Urban Farming: Tomat Cherry Kampung Yang Terabaikan.

Standard

 

wpid-20151031_091514.jpgSalah satu tanaman yang menarik hati untuk saya tanam di halaman rumah saya yang sempit adalah Tomat Cherry. Tomat Cherry yang saya maksudkan ini bukan yang biasa kita temui di Supermarket ataupun di toko toko buah lho. Tapi Tomat Cherry yang biasa kita temukan liar dan terbuang di kampung. Mengapa terbuang? Karena dengan diameter 2-3mm, tomat ini terlalu kecil dan dianggap tidak punya nilai ekonomi. Jadi biasanya diabaikan saja oleh para petani yang biasanya menanam tomat dengan ukuran minimal segede telor ayam atau bahkan lebih besar dari telapak tangan.

Nah tomat jenis ini kalau di kampung saya di Bali disebut dengan Tomat Grongseng. Dan kalau di kampung saya di tepi danau Batur, tomat imut-imut ini disebut dengan Gereng-Gerengan. Di masa kecil saya sering menjadikannya mainan karena mirip kelereng.
Selain  itu rasa tomat ini juga agak lebih asam dibanding tomat buah. Jadi mungkin lebih cocok jika dibuat sambal. Tapi buat saya tanaman yang buahnya bulat ini sangat menarik tampilannya. Dan tentunya menarik untuk di tanam di halaman. Saya pikir masih cukup enak juga dijadikan salad.

Saya mendapatkan bibit tanaman ini dari desa Cikidang di Sukabumi, berupa buah matang dari sebuah tanaman terlantar di bawah pohon pisang yang tak seorangpun perduli. Saya ambil buahnya yang tua dan saya jadikan bibit. Ada banyak sekali bibit tanaman yang tumbuh tapi sayangnya halaman saya yang sempit tidak cukup untuk menampung semuanya. Akhirnya hanya beberapa saja yang saja tanam.  Ada yang di pot dekat tembok pagar ada juga yang hanya saya tanam di polybag. Senang rasanya melihat tanaman ini tumbuh, lalu berbunga dan berbuah. Mulai dari butir kecil berwarna hijau, lalu membesar dan kemudian memiliki semburat pigment kuning, jingga lalu merah ranum. Tidak terlalu banyak masalah saat nenumbuhkannya. Walaupun ada sedikit gangguan serangan kutu putih, tapi saya atasi secara manual. Karena saya berkomitment  tidak menggunakan pestisida untuk semua tanaman di pekarangan rumah saya.

 

Hampir tiga bulan kemudian, pohon Tomat Cherry di halaman saya sudah berbuah dan mulai ranum satu per satu. Hati saya sangat senang. Saya pikir mulai hari ini dan berikutnya saya mulai bisa memanfaatkan buah tanaman ini untuk keperluan dapur. Ini termasuk salah satu upaya saya melanjutkan proggram “Dapur Hidup”.

Yuk kita bertanam sayuran di halaman!

5 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s