Seekor Kupu-Kupu Di Sarang Laba-Laba.

Standard

Tentang Semangat dan Daya Juang.

 

Kupu kupu deliasAda banyak sekali kupu-kupu beterbangan pagi ini. Berwarna warni dengan berbagai ukuran. Kuning, putih, coklat, jingga, biru, hijau, hitam dan sebagainya. Ada yang sibuk mengisap sari bunga-bunga liar, ada yang hinggap di daun pohon mangga ataupun di batang rerumputan. Saya senang melihatnya. Rupanya hujan yang lebat beberapa minggu terakhir ini membuat biji-biji rerumputan bangkit dari tidur panjangnya di dalam tanah. Rumput benggala mulai menanjak tinggi nyaris diatas lutut saya. Tampak sangat segar menghijau. Tentu saja membuat ngiler kupu-kupu untuk meletakkan telornya di sana.

Ada sesuatu yang bergerak di dahan pohon. Saya mendekat. Tampak seekor kupu-kupu Delias sedang terjebak di sarang laba-laba. Ia bergerak-gerak dan meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari sarang laba-laba lengket yang menjeratnya. Aduuh..kasihannya. Alangkah malang nasib kupu-kupu cantik ini. Saya mengulurkan tangan, berniat untuk melepaskan kupu-kupu itu dari jebakan sang Laba-laba. Sedetik kemudian pikiran saya berubah.

Laba laba1Sang pemilik sarang berdiri di situ dan melihat ke arah saya dengan pandangan matanya yang tajam.  Saya membalas tatapan matanya. Entah kenapa tiba-tiba saya merasa sedang dihakimi oleh mahluk kecil itu.  Akhirnya saya mengurungkan niat saya untuk melepaskan kupu-kupu itu. Sayapun menarik tangan saya kembali. Tentu saja bukan karena saya takut pada laba-laba itu. Tapi karena saya tiba-tiba teringat bahwa alam memiliki mekanismenya sendiri untuk mengatur keseimbangannya. Saya tak perlu mencampurinya.

Jika seandainya saya menolong kupu-kupu itu, apakah benar saya telah berbuat baik?Barangkali ya bagi kupu-kupu itu. Tapi bagaimana dengan laba-laba itu? Tentu saja sulit bagi saya untuk mengklaim bahwa diri saya telah berlaku adil terhadap kedua mahluk hidup itu. Laba-laba itu telah bersusah payah memintal benang, bekerja keras tanpa henti untuk membangun sarangnya yang lengket. Tentu saja dengan maksud untuk mencari makan. Mencari makan dengan caranya sendiri, yakni dengan menjebak mangsanya ke dalam  sarang yang dibangun dari hasil kerja kerasnya. Jika saya lepaskan kupu-kupu itu, tentu saya telah berbuat tidak adil terhadap laba-laba itu.

Menyadari semuanya akhirnya saya hanya berdiri termangu di depan sarang laba-laba itu. walaupun rasanya ngeri memikirkan apa yang akan terjadi dengan kupu-kupu Delias itu. Ia meronta dan meronta terus. Bergerak gerak tanpa henti. Gerakannya sangat gesit. Namun rupanya sarang itu terlalu lengket dan kuat untuk sayapnya yang sudah mulai rapuh dan sobek. Sebentar lagi tentu ia akan kelelahan. Pada akhirnya ia akan berhenti bergerak dan menyadari tak ada gunanya meronta lagi. Hanya akan membuang-buang energi. Ia akan berhenti dalam keletihan. Dan akhirnya memasrahkan diri menjadi santapan laba-laba itu. “Betapa menyedihkannya drama kehidupan ini akan berakhir di depan mata saya”,bathin saya.

Detik demi detik berlalu. Menit demi menitpun lewat. Kupu kupu itu tetap bergerak dan meronta. Dan saya tetap berdiri termangu dalam kebodohan saya. Alangkah gesitnya kupu-kupu ini. Gerakannya cepat dan sangat bertenaga. Saking cepatnya kupu kupu itu meronta-ronta, saya bahkan tak mampu melihat gerakannya dengan detail. Beberapa saat kemudian saya sadari rupanya beberapa benang dari sarang laba-laba yang menjeratnya ternyata ada yang putus. Itu membuat gerakan kupu-kupu itu semakin kuat dan… tassssss..! Saya terpesona.

Tiba-tiba saya melihat kupu-kupu itu terbang bebas membubung tinggi ke udara. Naik makin tinggi dan semakin tinggi. Sedikitpun ia tak mau menengok ke belakang atau ke bawah, seolah tidak ingin mengingat peristiwa buruk itu kembali. Kepakan sayapnya sungguh pasti dan yakin,walaupun sayapnya sobek. Beberapa saat kemudian akhirnya ia memutuskan untuk hinggap dan beristirahat di dahan pohon mangga yang tinggi. Hmmm….hhh! Saya menarik nafas lega. Kupu-kupu itu telah berhasil menolong dirinya sendiri keluar dari jebakan bahaya maut.

Daya juang yang tinggi! Tanpa mengenal rasa letih dan putus asa. Berjuang dan berjuang terus demi hidup. Betapa tangguhnya kupu-kupu itu.  Saya merasa sangat kagum. Walaupun bahaya mengancam nyawanya, ia tampak tidak gentar dan terus berjuang menghadapinya. Walaupun sayapnya sobek, namun sama sekali ia tidak menjadi putus asa karenanya. Itu yang bisa saya tangkap dari apa yang telah ditunjukkan oleh kupu-kupu itu kepada saya.

Rasanya, dalam hidup kitapun mengalami banyak sekali masalah. Ada masalah kecil, ada masalah yang besar. Dan diantaranya bahkan mungkin ada juga yang mengancam keberlangsungan hidup kita. Jika saja saya memiliki semangat dan daya juang sebaik kupu-kupu kecil ini, barangkali saya akan bisa mengatasi masalah-masalah yang saya hadapi dengan jauh lebih baik.

Semangat yang tinggi membantu kita untuk tetap berusaha dan mencari akal serta mengerahkan segala daya upaya kita yang terbaik untuk mencapai apa yang ingin kita capai. Sementara daya juang yang tinggi membantu kita untuk bertahan dari rasa takut, rasa hawatir dan keinginan untuk menyerah serta mencegah kita berputus asa.

Semoga kita semua selalu diberkahi semangat dan daya juang yang baik guna menghadapai setiap pemasalahan yang kita alami dalam kehidupan. Selamat berakhir pekan, teman-teman!.

3 responses »

  1. Aamiin…
    Betapa banyak pelajaran yg bisa kita petik dr semua kejadian…

    Saya merasa agak sedih dan ketakutan membayangkan si kupu2 saat berusaha melepaskan dirinya… Tp berakhir legaaa.. saat tahu dia mampu membebaskan dirinya dan terbang jauh…🙂

    • Ya.Saya juga ngeri memikirikannya waktu itu Mbak. Tapi saya juga bingung antara mau nolong dan tidak. Karena laba-laba itu juga berhak makan untuk mempertahankan hidupnya. jadi saya tak mau mencampurinya. Syukurlah atas usahanya sendiri ia bisa lepas. Lega juga rasanya…

      • Iya ya…disatu sisi kasihan..disatu sisi itu sudah hukum alam ya… tp tetep kasian ya sama si Kupu-kupu.. Kalau saya mungkin bakalan nolong, soalnya saya ngga suka dan agak takut sama Laba-laba hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s