Seekor Ayam Jago Bernama Lucky.

Standard

Lucky 1Hari Minggu pagi selalu menjadi hari yang menyenangkan buat saya. Bangun pagi, lalu berjalan-jalan di sekitar perumahan. Walau sering saya lakukan, namun selalu ada cerita baru yang saya temukan.

Pagi ini saya melintas di depan taman perumahan. Tak bisa menahan diri saya untuk tidak masuk. Ingin melihat-lihat bunga apa saja yang mekar pagi ini, melihat serangga,kupu-kupu dan burung-burung yang mencari makan. Karenanya, saya jalan pelan-pelan saja. Sayang jika semua keindahan pagi itu terlewatkan begitu saja.

Dari kejauhan, saya melihat seorang wanita muda duduk santai di atas tiang jembatan buatan di taman itu Menikmati pagi. Ketika jarak sudah dekat, baru saya sadar rupanya wanita muda itu  sedang menggendong seekor ayam jantan. “Pemandangan yang sangat aneh” pikir saya. Saya sering melihat orang menggendong kucing kesayangannya di taman. Saya juga tahu cukup banyak orang berjalan-jalan di taman dengan anjing peliharaannya. Tapi sungguh mati, baru kali ini saya melihat ada orang berjalan-jalan di taman menggendong ayam jago peliharaannya.  Hmmmh!. Sangat menarik sekali.

LuckyMelihat wajahnya yang terlihat ramah, sayapun segera menyapa dan bertanya tentang ayam jago itu. Wanita itu bercerita kalau ayam itu adalah peliharaannya. Biasanya dikandangkan. Jadi  ia merasa perlu ayamnya sesekali dilepas untuk menikmati alam bebas. Tapi sayangnya, ayamnya suka mematok kaki orang. Maka iapun menemani ayam jago itu berjalan-jalan ke taman di pagi hari. Jangan sampai ia mematok kaki orang yang lewat. Begitu juga ketika melihat saya akan lewat di rail taman itu, cepat cepat ia menggendong ayamnya. Karena khawatir ayamnya akan mematok kaki saya. Ooh?!  Ya ampuun. Ternyata ia sangat peduli dengan keselamatan orang lain.  Padahal kalaupun ia melepas ayamnya dan ayam itu mematok kaki saya, barangkali sayapun tidak akan pernah komplain.

Saya melanjutkan perjalanan saya, ke luar taman dan menyusui jalan perumahan lagi. Sangat menyenangkan berada di sini. Udara terasa sejuk dan lebih bersih dari biasanya. Sambil berjalan pikiran saya terpaut kepada wanita muda dan ayam jagonya itu. Entah kenapa terasa sangat menarik di pikiran saya. Maka sayapun balik lagi ke taman dan menemui wanita itu lagi dan ayamnya.

Lucky 4Wanita muda itu masih di situ. Ia memperkenalkan dirinya dengan nama Winda. Dan ayam jagonya diberi nama Lucky. Mengapa bernama Lucky? Menurutnya ayam itu telah dipeliharanya selama kurang lebih 2 tahun. Sebenarnya milik mamanya.

Dulu mamanya menemukan 2 ekor anak ayam yang kehilangan induknya, tersesat dan tercelempung di got rumahnya. Anak ayam itupun diselematkan dan dipelihara. Sayang sekali, seekor anak ayam itu mati karena dimangsa oleh tikus. Sungguh beruntung yang seekor masih bisa selamat. Lucky!. Itulah sebabnya anak ayam yang luput dari mangsa tikus itu dipanggil “Lucky”.

Lucky 5Pernah juga ayam itu dijual mamanya kepada orang lain seharga Rp 50 000. Nyaris dipotong, namun ketika Winda tahu hal itu, maka iapun membeli kembali ayam itu seharga Rp100 000.   Ayam itupun tak jadi dipotong. Dan ia membawanya ke tempat tinggalnya sekarang yang tak jauh dari rumah saya. Saya tersenyum mendengar ceritanya.  Sungguh lucky!

