Daily Archives: December 17, 2014

Menulis, Untuk Memberi & Menerima.

Standard

MEnulisSuatu ketika, saya sedang mengambil foto-foto di sebuah pasar traditional dan mengobrol dengan orang-orang sekitar. Seseorang bertanya kepada saya, apakah saya seorang wartawan? Saya menggeleng. Bukan!. Saya bukan seorang wartawan profesional. Lalu mengapa memotret-motret dan bertanya ini itu?. Saya menjelaskan bahwa saya hanya senang menulis. Menulis di dunia maya. Saya ngeblog. Saya memotret dan bertanya ini-itu  untuk mendukung apa yang akan saya unggah ke dunia maya. Ooh!.

Anehnya orang itu menyangka saya memiliki toko online. Menjual produk di dunia maya. Saya menggeleng. “Saya hanya menulis. Bukan berdagang” kata saya lagi. Oooh!. Lalu ia bertanya lagi, apakah saya mendapatkan uang dari tulisan saya? Ada yang membayar  jika saya menulis? “Tidak!” Jawab saya. Sungguh!. Setidaknya untuk saat ini.  Entahlah ke depannya.”Saya menulis, hanya karena saya senang menulis. Tidak ada orang yang membayar” kata saya.

Orang itu heran dan tidak mengerti mengapa saya melakukan itu. Mengapa bersusah-susah menulis jika tidak menghasilkan uang? Apa untungnya?. Hmm…apa untungnya ya? Saya tidak bisa menemukan jawabannya dengan seketika. Tapi gara-gara pertanyaan itu saya jadi merenung. Benarkah jika kita menulis tanpa bayaran tidak memberi keuntungan apa-apa bagi diri kita?.

Bagi saya menulis walaupun tanpa bayaran, tetap sangat menguntungkan. Mengapa?

Pertama, sudah pasti karena saya sangat senang menulis. Bukankah kesenangan itu bisa kita anggap sebagai sebuah keuntungan? Saya merasa sangat beruntung karena bisa membuat diri sendiri senang dengan menyalurkan hobby menulis. Menulis di blog rasanya seperti menuis catatan harian…

Kedua, jika saya menulis, maka yang saya tulis adalah tentang kejadian sehari-hari yang menarik perhatian saya. Tentang hal-hal yang saya alami atau lakukan, tentang pemikiran-pemikiran saya, tentang alam sekitar, tentang sikap atau perbuatan baik orang-orang di sekitar yang menginspirasi saya. Menuliskan hal-hal yang menyenangkan dan memberi inspirasi membuat saya lebih mudah mengingat, mengenang dan mengambil inti sari pelajarannya.

Ketiga, menulis juga memungkin saya untuk berbagi kepada orang lain. Jika ada hal-hal yang menurut saya menarik atau berguna untuk diri saya, maka saya pikir barangkali ada orang lain juga yang mau mendengarkan? Atau mengambil inspirasi dan ide-idenya?

Dan yang keempat dan menurut saya paling penting adalah – jika kita menulis, bukan saja kita sharing pemahaman dengan orang lain  namun juga meningkatkan pemahaman kita dengan signifikan terhadap topik yang kita tuliskan. Ketika ingin membagi pengetahuan ataupun pengalaman dengan orang lain, mau tidak mau terpaksa kita menggali isi kepala kita untuk mendapatkan pemahaman terbaik yang kita miliki untuk kita keluarkan.  Menulis membuat kita menyikat kembali isi otak kita dengan cermat. Atau bahkan mungkin mencari referensi-referensi tambahan untuk mendukung tulisan kita, entah dengan cara bertanya, membaca, meneliti data atau gambar-gambar dan sebagainya. Dengan demikian pada moment kita menulis, maka di moment itupun pemahaman kita ikut meningkat. Kita menyegarkan pemahaman kita atau bahkan menerima pemahaman-pemahaman baru.  Ada mekanisme memberi (sharing pemahaman) dan mekanisme menerima (meningkatkan pemahaman) di sini.

Jadi nett-nett kesimpulannya, walaupun tidak ada yang membayar, tetap saja menulis itu memberi keuntungan bagi kita yang memang senang melakukannya.

Ayo kita menulis!.

 

Advertisements