Burung Cucak Hijau Yang Mampir Di Halaman.

Standard

Cucak Ijo 5Hari Minggu siang. Panas musim kemarau sangat terik. Anak saya yang baru kembali dari luar bercerita bahwa ia melihat seekor burung yang sangat bagus sedang bermain di kolam kecil di halaman depan.Warnanya hijau. Suaranya sangat bagus. Kicauannya sangat rame.Saya melihat ke luar. Burung itu sudah terbang. “Mungkin burung madu?” tanya saya.”Bukan!“kata anak saya.  Burungnya lebih besar dari burung madu. Anak saya merasa belum pernah melihat burung seperti itu.  Saya mencoba memikir-mikir, burung apa kira-kira yang dilihat anak saya itu.

Cucak Ijo 9Selang kira-kira dua jam berikutnya. Panas matahari mulai sedikit berkurang, walaupun terasa masih menyengat juga. Si Mbak yang lewat di halaman depan memberi tahu saya kalau ada seekor burung hijau sedang bermain di halaman. Saya dan anak saya segera keluar. Seekor burung nampak sedang meloncat-loncat di pinggir kolam. “Ya..itu burung yang tadi”  kata anak saya.

Cucak Ijo

Ooh..itu Burung Cucak Ijo alias Cica Daun (Chloropsis sonnerati). Baru pertama kali ini saya melihat burung ini di alam bebas. Selama ini saya hanya pernah melihatnya  ada di dalam sangkar pedagang burung. Sangat mengejutkan juga bisa melihatnya tiba-tiba di depan mata. Saya rasa kemarau yang panjang membawa burung itu mampir ke kolam saya untuk minum.

Cucak Ijo 11Saya dan anak saya menonton tingkah lakunya dengan takjub. Berloncatan di dekat aliran air. Lalu pindah berjumpalitan ke dahan pohon Bintaro. Sibuk berloncat-loncat di sana. Lalu pindah lagi ke dahan pohon Frangipani. Berloncat-loncatan lagi sambil berjumpalitan dan berkicau. Kelihatan benar jika hatinya sedang riang. Ia tidak takut sedikitpun pada saya dan anak saya. Membuat anak saya gemes ingin menangkapnya.”Jangan!!!. Biarkan dia bebas di alam” kata saya.

Cucak Ijo 3Lihatlah betapa riangnya ia berkicau dengan bebas merdeka. Jika kita menangkapnya dan memasukkannya ke dalam kandang yang sempit, sebenarnya kita sedang merampas kebebasannya. Merampas kemerdekaannya. Juga merampas kebahagiaannya. Memeliharanya dalam sangkar, walaupun kita merawat dan memberinya makan, tetap tidak bisa menggantikan kebahagiaannya. Mengapa kita harus menyakiti mahluk lain? Biarkanlah kebahagiaan itu tetap dimiliki burung-burung di alam bebas. Anak saya bersungut-sungut.Tapi tidak berani membantah kata-kata saya. Akhirnya kembali kami hanya menonton.

Cucak Ijo 8Burung Cucak Ijo sesuai dengan namanya memang secara keseluruhan berwarna hijau.  Sayapnya ada sedikit semu kuning kehijauan. Leher bagian bawah/kerongkongannya berwarna hitam gelap dengan bintik biru. Matanya berwarna hitam, dengan paruh gelap dan demikian juga dengan kakinya.  Makanannya biasanya adalah serangga.

Saya pikir burung ini sebenarnya bukan jenis burung langka. Akan tetapi penangkapan tak terkendali untuk diperdagangkan akan membuat burung ini cepat menghilang dari alam bebas.

13 responses »

  1. Saya tersentuh membaca tulisan ini. kasian sekali jadi teringat hewan2 yg diburu secara liar.
    ketika sudah langka barulah dilindungi..
    tentu kita juga tak boleh menyalahkan siapa2..

    dan setelah membaca tulisan ini saya juga ikut merasakan kebebasan burung itu. seandainya saya jadi “dia” tentu saya akan merasa sangat-sangat bahagia. bisa bergerak dan terbang sesuka hati, kemanapun arahnya🙂

    • Ya…saya rasa kita perlu mengingatkan diri kita sendiri bahwa setiap mahluk hidup memiliki hak hidupnya masing masing dan kita tak perlu mengganggunya sepanjang ia tidak mengganggu kehidipan kita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s