When The Games Are Too Easy…

Standard

Candy CrushSaya sedang ngobrol dengan anak saya  urusan games yang banyak bertebaran di dunia digital. Anak saya menyarankan untuk menginstall applikasi tertentu untuk memudahkan jika ingin bermain games ini dan itu. Saya tertawa. Ah! Nggaklah!.Walaupun suka juga bermain games di waktu-waktu luang, tentu saja saya tidak terlalu sering bermain games seperti anak-anak yang tak pernah bisa lepas dari gadgetnya.

Sejak mengenal dunia komputer di awal tahun 90-an, saya memang sudah sangat menyukai games. Salah satu games yang sangat menyedot perhatian saya saat itu adalah Games tentang petulangan Manusia Purba – sayang saya lupa nama gamesnya. Rasanya asyik aja mengikuti perjalanan manusia purba itu mencari makan dan mempertahankan hidupnya dari waktu ke waktu, di dalam gua, di hutan rimba, di salju dan sebagainya – serasa saya sendiri yang sedang mengalaminya. Lalu ada lagi games tentang tukang sihir yang baik dengan background masa lalu. Seinget saya judulnya Crescent Moon.Tapi setelah saya coba googling ternyata judul itu merujuk pada games yang lain – Wah..berarti saya salah mengingat. Saya juga bermain Country Story, Cake Mania, Happy Aquarium, Candy Crush, Farm Heroes,Garden Mania, dan sebagainya.  Tapi Games yang paling saya sukai saat ini adalah games tentang dunia kupu-kupu yang berjudul Flutter. Intinya saya menyukai games-games yang ringan dan bukan ‘action’. Saya tidak menyukai games yang membuat kepala tegang, misalnya yang bersifat racing atau pertarungan. Karena itu melelahkan. Dan buat saya intinya bermain games itu adalah mengisi waktu luang dengan menyenangkan.

Untuk anak-anak, waktu mereka masih kecil-kecil saya sendiri yang menyeleksi dan ikut melihat games-games yang dimainkaannya. Saya melarang anak -anak saya memainkan atau menonton games yang ada adegan sadis atau memperlihatkan sesuatu yang tidak mendidik. Tapi saya membiarkan anak-anak memainkan games racing atau pertarungan yang sportif. Dengan berjalannya waktu, mereka sendiri yang memilih games yang dimainkannya. Saya hanya sesekali melakukan random check dan terus memberinya pengarahan agar pintar-pintar memilih games yang baik. Dan tentunya harus bisa me’manage” waktu, kapan waktunya bermain, kapan waktunya harus stop dan belajar, makan, ataupun mandi. Dengan begitu anak-anak bisa santai dan merasa bebas mendiskusikan gamesnya dengan saya. Belakangan, pada kenyataannya anak-anak lebih canggih dalam urusan games dibanding orang tuanya.

Demikian juga yang terjadi pada percakapan kali ini. Ketika saya mengatakan ada beberapa games yang  menurut saya sangat mudah, saya hanya menggunakan ‘light thinking” untuk memainkannya. Anak saya tertawa dan tidak menyetjui 100% perkataan saya.

Memang ada games games yang cukup mudah. Tapi jika games itu terlalu mudah, kecil kemungkinan bahwa games itu memang benar-benar mudah.  “Ada kemungkinan mama tidak mem’push’ otak mama bermain sampai ke batas yang optimal. Bermain hanya sekedar melewati setiap phase dari games. Bukan memikirkan cara terbaik untuk menang dengan skor terbaik di setiap phase games itu” katanya menebak. Kedengarannya di telinga saya seperti setengah menuduh.  Wekkk..

Tapi rasanya memang iya juga. Ada benarnya,walaupun tidak persis begitu. Tentu saja saya  bermain dan berusaha memenangkan skor yang terbaik di setiap phase games. Tapi..apakah saya sudah menaruh usaha dan pemikiran yang optimal untuk mengantongi skor terbaik di setiap phase games itu? Nah itu mungkin yang perlu dipertanyakan. Kelihatannya memang belum sih.  Jadi barangkali itulah yang dimaksudkan oleh anak saya bahwa games yang mudah itupun sebenarnya tidak mudah jika kita benar-benar berusaha mendapatkan the best score.

Anak saya lalu menonton saya bermain Candy Crush Saga- salah satu games yang saya pikir tergolong ringan. Berusaha matching bentuk dan warna permen yang sama, untuk membebaskan permen dari kristal, atau menurunkan buah-buahan,keluar dari jebakan coklat dan sebagainya. Setelah satu episode berakhir, anak saya berkata “Kupikir mama bermain untuk nge-match permen secara lokal saja. Untuk apa yang akan terjadi saat ini saja. Not anticipating the future..” katanya sambil menunjuk apa yang terjadi jika ketiga permen match, lalu bergerak turun, tentunya akan ada pergerakan permen-permen yang lain ke posisi dibawahnya. Jika saja saya mengantisipasi pergerakan permen yang akan datang, tentu score yang saya dapatkan akan bertambah besar.  “See???!!!!“kata anak saya membuktikan kebenaran theorinya.

Saya memang berhasil melewati phase games itu dengan baik dan mudah, tapi apakah benar itu score terbaik yang bisa saya dapatkan? Jika kita ingin menang dengan skor terbaik, sebenarnya kita memang perlu berinvestasi waktu dan pemikiran di setiap langkah yang akan kita ambil dalam games itu. Mengantisipasi apa yang akan terjadi berikutnya, sehingga kita bisa memaksimalkan kemenangan dan meminimalisir kekalahan atau kerugian. Jadi, apa yang terlihat mudah, sebenarnya  sama sekali tidak mudah juga. Saya pikir, pemikiran anak saya benar adanya. Anticipating future trends! Itulah sebenarnya yang perlu dilakukan..

Wah…saya pikir ada perlunya juga saya  memperhatikan ‘future trend’ dalam urusan lain. Jika sesuatu terasa terlalu mudah dalam hidup ini, barangkali bukan karena hidup itu memang mudah, tapi barangkali karena kita memang belum menetapkan target yang optimal sesuai dengan kemampuan kita di sana. karena dalam setiap phase kehidupan, rasanya saya sudah menjalaninya dengan baik. Tapi apakah memang sudah dengan “best effort” yang maksimal yang bisa saya lakukan? Rasanya memang masih tanda tanya besar.

Selamat pagi, teman-teman!

12 responses »

  1. Semenjak berkeluarga saya sangat jarang bermain game, berbeda ketika kecil dulu menghabiskan waktu waktu untuk hanya sekedar bermain game hehee… beda masa beda dunia nich hihii

    sekarang cuma ngeliatin si kecil main main udah bikin detik detik waktu jadi menyenangkan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s