Winda sangat sayang pada ayam jagonya itu. Demikian juga kelihatannya dengan Lucky. Ia selalu waspada setiap kali jika ada orang yang mendekati Winda. Apalagi mengganggunya. Ayam jago itu akan siap menyerang dan mematok kaki kita. Ya..barangkali karena Winda memang sangat sayang padanya. Barangkali juga karena Lucky tahu bahwa Winda telah menyelamatkan hidupnya. Itulah sebabnya mengapa ia menjadi begitu setia melindungi Winda. Salah satu bentuk rasa terimakasihnya terhadap Winda. Walau binatang, ayam juga tahu berterimakasih.

Lucky 2Lebih jauh mengobrol dengannya, ternyata Winda memang seorang penyayang binatang.  Bukan hanya Lucky si ayam jago itu, di rumahnya ia juga memelihara 2 ekor anjing. Ia juga bercerita bagaimana ia selalu menolong binatang binatang yang kesulitan di sekitarnya juga.  Saya mearas sangat senang mengenalnya. Akhirnya sayapun bercerita kalau saya juga salah seorang yang sangat menyukai binatang. Selain juga menyukai tanaman dan kehidupan alam bebas. Rupanya kami memiliki kemiripan dalam hal ini. Barangkali itulah sebabnya mengapa saya merasa cepat akrab dengannya, walaupun baru pertama kali kami bertemu.  Akhirnya kamipun ngobrol ngalor ngidul seputaran binatang peliharaan hingga keurusan penyakit zoonosis yang menular dari hewan peliharaan ke manusia.

Lucky 3Si Lucky ikut mendengarkan pembicaraan kami sambil bertengger di tiang jembatan taman. Matanya sangat tajam mengawasi gerak gerik saya. Sesekali ia berkokok dan mengepakkan sayapnya. Entah untuk menyambut matahari yang mulai merangkak ke atas atau bermaksud menunjukkan kemampuannya kepada saya. Saya memandangnya dengan rasa kagum. Seekor ayamjago yang gagah.

Kamipun berpisah. Winda mengajak Lucky pulang kembali. Lucky mengikuti langkah kaki Winda. Sangat mengerti dan sangat menurut apa yang Winda perintahkan kepadanya. Ia mengerti namanya dipanggil. Ia juga mengerti diajak pulang. Mereka berjalan pulang beriringan. Saya memandang mereka dari kejauhan. Merasa takjub melihatnya. Ah! Sebuah persahabatan yang sangat indah antara keduanya. Seorang wanita muda bernama Winda dan ayam jagonya yang bernama Lucky. Winda memelihara Lucky dengan kasih sayang dan perhatiannya. Sebaliknya Lucky juga menjaga Winda dan selalu waspada terhadap keselamatan Winda. Sebuah kisah persahabatan yang sangat mengesankan hati saya.

Lucky 8Persahabatan! Adalah hal terindah yang bisa dijalin manusia dengan mahluk hidup lain di sekitarnya.

Persahabatan adalah masalah rasa yang diekspresikan dengan perhatian dan kepedulian satu sama lain.

Persahabatan tidak dibatasi oleh waktu, ras, suku,agama maupun kebangsaan. Semua orang bisa menjalin persahabatan di dunia ini dengan siapapun, suku manapun, agama manapun,bangsa apapun,  jika ia mau. Bahkan persahabatan tidak hanya terbatas antar sesama manusia. Persahabatan yang indahpun bisa dijalin dengan mahluk hidup lain, seperti dengan kucing, kuda, anjing atau bahkan ayam sekalipun. Seperti yang ditunjukkan oleh Ayam jago bernama Lucky ini.

 

 

5 responses »

  1. Beruntung pula Bu Dani mendapat teman ngobrol dengan pemilik “lucky”. Baca ini jadi inget masa kecil di kampung. Saat itu kalo seorang anak enggak punya hewan peliharaan bisa dibilang “ngga gaul”.

  2. patut dicontoh nih persahabatan yang tdk biasa. ayam saja bisa diajak bersahabat. layaknya kucing atau anjing yang mudah dilatih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s