Merahnya Biji Saga

Standard

Biji SagaBerjalan ke warung sayur yang tak jauh dari rumah, membuat saya berkesempatan melihat-lihat apa yang ditanam di halaman depan rumah tetangga. Ada sebatang tanaman saga yang merambat di pagar salah sebuah rumah. Jadi teringat judul sebuah novel yang pernah saya baca jaman dulu di tahun 80-an karya Marga T yang berjudul Saga Merah.  Sudah agak lupa sih isinya.

Tanaman Saga alias Rosary Pea (Abrus precatorius) sangat familiar bagi saya, karena waktu kecil saya sering melihat biji-biji Saga yang berwarna  merah ini digunakan untuk menimbang emas oleh para tukang emas.Walaupun hingga sekarang saya tidak mengerti mengapa biji-biji saga kok dulu dipakai menimbang emas. Bagaimana cara menjamin bahwa beratnya selalu sama? Namanya juga biji tanaman, tentu ada variasinya.

Tapi yang jelas biji Saga ini memang kelihatan sangat menarik.Warnanya sangat merah dengan sapuan warna hitam di salah satu kutubnya.  Merah biji Saga ini memang benar-benar merah. Itulah barangkali sebabnya mengapa jaman dulu orang tua kita kalau mengatakan merah yang sangat merah (the very true red) menyebutnya dengan istilah Merah Saga. Warna merah yang seperti warna merahnya biji Saga. Namun sayangnya,menurut berbagai sumber, biji Saga yang warnanya sangat menarik ini ternyata sangat beracun.

saga1Saya tertarik melihat bunga-bunga Saga yang sedang mekar. Warnanya broken white bersemu hijau dan keunguan di pangkalnya. Cantik juga ya. Mirip bunga kacang kara. Hanya saja kecil-kecil dan berkelompok dalam tangkai. Sebenarnya saya sudah cukup sering melihat tanaman Saga sejak kecil. Namun entah kenapa saya tidak pernah memperhatikan bunganya. Yang saya kenal akrab hanyalah daunnya dan bijinya.

Daun tanaman ini juga terlihat sangat indah berbaris rapi sisi per sisi menelusuritangkai daunnya. Warnanya hijau terang.Menurut seorang Ibu tua yang berdiri di dekat pagar itu, secara traditional daun tanaman ini dimanfaatkan untuk obat sariawan. Itulah sebabnya mengapa kadang-kadang dipelihara di pekarangan sebagai salah satu tanaman obat apotik hidup.

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s