Ada Sambal Di Telpon Genggamku.

Standard

SambalDalam satu kesempatan saya mengajak anak saya menonton acara musik diluar. Sesudahnya, saya mengajak mereka makan di sebuah restaurant yang letaknya tak jauh dari acara itu berlangsung. Ketika sedang makan, tangan anak saya yang besar menyenggol botol sambal tanpa sengaja. Oipss! Tumpah! Nyaris saja menumpahi telpon genggam saya yang tergeletak di atas meja. Cepat-cepat saya menyelamatkan hape itu dan mengelap meja dengan tissue yang tersedia. Anak saya yang kecil tertawa melihat kejadian itu. “Waduh! Apa yang terjadi jika hape ini kena tumpahan sambal?“.

*************

Beberapa tahun yang lalu saya pernah mengalami kejadian serupa. Saat itu sedang jam istirahat makan siang. Bersama seorang rekan kerja saya makan di warung makan tak jauh dari kantor. Teman saya memesan bebek goreng dengan sambal super pedas, sedangkan saya memesan ayam goreng dengan sambal yang sama. Tepat ketika saya akan mulai makan, hape saya berdering. Saya mengangkatnya dengan segera. Entah karena tergesa atau karena kurang konsentrasi, tiba-tiba hape itu jatuh terjerembab persis ke dalam mangkuk sambal. Waduh!. Saya terkejut. Buru -buru mengangkatnya dan melapnya dengan tissue. “Jangan-jangan mati” pikir saya was-was. Setahu saya alat elektronik yang sempat kerendam benda cair saat dalam keadaan menyala biasanya akan mati, rusak dan tak berfungsi lagi. Oleh karenanya setelah saya bersihkan semuanya dengan tissue, buru-buru saya test saja dengan memencet nomor teman saya. Oh..masih hidup! Yess!. Syukurlah hape saya baik-baik saja. Nggak apa-apa tuh, walaupun sempat kerendam sambel. Jadi sambel sebenarnya tidak berpengaruh apa-apa terhadap telpon genggam saya itu.  Saya sangat senang. Karena tak perlu membeli hape baru lagi.

Beberapa bulan kemudian, hape saya yang itu mendapatkan masalah lain lagi. Suaranya kecil. Makin lama kok makin kecil. Saya pikir barangkali ada setting yang salah. Saya coba cari-cari dan atur kembali volume suaranya. Lumayan, agak membaik sih, walaupun volume suara telpon yang masuk masih belum memuaskan hati saya. Saya masih harus mengerahkan pendengaran agar bisa menangkap pesan yang disampaikan orang di seberang dengan jelas. Saya masih bertahan dengan hape itu selama beberapa bulannya kemudian. Tidak bermaksud menggantinya dengan yang baru lagi. Soalnya sayang duitnya. “Masa harus buang-buang duit membeli hape baru. Toh masih bisa dipakai” pikir saya.

Namun makin lama kok suara yang masuk makin kecil. Akhirnya saya mulai bimbang dan berpikir untuk membeli lagi yang baru. Sekalian ganti model, karena hape saya itu juga sudah mulai ketinggalan mode alias jadul. Walaupun sayang juga sih. Akhirnya saya lihat kembali hape itu. *Waktu itu tepon genggam yang saya gunakan adalah Nokia E90 Communicator*.

Saat melihat-lihat begitu, tiba-tiba pandangan mata saya tertuju pada lubang suara hape yang berada di bagian depan atas. Berlapis kawat saringan metal mirip saringan teh. Keren banget warnanya. Merah tembaga!. Saya suka warnanya. Selama ini saya tidak pernah memperhatikannya. Saya melihat lagi di bagian belakang hape itu. Ooh.. rupanya ada lagi lubang suara seperti yang di bagian depan. Sama! Berlapis kawat juga seperti yang di depan. Cuma yang di belakang ini ukurannya lebih besar. Dan warna kawat saringannya hitam! Oh..beda ya? “Kenapa bukan merah tembaga juga?” pikir saya heran.

