Motivasi Sebagai Sebuah Pembeda.

Standard

Rujak Kuah Pindang 1Dalam sebuah kesempatan pulang kampung saya diajak menengok seorang teman yang sedang sakit oleh sahabat-sahabat saya. Rencananya kami akan berangkat bersama dan karenanya saya diminta agar berkumpul di Warung Prajna yang letaknya  di Jalan Badak Agung di kawasan Renon, Denpasar. Sayapun diantar adik saya ke sana. Beberapa teman sudah menunggu di sana.

Sambil menunggu yang lain, teman-teman menyarankan saya untuk memesan minuman atau mencoba makanan yang disajikan di sana. Seorang teman yang sudah duluan memesan mengangsurkan daftar menu ke saya.

Makanan Yang Unik.

Saya baru pertama kali ke situ. Warungnya  simple. Ada  cukup banyak jenis makanan traditional yang unik-unik ditawarkan disana. Diantaranya adalah Rujak Kuah Pindang. Sejenis Rujak Traditional Bali, yang bahan dasarnya sama dengan jenis Rujak lainnya, dibuat dari campuran irisan buah-buahan, namun yang membedakannya adalah bumbunya yang menggunakan kaldu ikan (kuah pindang). Itulah sebabnya mengapa Rujak ini disebut dengan Rujak Kuah Pindang. Tentu rasanya unik, karena campuran pedas, asam, manis dan asin khas kuah pindang. Enak dan beda! Sudah lama saya tidak makan Rujak Kuah Pindang.

Tipat Kuah set

 

Lalu teman-teman juga mendorong saya untuk mencicipi  Tipat Kuah (Ketupat Kuah) karena menurut mereka Tipat Kuah di sana enak. Wah..lagi-lagi ini makanan unik yang berbeda. Jika ketupat umum yang dikenal di Bali adalah Tipat Cantok (dibuat dari potongan ketupat,  sayuran (kangkung, tauge, kacang panjang atau bayam) diaduk dengan bumbu kacang – mirip Gado-Gado kalau di Jakarta, Tipat Kuah  memiliki perbedaan yang mencolok.  Terbuat dari potongan ketupat, ditambah dengan Jukut Cantok (sejenis sayuran berbumbu kacang mirip sayuran dalam gado-gado), Be Siap Mepelalah (ayam suir berbumbu) plus Kuah Be Siap (sejenis kuah Soto Ayam). Rasanya enak, mengingatkan rasa masa kecil. Saya suka Ketupat Kuah ini.

Sebenarnya masih ada beberapa jenis makanan yang jarang-jarang saya lihat lagi di tempat lain, seperti  Nasi Baas Barak (Nasi beras merah),Tipat Plecing,Plecing Kabyos, Bulung, dan sebagainya. Namun tentunya saya tidak bisa mencicipi semuanya sekaligus.

Pesan-Pesan Yang Menarik.

MotivasiYang menarik perhatian saya selain makanannya yang unik dan beda adalah dinding warung itu. Saya sering melihat warung-warung makan memajang testimoni para artis atau pejabat terkenal yang pernah mampir di warung itu. Itu umum. Tapi yang dipajang di warung ini adalah beberapa pesan-pesan motivasi yang menggelitik. Kebanyakan mengutip semangat Pak Andre Wongso. Misalnya di sebuah bagian dinding saya membaca :

Mulai dari diri sendiri. Kita seringkali  mencoba dan berusaha untuk mengubah dunia dan orang lain, tetapi….jauh lebih penting adalah kita mengubah dunia yang ada di dalam diri kita sendiri

Saya termenung membacanya – sangat benar apa yang dikatakannya. Seketika saya jadi ikut termotivasi untuk memperbaiki diri saya sendiri.  Lalu di bagian dinding di sebelahnya, saya melihat pesan motivasi yang lain.

Tetap Tersenyum. Kita tersenyum saat kehidupan berjalan sukses dan menyenangkan,itu hal yang biasa. Tetapi saat kehidupan kita menghadapi rintangan, tantangan dan tidak memuaskan,namun kita tetap bisa tersenyum itu baru luar biasa”

Wah.. memang benar-benar luar biasa! Masih banyak pesan -pesan motivasi yang lain lagi. Karena warung ini berbeda, sebagai seorang pemasar, tentu saja saya menjadi tertarik untuk menyimaknya lebih lanjut.  Mengapa pemiliknya memutuskan untuk menggantung pesan-pesan motivasi itudi sana? Kepada siapa pesan -pesan itu disampaikan? Apakah untuk dirinya sendiri? Ah..tentunya kepada pengunjung warung lah ya. Tapi apa relevant? Memang siapa target marketnya?

Motivasi 2Kawasan Renon merupakan kawasan perkantoran, dimana para karyawan menghabiskan jam istirahat/makan siang di warung-warung makan yang banyak bertebaran di daerah itu.  Dan tentunya kita tahu, yang namanya karyawan tentu kondisi mentalnya sangat beragam pada saat memasuki warung itu – ada yang sedang senang karena baru saja mendapatkan promosi jabatan, ada yang sedang galau karena proposalnya belum kunjung juga disetujui, ada yang sedang bersedih karena baru saja habis didamprat boss-nya, atau ada yang lagi ‘down’ karena diuber-uber cicilan utang. Macam-macamlah isi pikirannya. Dan pemilik warung ini menangkap dengan jeli, bahwa konsumen yang masuk ke warung ini dengan segala macam kegundahgulanaan, harus keluar dengan penuh semangat kembali. Dan siap kembali bekerja ke kantor dengan penuh motivasi diri.

Saya mendapatkan cerita bahwa pada awalnya, sang pemilik warung, drh Dewa Made Dwi Saputra  selalu menyelipkan pesan-pesan motivasi di dalam bungkusan makanan setiap kali ada orang yang memesan. Lama kelamaan cerita tentang warung yang memberi motivasi itu menjalar dari mulut ke mulut, sehingga makin banyaklah orang yang pengen tahu dan penasaran untuk datang dan makan di tempat itu. Hmm…cerita yang menarik!.

Sangat jelas saya melihat, bahwa pemiliknya sangat jeli untuk memanfaatkan situasi konsumen dan menjadikan “Motivasi” sebagai pembeda warungnya dengan warung-warung lain yang ada. Walaupun warungnya sederhana, namun motivasinya sangat terasa kuat.

Differentiation, selalu  merupakan salah satu faktor penting  dalam mensukseskan upaya pemasaran.

17 responses »

  1. Dapat ide-ide original seperti ini, emang berkah ya Mbak Dani. Entah butuh kerja keras, entah kreativitas, atau semuanya, agar kita berbeda dari orang lain🙂

    • ya Mbak Evi..tantangan kita sebagai pemasar selalu adalah bagaimana menarik konsumen datang ke kategori yang kita pasarkan dengan cost yang serendah mungkin, lalu tantangan berikutnnya tentumemfokuskan diri untuk menggiring konsumen memilih merk kita dan bukan mek pesaing yang ada di kategori yang sama, Faktor pembeda akhirnya menjadi sangat penting di lebvel ini ya Mbak..

  2. Somehow tulisan-tulisan dari Bu Dhani membuat saya tersadar dan bersyukur, begitu banyak hal-hal yang terjadi dikehidupan disekitar kita yang memberi pembelajaran.
    Thanks a lot Bu Dhani🙂 Trully Inspiring….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s