Bandara Ngurah Rai Denpasar: Mengenang Bali Lewat Cartoon.

Standard

Sangat senang melihat bandara-bandara di kota-kota di Indonesia mulai berbenah dan jadi cantik bersih layaknya bandara di luar. Mulai dari bandara yang di Makasar,  yang di Medan, yang di Surabaya  hingga yang di  Denpasar. Untuk Bandara Ngurah Rai yang di Denpasar ini, walaupun sudah bolak balik pulang saat bandara sedang dibetulkan, begitu jadi dan semua sekat-sekat daruratnya dibongkar eh..saya malah pangling sendiri. Ketika pulang saya turun di Kedatangan Internationalnya, rasanya ke tempat parkir hanya pendek sekali jaraknya. Tapi ketika harus berangkat lagi, saya masuk dari pintu Keberangkatan Domestik, kok tempatnya jauuuuh dan berbelok-belok. Saya sendiri bingung dan merasa tulalit. Agak lama saya mikir, baru saya ngeh, rupanya area Domestik sekarang bertukar tempat dengan area International. Dan tentunya sudah banyak perombakan juga. Oooh… pantas saja.

Tapi saya senang,  terutama karena sekarang bandara terasa sangat bersih, dingin dan terang benderang.  Semuanya terasa baru. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah pilar-pilar di aula persis di depan  masuk. Pilar-pilar penyangga itu dihiasi dengan panel-panel yang bergambar cartoon. Karena saya menyukai karya-karya lukisan, gambar, cartoon dan sejenisnya, maka sayapun mendekat dan mengamatinya satu per satu.

Rupanya cartoon-cartoon ini adalah karya BOG-BOG, Bali Cartoon Magazine – majalah kartun bulanan yang sangat terkemuka di Bali.

Airport Ngurah Rai Cartoon 1

Cartoon ini bercerita tentang situasi sehari-hari di Bali. Tentang keriuhan susananya. Dan bagaimana Bali menggeliat diantara adat istiadat, pariwisata dan perkembangan teknologi informasi. Semuanya digambarkan oleh Bog-Bog dengan konyol yang mengundang senyum saya. Di tepi pantai misalnya  digambarkan para wisatawan sedang sibuk dengan kegiatan berliburnya. Ada yang berjemur dengan santai, sedangkan pasangan di sebelahnya  saking asyiknya hingga tak sadar kakinya kecapit kepiting dan saat berteriak, ternyata payung mataharinya pun ikut ngejeplak dan menjepitnya sendiri. .ha ha. Di sebelahnya tampak orang penakut yang mencoba memberanikan diri bermain”bungy-jumping”, sementara wisatawan lain juga tampak sedang berselancar. Sementara tak jauh dari satu tampak sebuah Pura sedang ada upacara. Orang-orang digambarkan sedang beriringan membawa banten di atas kepalanya pergi ke pura. Tapi kalau kita perhatikan, ternyata di dekatnya ada juga wanita yang membawa …..tas golf beserta  stick-nya di atas kepalanya. ha ha. Di sini juga kita melihat Pecalang yang sedang  berjaga dengan pentungan dan kain polengnya. Lelaki yang sibuk dengan ponselnya berupaya menggaruk Dollar. Orang bermain layang-layang, sapi yang menganggur di sawah karena tugasnya sudah digantikan oleh mesin. Juga lahan yang makin menyempit yang membuat penduduk sekarang menjemur pakaiannya di tempat ketinggian. Yah.. itulah potret Bali.

Airport Ngurah Rai Cartoon 3

Setelah melihat gambar itu saya berpindah untuk melihat cartoon Bog-Bog yang lainnya.  Ha ha..di sini saya melihat delegasi kesenian Barong yang akan bepergian ke luar dan tentunya Barongpun tidak luput dari pintu Scan ya. Repot sekali tampaknya. Tapi karena harus, ya… Barongpun harus lolos scan terlebih dahulu sebelum naik pesawat.

Airport Ngurah Rai Cartoon 6

Di pilar berikutnya Bog-Bog menggambarkan kebiasaan orang Bali melakukan upacara “melaspas” segala peralatan/tempat yang baru akan digunakan. Tujuan dari upacara ini adalah untuk berterimakasih kepadaNYA bahwa telah diberkahi rejeki sehingga mampu memiliki tempat/peralatan baru yang siap digunakan dan memohon agar diberikan keselamatan dalam penggunaannya. Itu berlaku untuk apa saja.Misalnya jika seseorang membuat rumah baru, membeli motor baru, membeli mobil baru dan tentunya juga jika ada ….pesawat baru. Di sini digambarkan orang-orang sedang mengupacarai pesawat Bog Airways. Sementara pemuka agama sedang melakukan doa di lapangan pacu, para wisatawan terheran-heran dan sibuk memotret dan mengabadikan kegiatan itu.  Ah! Ada-ada saja.

