Gunung Bromo: Berkunjung Ke Savana Tengger.

Standard

Savana Gunung Bromo 3Pak Sutiko, supir jeep yang mengantarkan kami selama perjalanan di Gunung Bromo, bertanya apakah saya tertarik untuk melihat Bukit Teletubbies? Karena belum merasa lelah, tentu saja saya merasa tertarik dan setuju untuk ke sana dengan hati senang. Tapi apa itu Bukit Teletubbies? Saya yakin tentu bukan begitu nama aslinya. Barangkali sebuah bukit hijau gundul yang ditutupi dengan rerumputan pendek, sehingga terlihat rapi mirip seperti yang diperlihatkan di film kanak-kanak Teletubbies. Tentu sangat indah. Ayo kita ke sana!

Bukit itu berada di ujung lautan pasir, di balik bukit yang berdiri di sebelah Gunung Bromo. Jadi kalau kita lihat di peta, tempat itu berada di bibir kaldera yang berseberangan dengan Pananjakan. Lumayan jauh juga. Walaupun kaki keseleo saya mulai sedikit rewel, tapi karena menggunakan jeep, jadi perjalanan melintasi padang pasir itu tidak terasa melelahkan.

Padang pasir di area sini sedikit berbeda. Jika di area sekitar Gunung Bromo tadi terlihat sangat tandus, kering dan tanpa pepohonan,  di sini terasa lebih hijau. Barangkali karena tidak terlalu banyak kena dampak letusan, banyak rumput yang tumbuh dan menyemak. Bahkan banyak diantaranya  yang berbunga. Sehingga sepanjang perjalanan, mata saya disuguhi pemandangan yang luar biasa menawan. Hamparan bunga liar yang sangat luas, didominasi oleh warna kuning dan ungu.

Savana Gunung Bromo 4Saya mengenali rumput berbunga kuning itu sebagai tanaman Adas, yang dibenarkan oleh Pak Sutiko. Dulu di halaman rumah, adik saya pernah menanam jenis Adas manis (Pimpinella anisum) yang berbunga putih. Jenis ini menghasilkan minyak atsiri Anis Oil. Sedangkan yang berbunga kuning ini adalah  jenis Adas pedas (Foeniculum vulgare) yang menghasilkan minyak atsiri Fennel Oil. Populasinya sangat banyak di sini.

Bunga Verbena liar di Savana Gunung Bromo 3Di beberapa area, tanaman Verbena liar yang berbunga ungu tampak mendominasi. Dari kejauhan tampak seperti ladang Lavender. Tapi jika didekati kita akan mengetahui kalau itu bukan Lavender, namun rumput Verbena yang menyemak dan tinggi-tinggi sekali setinggi tubuh manusia.

Savana Gunung Bromo 2

Setelah sekian lama berkendara, tibalah kami di ujung padang pasir di mana mobil jeep berhenti hingga sampai di situ. Di depan mata saya terlihat ada banyak sekali bukit -bukit kecil dengan kontur tanah yang menggelembung dan tertutup rumput hijau pendek-pendek mirip seperti di film kanak-kanak itu. Saya turun dari jeep dan menjejakkan kaki saya di atas pasir. Di sekitar situ juga banyak semak-semak Adas dan Verbena yang sedang berbunga. Angin pegunungan  yang dingin bertiup, menerpa bunga-bunga dan dedaunan semak-semak itu. Udara sangat segar. Tenang dan damai rasanya.

Savana Gunung Bromo 1

Rupanya banyak juga pengunjung yang datang ke sana. Ada yang duduk-duduk di atas jeep.Ada yang berkuda. Memotret atau hanya sekedar berjalan-jalan dan memandang ke bukit-bukit itu. Bahkan saat itu ada serombongan remaja yang merayakan ulang tahun temannya di tempat itu. Seru juga kelihatannya. Sementara para pemilik kuda menunggu tamunya sambil membiarkan kudanya makan rumput sepuas-puasnya. melihat pemandangan menarik itu, kuda-kuda, padang rumput dan bebukitan, saya  kok jadi teringat buku-buku cerita Indian yang ditulis Karl May.

Savana Gunung BromoSaya berjalan-jalan di padang savana itu. Melihat-lihat sekeliling, mengamat-amati vegetasi yang tumbuh subur di tempat itu dan mengambil beberapa photo untuk kenang-kenangan. Indah sekali tempat ini. Rasanya enggan pulang. Bersyukur  sekali tempat indah ini ada di tanah air.

 

11 responses »

  1. akhirnya jadi tau nama kembang kuning dan ungu itu, thanks mbak
    saat aku ke situ savananya agak kering mbak.. tapi bunga kuningnya masih ada sedikit

  2. Apakah itu Adas yang daunnya bisa dimakan, mbak ? Ah, yg ungu itu namanya verbena yaa… jadi sama dengan yg ada di semeru ya mbak (habis baca tulisa Evrina, hehe…) Cantiiik… BTW, ketemu Winetou gak mbak?🙂

  3. Weh udah pada hijau berbunga gitu ya, padahal baru beberapa bulan kemarin abis kebakaran. Alhamdulillah. Btw, postingan bagus nih ditambah jenis tumbuhan dan nama latinnya. jadi tau tuh bunga apa heeheh

  4. Senangnya ikut jalan-jalan bareng Jeng Dani ke Bukit Teletubies…
    Tepat sekali berkunjung dipenghujung penghujan ya, nuansa hijaunya terasa, sebentar lagi mulai mencoklat.
    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s