Fokus Dan Tidak Fokus.

Standard

Focus & Tidak focusAcapkali kita mendengar entah teman, kenalan ataupun keluarga berkata bahwa kita perlu fokus agar sukses. Karena fokus memegang peranan penting dalam sebuah kesuksesan. Jadi, Fokus! Fokus!. Dan fokus!

Kenapa libur-libur begini saya kok tiba-tiba ngomongin soal Fokus? Nah ini gara-garanya justru karena libur. Saya jadi banyak bermain-main dengan anak-anak saya. Termasuk salah satunya bermain Bayang-Bayang Jemari Tangan dengan anak saya yang kecil. Ia senang membuat bayangan Kelinci, bayangan Srigala, bayangan Buaya, bayangan Gajah dan sebagainya dengan mengatur jari-jari tangannya, lalu membiarkan cahaya lampu jatuh menimpa jemarinya itu, sehingga membentuk bayangan-bayangan  yang unik dan lucu.

Agar bisa bermain dengan baik, kami mematikan lampu listrik, lalu menyalakan lampu senter. Kebetulan lampu senter itu bisa digerak-gerakkan dan diatur fokus cahayanya.  Saat bermain Bayangan, ia mulai dari cahaya yang tidak fokus. Memencar dan lebar dengan diameter cahaya yang lebih besar tapi redup. Lalu setelah bosan, ia menggerakkannya menjadi cahaya yang lebih terfokus, terpusat di tengah, lebih kecil diameternya namun sangat terang di tengah.

Gara-gara cahaya lampu senter itulah saya jadi teringat dan memikirkan arti kata “Fokus”.  Jika melihat lampu senter itu, saya akan setuju jika ada seseorang yang mengatakan bahwa fokus  adalah  titik di mana cahaya  terpusat. Karena cahaya terpusat alias mengumpul di sana, maka titik fokus itu terlihat sangat terang melebihi lingkungan sekitarnya yang gelap gulita. Saking terangnya, ibaratnya jika ada seekor semutpun yang melintas di titik fokus cahaya itu hingga antenanyapun tentu kelihatan. Tidak ada yang luput dari pandangan mata kita.

Sebaliknya jika kita tidak memfokuskan cahaya senter itu, maka cahayanya akan menyebar di area yang lebih luas. Cahaya itu terbagi-bagi ke segala penjuru arah, sebagai akibatnya maka akan terlihat lebih redup. Tidak seterang seperti saat cahaya kita fokuskan di satu titik tertentu. Kembali lagi seandainya ada semut yang melintas, barangkali sepintas lalu kita juga tetap akan melihatnya, namun tentunya tidak bisa detail melihat kaki atau antenanya seperti saat kita melihatnya di bawah fokus cahaya.

Sebenarnya sama dengan pikiran dan perhatian kita terhadap sesagla sesuatu.  Jika pikiran dan perhatian kita fokus, dengan sendirinya kita akan memahami segala sesuatu itu dengan detail dan dengan cara yang sangat terang dan jernih.  Kwalitas pemahaman yang terbaik hanya akan bisa kita dapatkan jika kita memang benar-benar fokus akan sesuatu. Sebagai akibatnya, pasti ada yang harus dikorbankan. Kita tidak bisa memecah pikiran dan perhatian kita ke berbagai persoalan yang lain jika kita benar-benar ingin fokus. Tidak bisa multi tasking.

Sebaliknya jika kita ingin memahami berbagai hal yang berbeda pada saat yang bersamaan, maka bisa jadi kita hanya akan mampu memahami permukaannya saja atau garis besarnya saja, tanpa mampu memahami dengan detail kedalaman persoalannya. Kwantitas pemahaman akan mungkin kita kuasai jika kita membiarkan diri kita tidak fokus. Yang pasti, tanpa fokus bukan kwalitas yang bisa kita dapatkan. Tapimulti-tasking sangat mungkin dilakukan.

Apakah fokus selalu lebih baik dibanding tidak fokus?“. Hampir saja saya menjawab “Ya” atas pertanyaan anak saya itu. Tapi kemudian saya menyadari. Sebenarnya tidak begitu juga.  Fokus dan Tidak Fokus sama baiknya. Sama bergunanya. Tergantung dari kebutuhannya dan bagaimana kita menggunakannya untuk keperluan kita.

Sama dengan cahaya lampu senter itu. Ada saat-saat tertentu dimana kita membutuhkan cahaya yang fokus, misalnya saat kita mencari benda-benda kecil di area yang sempit dan terbatas, misalnya mencari jarum yang jatuh. Sudah pasti fokus cahaya lebih dibutuhkan.

Tapi bagaimana jika kita ingin bermain Bayang-Bayang Jemari Tangan? Kita tidak membutuhkan cahaya yang terfokus. Yang kita butuhkan adalah cahaya yang menyebar di area yang lebih luas. Redup sedikit tidak masalah, toh bayangan tetap terlihat juga.

Jadi, tidak selamanya fokus itu lebih baik dari tidak fokus. Atau sebaliknya tidak fokus lebih baik dari fokus. Tergantung apa yang kita butuhkan.

Fokuskanlah pikiran dan perhatian kita  untuk mengejar hasil yang berkwalitas unggul. Pencarkan pikiran dan perhatian kepada beberapa hal sekaligus pada saat yang bersamaan jika kita sedang ingin melakukan scanning  dan mendapatkan gambaran besar sebuah permasalahan dengan cepat.

Saya yakin, otak manusia bekerja dengan sangat fleksibel untuk menghadapi segala permasalahan.

 

2 responses »

  1. waktu kecil, saya sering banget main bayangan tangan saat mati lampu. tapi, tidak dengan senter sih bun, dengan cahaya lilin. ahahaha, kalau lilin pasti cahayanya gak bakal bisa fokus ya~🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s