Airport Ngurah Rai Cartoon 7

Cartoon berikutnya masih cerita di seputaran bandara. Bog-Bog berkisah tentang kesukaan pria Bali akan Ayam Jago. Saking sukanya, kemanapun ia pergi si Ayam Jago harus ikut serta. Nah masalahnya kalau dibawa ke bandara, tentu sang Ayam harus juga melewati X-ray scanners untuk memastikan bahwa di dalam tubuh ayam iu tidak diselundupkan benda-benda yang berbahaya bagi penumpang lain. erlihat sang pria pemilik ayam merasa stress khawatir ayamnya akan berakhir menjadi ayam goreng jika melewati tunnel X-ray itu. Ha ha..lucu juga.

Airport Ngurah Rai Cartoon 5

Di pilar yang lain  juga menceritakan tentang siuasi sehari hari di Bali. Kota yang sibuk dan persawahan yang masih tenang namun juga sudah mulai termodernisasikan disertai kegiatan wisata rafting  yang juga merambah sungai-sungai di pedalaman.

Rupanya pillar-pillar itu memiliki panel 2 sisi. Di mana di sisi sebelahnyapun ada gambar cartoonya juga. Semuanya membuat saya tersenyum. Sampai di sini saya berhenti.

Saya pikir cartoon adalah seni yang sangat kontekstual. Jika orang tidak pernah melihat faktanya, tidak pernah mengalaminya,tidak pernah datang ke tempat itu dan tidak mengerti latar belakang budayanya, tentu akan sulit  untuk memahami konteksnya. Sehingga apa yang tergambar lucu bagi orang-orang tertentu yang mengenal Bali dengan baik, belum tentu dianggap lucu bagi orang yang baru mengenal Bali dan tidak memahami konteks yang diceritakan oleh penutur dan penggambarnya. Tapi setidaknya bagi orang yang sudah pernah ke Bali, minimal sebagian dari yang diceritakan oleh cartoon di atas mungkin bisa dipahami. Dan ketika langkah kaki para wisatawan ini menghilang di balik pintu pesawat dan membawa mereka pulang kembali ke kota maupun ke negaranya masing-masing, setidaknya cartoon-cartoon ini akan ikut membantu mereka untuk mengenang Bali. Saya menoleh ke Cartoon itu lagi yang seolah  berkata ” Jangan lupa pulang kembali ke Bali!“. Bog-Bog Cartoon Magazine ikut membantu orang lain tersenyum dan senang ketika mengenang Bali.

Tepat ketika saya akan mengakhiri tulisan ini, entah kenapa dengan sangat kebetulan tiba-tiba sahabat saya Jango Paramartha, sang cartoonist sekaligus pendiri dan boss dari BOG-BOG, Bali Cartoon Magazine yang karyanya baru saja saya bahas dan tulis di atas, tiba-tiba nongol di Time Line FaceBook saya hanya untuk say hello dan berkomentar atas sebuah status yang saya tuliskan di Face Book.

jango 1

Padahal sebelumnya ia tidak tahu kalau saya sedang menulis tentang karya-karyanya yang dipampang di Bandara Ngurah Rai itu. Padahal sebelumnya saya memang berniat untuk memberitahukan soal tulisan saya ini setelah saya publish. Tapi rupanya ia nongol duluan. Sangat kebetulan. Sangat kebetulan!. Saya kaget dan senang, tentu saja… Akhirnya kamipun mengobrol juga tentang hal lain. Wah..kok kebetulan sekali ya?.Nah sekarang barangkali saya perlu memberitahukan kepadanya tentang tullisan saya ini kepadanya.

Sukses untuk Bandara Ngurah Rai! Sukses juga untuk Bog-Bog Magazine!. Sukses untuk Jango Paramartha!

 

14 responses »

  1. Selalu kagum sama orang-ornag yang bisa nuangin ide ke atas media semacem ini. Duh, jadi kangen banget sama Bali.. Gak tau kapan nih bisa balik liburan kesana..

    Btw, salam kenal, yah🙂

  2. Semacam bentuk mural ya, tapi ketika digambar di kawasan bandara internasional langsung menjadi ekslusif. Beruntung yang dipersilakan menggambar adalah Bog Bog. Kartun nya sangat memotret keseharian dalam bentuk yang renyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s