagai bijih utama besi, bahan utama pembuatan besi dan baja. Penjelasan yang lumayan untuk orang awam seperti saya. Paling tertarik tentu memperlihatkan kepada anak saya, bagaimana bentuk bijih emas saat ditemukan di alam.

Secara keseluruhan, kunjungan ke Museum Geologi Bandung ini sangat menyenangkan. Banyak informasi dan ilmu pengetahuan.

Yuk kiat mengunjungi Museum geologi,Bandung!

 

4 responses »

  1. Liburan ala geologist nih Jeng…dan geologi utamanya mineralogi dekat sama permata yang Jeng Dani tekuni, warna-warni batu permata dengan aneka kekerasan semakin menggoda…..
    Saatnya para jagoan kembali sekolah dan kini libur kembali ya Jeng
    Salam

  2. Mustinya kalo liburan emang diisi dgn kegiatan bermanfaat seperti ini ya mbak. Keren euy. Btw saya baru tau kalo batu pirus adalah turquoise😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s