Kegembiraan Pagi Burung-Burung Di Sekitarku.

Standard

Hi! Dunia pinggir kali belakang rumah, apa khabar?

Rasanya belakangan ini saya banyak bepergian meninggalkan rumah dan jadi kangen juga pada kedamaian pagi kehidupan liar tepi kali belakang rumah. Walaupun hujan mulai turun sedikit-sedikit, namun jejak musim kemarau belum membuat air kali menjadi penuh. Tepi kali masih agak kering, tapi  kehidupan di dalamnya kelihatan masih tetap exist.

CerukcukSeekor Burung Cerukcuk (Pycnonotus goiavier)  hinggap di atas tembok perumahan. Menarik perhatian saya,  karena berada dalam jarak yang cukup dekat dengan tempat saya berdiri. Ia berkicau dengan merdunya. Seolah sedang bercengkrama dengan sinar pagi.

Cerukcuk 2Tak seberapa lama seekor Burung Cerukcuk lain hinggap sambil membawa makanan di paruhnya. Sobekan buah Coccinia yang sudah matang memerah, yang ia cabik dari pohonnya yang merambat di kawat tembok kali. Ia mendekat dan memamerkan makanan yang didapatnya pagi itu, seolah berkata kepada temannya “Mengapa  kau tak nikmati juga anugrah alam yang merah merekah ini?”

Cerukcuk 3

Melihat temannya makan dengan nikmat, maka burung Cerukcuk yang pertamapun ikut menclok di rambatan pohon Coccinia, lalu makan di sana.

Cerukcuk 1

Saya menggeser posisi saya berdiri agar bisa melihat burung itu dengan lebih jelas. Ia sibuk mencabik-cabik buah Coccinia yang matang. Kulitnya sobek dan memperlihatkan biji dan isinya yang berwarna jingga kemerahan. Rasanya tentu sangat manis.  Betapa riangnya mereka mencari makan di pagi hari. Sementara temannya yang sudah menghabiskan makanannya kini kembali berkicau riang. Ah.. rasa gembira itu  ikut menjalar ke dalam hati saya.

Cerukcuk 4

Saya terus memperhatikan tingkah lakunya hingga ia kenyang dan akhirnya  mereka terbang entah kemana. Kembalilah besok, wahai burung-burung!

Alam memberikan kelimpahan makanan bagi burung-burung dengan gratis. Alam memberikan kelimpahan kegembiraan bagi burung-burung dengan gratis.Alam juga memberikan kelimpahan kebahagiaan bagi hati saya  yang  melihat kegembiraan burung-burung itu… juga dengan gratis.

Betapa alam sesungguhnya mencintai kita manusia. Sekarang tergantung bagaimana kita memaknainya…

 

 

9 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s