Yogyakarta: Jamur-Jamur Yang Cantik.

Standard

Jamur adalah salah satu tanaman yang menarik perhatian saya sejak kecil. Saya suka mengamatinya tumbuh di halaman rumah, di kebun, dekat tanaman,dekat sarang laron, di batang pohon yang membusuk dan sebagainya. Terkadang saya juga belajar mengidentifikasi mana yang beracun dan tidak dari ibu saya. Sayangnya sampai sekarang saya masih belum hapal juga yang mana saja jenis jamur yang ‘edible’dan mana yang tidak.  Tetap saja ragu jika melihat jamur di alam, apakah bisa dimakan atau tidak.

Beberapa waktu yang lalu, ketika berkunjung ke kota Yogyakarta, saya mampir di sebuah rumah makan yang semua menunya terdiri atas jamur. Berbagai jenis jamur – yang semuanya bisa dimakan tentunya.

Sebenarnya pernah membaca tentang rumah makan ini sebelumnya dari tulisan teman-teman blogger lainnya. Namun begitu melihat sedemikian banyaknya jenis hidangan dari  jamur  yang tersedia di sana (dan…enak semuanya), saya jadi merasa sangat takjub!. Selama ini saya hanya mengolah jamur menjadi pepes, tumis, sup ataupun gorengan. Tapi ternyata di luar itu, jamur bisa juga di sate. Di bikin rendang,  asam manis, oseng-oseng, lumpia, peyek, dan sebagainya…hingga minumanpun bisa dibuat dengan jamur. Walah… Kita bisa belajar kreatif dari restaurant ini.

Selain itu, di sebuah pojok  restaurant disediakan display berbagai jenis jamur hidup yang membantu kita untuk mengetahui berbagai jenis jamur yang bisa dimakan ataupun dijadikan obat. Ada berbagai macam. Warnanya cerah dan bentuknya cantik-cantik dan artistik. Sangat cocok dijadikan penghias ruangan. Walaupun tidak sedang membawa kamera, saya merasa sangat beruntung jaman sekarang kita bisa menggunakan telpon genggam untuk mengabadikan apa yang kita lihat.

Ade beberapa yang masih saya ingat namanya, walaupun sebagian lupa juga. Setidaknya di sana ada jamur Lingzhi yang diyakini berkhasiat menyembuhkan beberapa jenis penyakit tertentu. Lalu ada jamur tiram yang cantik. Warnanya putih dan bentuknya seperti tiram. Namun ada juga jenis jamur tiram merah yang warnanya sungguh sangat indah. Lalu saya juga melihat ada jenis jamur kuping. Terus jamur kancing. Lalu ada jenis jamur besar yang mirip King oyster.  Kemudian ada lagi jenis jamur yang entah apa namanya, warnanya hitam legam. Jamur-jamur itu ditata sedemikian rupa sehingga terlihat sangat menarik sebagai penghias pojok ruangan.

Yuk, kita berkunjung  ke Yogya !

24 responses »

  1. Saya juga suka jamur. Dulu waktu kecil pernah juga keracunan jamur, gara-gara sembarangan aja ngambil jamur di kebun terus dibawa pulang dan dimasak oleh ibu. Sejak itu, saya nggak pernah lagi mau cari jamur di kebun

  2. Ternyata jamur indah-indah ya mb…
    Saya suka jamur, tapi yang umum-umum saja seperti jamur yang di mie ayam, jamur kuping, jamur meraang atau jamur tiram.

    Saya ingat waktu kecil ketika pagi-pagi diajak nenek memetik jamur di sawah yang habis dipanen ada jamur di atas tumpukan batang padi/ merang, kemudian ditumis untuk makan sekeluarga …🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s