Bunga Teratai Yang Kerdil.

Standard
Teratai kurang sehat

Teratai kurang sehat

Tak punya cukup waktu, belakangan ini saya tidak sempat mengurus tanaman kesayangan saya. Akibatnya banyak masalah terjadi seputar tanaman-tanaman itu. Mulai dari yang kurus kering kurang pupuk, yang layu kurang disiram, hingga serangan ulat-ulat dan belalang yang menggerogoti daun-daunnya. Saya masih tetap belum mampu menyediakan waktu yang cukup untuk mengurusinya.

Demikian juga yang terjadi pada tanaman Tunjung Biru (Teratai Biru) saya. Beberapa waktu sebelumnya tanaman ini kelihatan sangat kurus. Saya pikir populasinya berlebihan dalam satu pot yang sama. Ada banyak anakan teratai selain tanaman induknya. jadi mereka berebut zat hara. Saya berharap punya waktu lebih untuk memecahnya menjadi beberapa pot. Namun belum kesampaian juga niat saya.

Suatu pagi saya melihat tanaman ini mulai sedikit membesar. Namun tak berapa lama tiba-tiba seluruh tanaman ini kelihatan benar-benar menderita. Lumut tumbuh sangat berlebihan di lumpurnya. Dan ada bintik-bintik kecil- entah cendawan, entah binatang kecil tampak mengerumuni daun dan batangnya yang menyebabkan tumbuhan jadi teramat jelek dan sebagian bahkan kelihatan busuk. Saya sangat sedih dengan keadaannya. Tapi lagi-lagi saya kekurangan waktu untuk merawatnya. Kalau ada Undang-Undang tentang Perawatan Tanaman, barangkali saya sudah kena pasal berlapis, yakni Menelantarkan Tanaman dan Membiarkan Tanaman Diserang Hama Penyakit.

Pagi ini saya  temukan tanaman Teratai Biru saya berangsur-angsur pulih kembali. Daunnya menyehat dan membesar normal kembali. Hanya ada satu masalah. Yakni bunganya tumbuh kecil-kecil. Kerdil. Ah!.

Teratai kecil

Teratai kecil

Sekarang saya tahu penyebabnya. Rupanya karena melihat tanaman saya kurus kering terlantar, suami saya berinisiatif menaburkan pupuk urea ke dalam air di potnya. Sayang sekali  karena takarannya terlalu banyak, pemupukan itu bukan hanya membuat tanaman teratai tumbuh subur, namun lumut dan micro bio -life yang lainnya macam bakteri dan fungus juga ikut tumbuh subur. Saking suburnya, akhirnya ia menyerang tanaman teratai itu sendiri sehingga nyaris membusuk. Whoalaa…

Sangat menarik melihat kejadian ini. Sesuatu yang berlebihan terkadang membuat menderita juga.

Segala sesuatu di dunia ini ada takarannya. Obat ada takarannya. Bumbu ada takarannya. Pupuk juga ada takarannya. Semua harus disesuaikan dengan keadaan tanaman dan hal-hal lain di sekitarnya.  Berlebihan membuatnya malah terancam bahaya jamur dan bakteri pembusuk yang ikut subur. Demikian juga harta dan kekuasaan serta hawa nafsu. Masing-masing ada takarannya untuk kita miliki. Jika tidak memilikinya sama sekali, tentu akan membuat kita kesulitan dalam menjalani hidup. Namun tidak harus membuat kita memujanya juga.

Tidak memiliki keinginan sama sekali untuk mencari harta,  akan membuat kita tak mampu menghidupi diri sendiri dan keluarga yang kita sayangi. Sebaliknya jika keinginan kita terlalu berlebihan dalam mencari harta, jebakan dan  godaan untuk melakukan korupsi dan keinginan menguasai benda yang bukan milik kita juga bertebaran di mana-mana.   Jika tidak berhati-hati, bisa saja kita terjerumus ke dalamnya.  Berkelebihan juga  menumbuhkan rasa bangga,  keinginan untuk pamer dan merasa lebih dari orang lain, yang  jika tidak hati-hati  bisa jadi mendorong kita menjadi pribadi yang  sombong dan  congkak.

Sebentar lagi liburan akan datang. Saya akan mengambil cuti beberapa hari agar bisa tinggal di rumah bersama anak-anak. Dan berharap bisa meluangkan waktu untuk merawat tanaman Tunjung Biru ini kembali.

tunjung-biru-andani2

Nah ini adalah gambar bunga Teratai Biru milik saya jika ia sedang dalam keadaan sehat. Biasanya ia selalu tampil cantik dan segar setiap hari. Dirawat dengan baik dan dipupuk dengan takaran yang tepat. Tidak kurang dan tidak berlebih.

 

6 responses »

  1. bagus juga bu pesan moralnya, belajar dari alam memang menyanangkan apa lagi di terapkan dalam kehidupan sehari hari.

  2. mbak ni made sri andani, sy punya teratai yang persis sama dan penyakitnya pun sama tp masalahnya sy tidak pernah memberikan pupuk.jd kira2 masalahnya dimana ya dan perawatannya gmn?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s