Keramik Yang Retak.

Standard
Patung Keramik Wanita Vietnam.

Patung Keramik Wanita Vietnam.

Anak saya membeli sebuah racket badminton baru. Saya mengijinkannya karena racketnya yang lama rusak. Ia sangat senang bisa membawanya pulang. Namun sayangnya, beberapa jam kemudian setelah tiba dirumah, tiba-tiba ” krompyaaannnnnng..!!!!!“.  Oupss.. suara apakah itu? Sebuah benda jatuh. Anak saya menyenggol patung wanita yang saya bawa dari sebuah perjalanan saya ke Ho Chi Minh City beberapa tahun yang lalu dengan racket barunya. O’o?!. Pecah deh!.

Anak saya yang merasa tidak enak atas kejadian itu segera meminta maaf dan menjelaskan bahwa semuanya terjadi tidak sengaja. “Ya.Nggak apa-apa. Namanya juga keramik, barang pecah belah. Jadi memang mudah pecah dan mudah belah,  jika kita tidak berhati-hati” kata saya. Kamipun memungut hasil pecahan keramik itu satu per satu.

Suami saya menghibur  dengan mengatakan bahwa ia punya lem keramik yang bisa digunakan untuk merekatkan kembali pecahan benda seni itu. Cyanoacrylate Adhesive.Nama merk lemnya saya tidak tahu, karena ditulis dalam Chinese Script.  Anak saya membaca direction dan cautionnya keras-keras. yang bagian ini dtulis dalam script latyn – jadi bisa baca. “Mama harus hati-hati ya kalau pakai lem ini. Nggak boleh kena mata. Bahaya. Juga nggak boleh kena tangan. Soalnya kalau kena tangan nggak bisa dilepas lagi. “katanya khawatir. Saya tertawa. “Yalah. Mama hati-hati. Tapi nggak boleh nakut-nakutin begitu” kata saya.”Serius Ma.. bisa saja tangannya mama dipotong kalau nanti nempel nggak bisa lepas lagi “katanya semakin menakut-nakuti. Saya nyengir mendengarnya.

Keramik VietnamJadilah hari ini mengerjakan prakarya tempel menempel. Saya membersihkan pecahan patung itu satu per satu. Lalu mebubuhkan lem dengan hati-hati di bagian mana nanti saya akan menempelkan pecahan berikutnya. Saya beri sedikit tekanan agar daya tempelnya bagus. Kemudian saya diamkan beberapa saat sebelum saya membubuhkan lem untuk phase berikutnya. Satu per satu. Tahap demi tahap. Hingga terkumpulah kembali serakan keramik itu. Kini kembali terlihat wujudnya. Lumayan ya. Walaupun secara umum kelihatan utuh, jika diperhatikan ada bagian retakan halus yang memang tidak bisa mulus seperti sediakala lagi. Tapi tidak apa-apalah. Yang penting secara umum patung itu sekarang bisa utuh kembali seperti semula.

Saya meneruskan pekerjaan merekatkan patung yang satunya lagi. Yang satu ini pecahannya tidak selengkap yang pertama. Ada beberapa serpihan kecil yang hilang, sangat remuk dan barangkali terbuang. Waduuh..sayang juga ya. Akibatnya ada beberapa retakan yang kelihatan agak besar (somplak) di patung ini. Saya bahkan harus mengganjal lehernya dengan materi lain, karena entah kenapa serpihan di lehernya ada yang hilang. Untungnya secara umum sih masih lumayan terlihat utuh jugalah.

Sambil melanjutkan menempel pecahan patung yang satunya lagi, saya jadi memikirkan retakan itu. Bahwa sesuatu yang pernah pecah, walaupun direkatkan lagi bahkan dengan lem super kuat macam Cyanoacrylate Adhesive ini, tetap saja akan meninggalkan retakan. Saya sudah mencoba memberi tekanan agar retakannya bisa sehalus mungkin, namun  tetap terlihat.  Barangkali serupa dengan hubungan manusia juga ya. Jika hubungan kita dengan seseorang pernah retak, walaupun bisa direkatkan kembali, namun retakannya mungkin masih tetap ada. Halus kasarnya tergantung bagaimana caranya hati itu retak, bagaimana cara kita menangani serpihannya dan bagaimana cara kita merekatkannya kembali.

KeramikJika kita mampu merekatkan kembali dengan baik, teliti dan hati-hati, dengan menggunakan pendekatan yang baik, penjelasan dan permintaan maaf, besar kemungkinan proses prekatannya akan berhasil dengan baik. Secara keseluruhan hubungan bisa terkonsolidasi kembali dengan baik dan menyenangkan. Ini berasumsi jika serpihan hati dan perasaanya terkumpul semua ya. Namun jika serpihannya tidak terkumpul semua, misalnya masih ada kesalahpahaman, syakwasangka, curiga dan sebagainya, tentunya akan tetap meningalkan luka yang menganga atau setidaknya meninggalkan retakan hubungan yang masih terasa. Apalagi jika cara hancurnya sangat meremukkan, tentu sulit untuk mengumpulkan serpihannya kembali. Hubungan apapun itu, pada prinsipnya sama juga. Hubungan personal, persahabatan, hubungan bisnis dan bahkan hubungan berbangsa dan bernegara.

Saya berusaha mengingat-ingat satu per satu, siapakah saudara,keluarga, sahabat, teman  ataupun rekan kerja yang barangkali pernah saya sakiti hatinya tanpa sengaja. Mungkin banyak. Semoga saya dimaafkan dan  mengijinkan saya kembali untuk mencoba mengumpulkan serpihannya dan merekatkannya kembali selagi saya bisa. Saya tidak ingin membawa keretakan parah sepanjang perjalanan hidup saya.

9 responses »

  1. selalu rindu untuk menemukan makna tersirat dalam setiap tulisan. Cemburu akan kehidupan yang begitu kaya dengan analogi yang dalam yang dimiliki . Sedih yang tak lagi diratapi karena tak perlu lagi merenung, Jendela kehidupan yang dibuka untuk bisa melihat segala persoalan lebih dalam secara bijak. Suksme bu Dani.

  2. Dalam sekali makna tulisan ini, mbak Dani…merekatkan sesuatu yang sudah pecah memang tidak mudah, tapi dengan kemauan dan usaha, semuanya bisa kembali *mendekati* normal.
    Canti sekali patung keramiknya, mbaaaakkkk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s