Baju Saya Sobek.

Standard

20150321_201752(0)Saya mempunyai sebuah baju yang menurut saya sangat cantik warnanya. Walaupun tak bermerek, tapi baju ini sungguh menawan hati saya. Warnanya maroon dengan corak abstrak dengan bahan sangat tipis dan sedikit berkilau keemasan. Kilaunya mirip kilau kepompong ulat sutera. Karena tipis, biasanya saya mengenakannya sebagai baju lapis luar saja. Selalu merasa diri sedikit lebih feminine jika mengenakannya. Selain itu dikenakannya juga sangat nyaman.Tidak panas dan sangat ringan. Seringan sayap laron. Saya membelinya di sebuah kiosk pakaian di sebuah pasar traditional. Harganya jauh lebih miring jika dibandingkan membeli baju sejenis di butik-butik di mall.

Beberapa bulan setelah saya pakai, ternyata baju kesayangan saya itu sobek sedikit bagian depannya. Saya tidak tahu kenapa. Barangkali nyangkut di ujung kawat jemuran tanpa saya ketahui. Saking tipisnya ia memang menjadi sangat mudah sobek. Awalnya saya berharap kalau sobeknya tidak terlalu terlihat. Jadi saya biarkan saja dan tetap saya pakai. Tapi seorang teman melihatnya dan berkomentar  “Mbakbajunya sobek lho, Mbak!” katanya memberi tahu. Yaaah…akhirnya saya tidak berani memakai lagi. Hati saya sedih. Saya masih merasa sayang pada baju itu.  Tapi mau bagaimana lagi, sobeknya cukup terlihat. Di bagian depan lagi.  Dan saya tidak mungkin menjahit sobekannya. Karena baju itu terlalu tipis, bekas jahitannya pasti akan malah sangat kentara. kelihatan gembelnya deh. Saya kehabisan akal.

Tadi saat sedang duduk di meja belajar anak saya yang kecil, saya melihat pernak -pernik blinkblink untuk prakarya di atas mejanya. Aha! Tiba-tiba saya kepikir untuk mencoba menjahit dan menghiasi jahitan di baju sobek itu dengan manik-manik blinkblink milik anak saya. Anak saya yang kecil tidak begitu yakin. Menurutnya sobek baju itu sudah terlalu parah. Dan posisi sobeknya di depan pula. Selain itu baju ber-blinkblink tidak cocok dengan kebiasaan saya yang setiap harinya lebih suka berbaju sederhana, atau kaos polos. Tapi apa yang salah dengan mencoba tampil dalam busana yang beda? Lalu sayapun mulai menjahit, menempelkan manik-manik di tempat jahitan sobek itu….

BlinkblinkBeberapa menit kemudian sobekannya sudah agak sedikit tertutup oleh manik-manik. Walaupun tidak semuanya. Di sana-sini masih terlihat nganga sedikit juga. Tapi saya rasa tidak terlalu kentara. Nah.. sekarang masalahnya adalah garis yang dibentuk oleh manik blinkblink itu. Tidak beraturan dan tidak jelas bentuknya. Adanya rantai blinkblink itu bisa jadi malah menarik perhatian orang untuk melihat ke sana. Tentu bukan sesuatu yang saya inginkan.  Saya harus mencari akal lagi. Bagaimana membuatnya agar terlihat lebih natural.

Saya perhatikan motif baju itu sangat abstrak . Ada garis persegi yang tidak rapi, lalu bercak-bercak membentuk bunga dan sebagainya. Tapi secara keseluruhan paduan warna dan keabstrakan itu terlihat sangat cantik. Saya pikir mungkin saya bisa mengakalinya dengan memanfaatkan keabstrakan itu. Sayapun membuat lagi beberapa rantai blinkblink di 3 tempat lain yang berbeda, dengan motif yang tak jelas dan tak ada pakemnya.

20150321_225556Anak saya yang gede melihat saya menjahit lalu tersenyum geli dan berkomentar. “Jadi..maksudnya mama membuat rantai tambahan ini agar rantai yang di atas sobekan itu kelihatan  seperti salah satu yang motifnya memang didesain begitu ya?” katanya. Ha ha.. iya…saya tertawa mengiyakan. Tahu aja!. Rantai sembarangan di tempat yang acak. Seolah-olah dari sononya memang sudah begitu. Motif tak jelas di tempat tak jelas! Abstrak! Bukankah design print-nya juga memang abstrak? Jadi  apa salahnya dengan rantai binkblink yang juga acak dan abstark? Oh.. keabstrakan itu sungguh menolong saya.

Nah! Selesai sudah. Sekarang saya bisa memakai baju ini lagi. Saya sudah membuatnya sedemikian rupa.Beberapa manik blinkblink, tapi tidak terlalu banyak, dan sobeknya lumayan tidak terlalu jelas.

Cara cerdik mengakali kekurangan” kata anak saya sambil ngeloyor pergi. Ya iyalah.  Daripada membuang baju itu atau menjadikannya lap pel?  Kadang kita memang perlu sedikit agak cerdik untuk mengakali keadaan.

13 responses »

  1. Kreatif sekali Mbak Made. Kadang memang kalau baju yang enak dan terluhat bagus rasanya sayang. Saya juga ada kaos sobek tapi kan tidak mungkin kalo kaos saya modifikasi. Sobeknya di bagian punggung. Hehehe.

  2. ibu Dani yang cantik hatinya…izinkan saya satu waktu belajar kepada ibu bagaimana mengupload foto dalam artikel. Tulisan ibu memacu semangat saya yang hampir padam. Coba ibu Dani baca tulisan yg saya tulis di kompasiana tanpa foto…. garing banget…. saya males nulis lagi krn merasa sangat bodoh meng upload foto. please ibu Dani…your soon reply will be highly aappreciated.

    • Ibu Mariana, terimakasih banyak . Tadi saya mampir ke blognya Ibu yg di Kompasiana. Aduuh…tulisan tulisan Ibu Mariana sangat indah dan sangat tinggi kwalitas kontentnya. Sangat beruntung saya diberi kesempatan mengenal Ibu Mariana. Jangan berhenti menulis Bu. Menulislah terus, karena itu memberi spirit bukan saja untuk orang lain, tapi juga untuk diri kita sendiri. Kalau mengupload foto caranya sederhana sih Bu. Kita hanya perlu menurunkan size fotonya dulu ke ukuran tujuh puluh atau max tigaratusan kb agar mudah diupload. Kalau ada yg Ibu msh belum jelas nanti saya jelaskan lagi lbh detail. Mungkin bisa lewat inbox di facebook atau Ibu ada no telpon yg bisa saya hubungi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s