Tiba-tiba saya teringat sesuatu. Lalu cepat-cepat saya mencari jarum dan mencoba mengorek kawat saringan suara itu. Rupanya warna merah tembaga itu bisa lepas. Semakin saya korek, semakin hilang warnanya dan kini berganti menjadi hitam. Sama seperti warna saringan kawat yang di bagian belakang. Astaga!!!! Ternyata warna merah tembaga itu adalah sambel yang mengering! Mengering dan makin menempel pada kawat saringan suara. Pantes saja suara hape saya makin lama makin kecil.

Setelah selesai membersihkan sisa sisa sambel yang mengering itu, cepat-cepat saya test. Minta tolong seorang teman agar menelpon saya. Benar saja! Ternyata sekarang volume suaranya besar dan normal kembali.

*************

Kedua anak saya tertawa terbahak-bahak mendengar kisah hape saya dan sambel itu. “Aduuuuh…Mama…Mama!Kocak banget sih…” katanya. Jelas sekali jika saya memang teledor dan tak pernah menaruh perhatian pada hal-hal kecil, seperti sambel yang masuk ke dalam lubang suara hape yang mengakibatkan makin kecilnya volume suara hape saya. Terutama karena gangguan itu tidak terjadi secara instant. Maka saya tak pernah menyangka jika gangguan itu ada kaitannya dengan sambel.

Sesuatu kadang terjadi, akibat dari keteledoran kita di masa lalu. Tanpa kita sadari, ternyata ada hal -hal kecil yang jika luput dari perhatian kita sehingga tidak kita tangani dengan baik, menyebabkan masalah besar di kemudian hari.

Analogi yang sangat dekat misalnya masalah kesehatan. Kebiasaan kita mengemil, memakan yang manis-manis atau terlalu asin, merokok,  menahan pipis, begadang dan sebagainya, merupakan kebiasaan-kebiasaan kecil yang lambat laun mengakibatkan gangguan kesehatan serius pada diri kita.

Begitu  juga dengan kemalasan dalam bekerja. Tidak memberi perhatian pada e-mail yang masuk dan hanya membaca sepintas lalu, tidak memfollow-up pekerjaan yang kita pikir masih bisa besok-besok, atau melewatkan detail angka-angka, dan sebagainya, hal-hal yang kita anggap enteng,  tanpa kita sadari merusak kwalitas diri kita dan di kemudian hari bisa  merusak kepercayaan yang diberikan atasan kepada kita.

15 responses »

  1. Hahahahh mengenai HP yang kena sambal belum pernah mbok, tapi kalau hp saya dimandiin oleh agas pernah. dipakai perahu-perahuan, sudah 15 menit baru ngeh kalau yang dia pakai main adalah hp saya, saya bongkar semua, saya jemur dan keringkan. setelah beberapa jam bisa berfungsi normal.

    nah mengenai mengabaikan hal yang kecil itu bener sekali, tanpa sadar kita sering melakukan hal itu, dan itu sangat berdampang pada kemajuan/perkembangan kita sendiri..setuju dengan yang mbok sampaikan itu

  2. Sebenarnya kalau sampe hp masuk ke toples sambal yg harus diperhatikan adalah sambal nya trus diapain. Jgn jgn sisanya tetep dibiarkan disitu trus dimakan org lain padahal udh gak hygiene anymore. Huahahaha

    • Nggak kok Man. Waktu hape kecemplung itu sambel untuk individual order. Satu porsi dg sambalnya masing masing. Bukan untuk dishare dg orang lain. Tapi waktu itupun udah langsung kubuang juga dan minta ganti yg baru buat gw ..he he..

  3. *lagi memandang cemilan depan mata setelah membaca ini.. comot sebiji dan tutup deh plastiknya, besokbesok ga makan banyak cemilan lagi.. thank for sharing mbakkece..

  4. He3 pantas anak2 tertawa, karena mmg lucu ha3…
    Btw saya pernah pakai tipe hp yg itu mb, sejak awal 2008 sd awal 2011. Sampai skr klp mo pskai juga masih bagus mb, kecuali baterai nya…🙂

  5. He he he . . . ternyata yang membuat kelihatan keren itu sambal yang mengering ya Mbak? Coba kalau lubang depan dan belakang sama-sama ketutup sambal kering itu, pasti Mbak Dani mengira kalau warna aslinya memang merah tembaga ya Mbak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s