Resep Masakan: Cumi Masak Tinta.

Standard
Cumi Masak Tinta

Cumi Masak Tinta

Ide ini bermula dari pertanyaan anak saya yang besar “Mama, emang tinta cumi-cumi itu edible ya Ma?“. Saya yang sedang bekerja di depan komputer menoleh. “Ya!. Tinta cumi memang bisa dimakan” jawab saya. Rupanya ia sedang tertarik pada sebuah artikel tentang tinta cumi yang memiliki properti sebagai anti kanker dan penghambat pertumbuhan sel tumor. Selain itu tinta cumi juga mengandung komponen Dopamin,  sebuah neurotransmitter yang dikaitkan keberadaannya dengan perasaan bahagia.

Seperti apa rasanya?. Aku pengen nyoba” tanyanya. “Mmm…ya enak ya. Gurih gitu”. Cumi Masak Hitam alias Cumi Masak Tinta.  Saya memang belum pernah masak sendiri resep itu sebelumnya.  Tapi masakan itu pernah  cukup sering terhidang di atas meja makan di rumah dalam periode tertentu di masa lalu yang entah kapan. Dimasak oleh salah seorang Mbak pembantu rumah tangga yang saya juga tidak ingat siapa. Menurut saya sangat enak.

Saya mencoba mengingat-ingat siapa ya Mbak yang jago masak cumi. Tidak berhasil mengingat. Lalu saya coba menghubungi dua orang mantan Mbak prt di rumah saya, yang saya pikir memang jago masak. Sayangnya kedua-duanya mengatakan bukan. “Bukan saya Bu. Saya belum pernah masak cumi hitam. Apa nanti saya tanyakan resepnya dulu?” kata si Mbak menawarkan. Saya pikir beda koki akan beda rasa. Apalagi beda resep. Sudahlah.

Akhirnya saya putuskan untuk mencoba membuat sendiri. Saya mau coba tumis biasa sajalah. Dan hasilnya ternyata enak juga lho. Anak-anak, terutama suami saya suka banget dengan masakan ini.

Barangkali ada yang mau ikut-ikut coba bikin, entah itu untuk lauk sehari-hari  atau barangkali buat buka puasa?

Pertama tentu dimulai dengan membeli dan menyiapkan bahan-bahannya dulu ya. Untuk itu saya pergi ke pasar. Saya membeli 1/2 kg cumi. Yang dipilih adalah cumi segar ukuran kecil/sedang yang tintanya belum dibersihkan. Lalu jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis pada cumi. Bawang merah, bawang putih, cabe besar hijau, tomat hijau. Juga garam, daun salam secukupnya dan sedikit minyak kelapa untuk menumis.

Cara membuatnya:

1/. Bersihkan cumi dengan hanya membuang penyangga tubuhnya yang mirip plastik. Kantung tintanya jangan sampai pecah. Bilas dengan air bersih. Berikan perasan air jeruk nipis/lemon agar bau amisnya hilang.

2/. Iris tipis-tipis bawang merah, bawang putih, cabai hijau dan tomat hijau.

3/. Panaskan penggorengan. Masukkan sedikit minyak kelapa hingga mendidih, lalu kecilkan api, masukkan bawang merah dan bawang putih, lalu masukkan irisan tomat dan cabe. Tumis hingga harum.

4/. Masukkan cumi. Tumis sebentar lalu tambahkan dengan air.  Berikan garam secukupnya dan daun salam. Bagi yang menyukai masakan sedikit agak manis,bisa juga ditambahkan dengan sedikit gula pasir.

5/. Aduk-aduk di atas api kecil. Biarkan sampai mendidih. Saat ditumis, kantong tinta cumi akan pecah dan memberikan warna hitam ke seluruh masakan. Aduk terus sampai kuahnya menyusut.

6/. Angkat cumi dari penggorengan dan hidangkan dalam mangkok atau piring cekung agar kuahnya tidak tumpah.

Gampang sekali membuatnya.

Yuk, coba sendiri…

 

7 responses »

  1. wah, ternyata nggak ribet ya, layak dicoba ini. Saya biasanya cumi dibersihkan dari tinta dan juga kulit luarnya, sampai benar-benar tinggal warna putih saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s