Kupu-Kupu Mati Meninggalkan Sayap…

Standard

Kupu-Kupu mati1Hei, ini sesungguhnya masih cerita yang kemarin. Pagi ini saya buka pintu rumah dan menemukan sayap Kupu-Kupu itu masih berada di tempat yang sama di atas tanaman Taiwan Beauty (Cuphea hyssopifolia) yang dijadikan penutup tanah di halaman. Hanya posisi sayapnya saja yang sekarang terbalik.Barangkali karena di tiup angin. Setelah kena embun semalam, ternyata sayap Kupu-Kupu ini tidak bertambah rusak sedikitpun. Masih sama seperti kemarin. Kupu-kupu ini mati. Tetapi ia meninggalkan sayapnya yang indah. Dan tetap indah walaupun badan dan kepalanya sudah tidak ada.

Saya jadi teringat pepatah orang Indonesia di jaman dulu. Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang. Dan kalau boleh saya tambahkan lagi dengan Kupu-Kupu mati meninggalkan sayap. Pepatah bijaksana ini mengajarkan kepada kita bahwa pada intinya, kita semua akan mati meninggalkan apa yang paling diingat tentang diri kita. Dalam kasus gajah, tentu yang paling diingat adalah gadingnya. Karena gading seperti itu tidak dimiliki oleh mahluk lain. Jika gading si gajah A itu buntung, tentu gading buntung itulah yang diingat. Jika gading gajah B itu mulus, tentu gading mulus itulah yang diingat. Sama halnya bagi Harimau dengan belang di kulitnya dan Kupu-kupu dengan corak sayapnya. Demikianlah manusia, akan dingat karena amal perbuatannya selama hidup di dunia. Buka karena hartanya, bukan karena gelarnya.

Karena pada hakikatnya, harta tidaklah pernah abadi. Dalam sekejap bisa hilang. Namun perbuatan kita kepada orang lain dan lingkungan di sekitar akan selalu hidup dalam kenangan setiap orang. Jika perbuatan kita baik,orang akan mengingat diri kita sebagai orang yang baik. Demikian juga jika perbuatan kita buruk, orang akan mengenang kita sebagai pribadi yang kurang baik. Karena amal perbuatan kita ibaratnya sama dengan gading bagi sang gajah, dan ibarat belang bagi sang harimau, serta ibarat sayap bagi sang kupu-kupu.

Nah..apakah saya sudah memiliki amal perbuatan yang cukup baik yang bisa saya tinggalkan bagi saudara-saudara,para sahabat,teman-teman dan lingkungan sekitar saya? Saya merasa kaget dan terperanjat sendiri dengan pertanyaan yang keluar dari hati saya itu.   Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari, ada baiknya saya berusaha memperbaikinya selagi sempat.

Sayap kupu-kupu itu bergerak-gerak ditiup angin. Di mata saya, sayap kupu-kupu itu sekarang tak ubahnya laksana penyampai pesan dan isyarat tersembunyi yang diberikan oleh alam semesta kepada diri saya. Guna mengingatkan kembali akan amal perbuatan yang kelak saya tinggalkan, ketika waktunya tiba.

Selamat pagi, teman-teman.

5 responses »

  1. iya mbak itulah kurasa yang diinginkan setiap orang, wafat dengan meninggalkan kebaikan, atau dengan kata lain khusnul khotimah, semoga

  2. sukseme sudah mengingatkan saya bun. apapun yang akan kita perbuat, pastikan itu adalah hal yang baik. ☺
    dan, itu beneran ya, badan dan kepalanya sudah tidak ada. saya baru pertama kali melihat kupu-kupu yang tinggal sayapnya saja… 😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s