Keping Keberuntungan Gober Bebek.

Standard

Uang logam

Pernah suatu ketika, saya berjalan kaki  bersama seorang teman. Saya melihat ke bawah. Ada sekeping uang logam busuk terlantar di tepi jalan. Sudah aus kena injak orang yang berlalu lalang dan warnanya tak jelas, kotor nyaris sama dengan tanah. Lebih aus lagi daripada photo uang logam di gambar ini.  Tak kelihatan lagi tulisan dan gambarnya. Mungkin sepuluh rupiah.

Melihat saya berhenti melangkah, teman saya bertanya heran. “Apa itu, Dan?“tanya teman saya. “Keping Keberuntungan Gober Bebek“kata saya menahan senyum. “Hah??! Mana ada? Ngarang lu!“sergahnya. Ha ha. Tentu saja saya ngarang.

Donald Bebek!. Bebek yang paling malang sekota bebek.  Pasti banyak diantara kita adalah penggemarnya. Dan saya salah satunya. Tokoh itu selalu menyita perhatian saya ketika kecil dulu. Dan tetap menyita perhatian bahkan setelah saya menjadi dewasa dan tua.  Selain Donald yang merupakan tokoh sentral komik itu, ada banyak tokoh lain yang juga menarik, yakni Trio Kwek Kwik Kwak, Desi Bebek, Professor Lang Ling Lung, Gerombolan Si Berat, Si Mimi Hitam dan… Paman Gober!.  Nah ini dia.

Semua orang tahu kalau Paman Gober adalah paman dari Donald yang kaya raya namun pelit. Hobbynya berenang di gudang uangnya. Dari manakah kekayaannya itu berasal? Tentunya hasil dari berbagai jenis perusahaan yang ia miliki. Intinya Paman Gober adalah seorang konglomerat. Namun dalam episode yang entah mana, saya ingat bahwa nasib Gober Bebek tak lepas dari mujizat sekeping uang logam yang membuatnya selalu beruntung, yang di komik disebut dengan “Keping Keberuntungan Gober Bebek” Itu sebabnya Gober Bebek merasa sangat penting memiliki uang logam itu.  Jangan sampai hilang. Karena jika hilang, tentu nasibnya akan tidak mujur lagi. Bisa bisa kekayaannya menyusut.

Oleh sebab itu Gober Bebek mati-matian berusaha mempertahankannya. Terlebih dengan adanya tokoh Mimi Hitam yang selalu berusaha mencurinya dengan niat untuk dilebur di Gunung Vesuvius agar ia mendapatkan mujijat “Sentuhan Midas’  dimana setiap benda yang disentuh akan menjadi emas. He he..semua pasti tahu cerita itu kan? Dan semua juga pasti tahu bahwa Keping Keberuntungan Gober Bebek itu pasti hanya khayalan si pengarangnya saja.

Ya. Walaupun tahu begitu, tapi tetap saja saya senang membaca cerita komik itu. Sangat menghibur.

*****

Saya ingat cerita itu gara-gara pagi ini saya juga melihat ada keping uang logam yang sudah aus di tepi jalan. Saya lalu ingat akan cerita Keping Keberuntungan Gober Bebek itu lagi. Tapi kalau direnungkan, seperti yang dikatakan teman saya itu, mana ada sih di dunia nyata ini keping keberuntungan seperti itu?.Yang jelas, keping keberuntungan seperti itu hanya Gober Bebek yang punya. Dan kita tahu bahwa Gober Bebek hidup hanya di dunia khayal. Sehingga sangat jelas bahwa Keping Keberuntungan itupun hanya ada di dunia khayal manusia.

Jadi didunia nyata ini, jika saya mengharapkan rejeki yang nyata, saya harus memberi tahu diri saya sendiri, bekerja keraslah seperti Gober Bebek, tetapi  jangan pernah berharap mendapat keberuntungan extra dari sebuah keping.  Ingat ingat bahwa keping keberuntungan itu hanya ada di dunia khayal saja. Artinya  jika kita ingin mendapatkan extra rejeki, maka kita perlu bekerja ekstra smart, extra keras.  Rejeki akan datang menemui setiap orang yang  bekerja keras dan berusaha dengan cara yang baik dan cerdas untuk mendapatkannya. Namun jika kita sudah merasa bekerja cukup keras dan cukup extra cerdas melakukannya dan rejekinya tetap hanya segitu segitu saja, ya mungkin memang hanya cukup sedemikian jatah yang disediakan oleh semesta untuk kita. Kita tetap menerimanya dengan penuh syukur dan terimakasih.

Dan tentunya satu hal lagi yang tak perlu diadopsi dari Gober Bebek adalah pelit. Terkadang kita merasa bahwa rejeki ini kan hasil kerja keras kita sendiri, mengapa kita harus bagi kepada orang lain yang tidak ikut bekerja keras dengan kita? Kita tidak menyadari bahwa ada mekanisme lain yang mengatur di atas semua yang kita lakukan dalam mendapatkan rejeki kita  yang sama sekali bukan atas kerja keras kita. Segala sesuatu yang kita pikir itu sebagai kebetulan dan nasib. Ooh kebetulan saya melihat iklan di koran pas saya butuh pekerjaan, Ooh..kebetulan pesaing saya sedikit saat saya interview, atau Ooh..kebetulan ada investor yang ingin invest saat saya punya ide cemerlang, dan sebagainya. Segala bentuk nasib baik dan kebetulan kebetulan itu tentunya ada mengatur. Tidak tersedia begitu saja dan tinggal pungut.  Ada mekanisme di luar kuasa kita yang telah membantu kita berada pada nasib kita itu selain memang atas upaya dan kerja keras kita sendiri.

Oleh karena itu tidak ada salahnya kita berbagi dengan orang lain di sekitar kita yang memang layak dibantu. Karena sesungguhnya rejeki yang kita terima tidak seratus persen atas kerja keras kita saja, namun juga tidak terlepas dari bantuan beliau Yang Maha Kuasa salah satunya lewat mekanisme nasib baik yang serba kebetulan itu. Barangkali juga kita yang lebih beruntung ditunjukkan pintu rejeki, bukan hanya untuk diri kita sendiri, namun juga sebagian memang titipan bagi orang lain yang belum beruntung menemukan pintu rejekinya masing-masing.

Jika Gober Bebek memiliki 3 kata kunci atas rejekinya: Keping KeberuntunganPelitKerja Keras; maka bagi kita barangkali 3 kata kunci atas rejeki kita adalah : Kerja Keras & UsahaBersyukur & Berterimakasih Berbagi kepada orang lain yang belum beruntung memukan pintu rejekinya.

Selamat pagi teman-teman! Semoga hari ini dilimpahi kebahagiaan dan kesuksesan.

 

 

5 responses »

  1. bagaimana dg si untung? dia malah ga punya keping keberuntungan tp untung terus… mungkin dia selalu berpikir positif untuk untung & selalu mensyukuri keberuntungannya… jadilah apa kata the secret: the law of attraction…. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s