Dapur Hidup: Cukupkah Untuk Kebutuhan Setiap Hari?

Standard

 

20151116_071839.jpgGara gara belakangan ini saya sering mem-post tulisan dan foto-foto tentang Dapur Hidup, seorang teman rupanya penasaran. “Memang halaman rumahmu luas amat ya? Kok bisa nanem berbagai macam sayuran sih?“. Tentu saja tidak. Namanya juga tinggal di perumahan kecil, sudah pasti halaman rumah sayapun sempit. Tapi nyaris semuanya saya manfaatkan untuk berkebun sayur. Nah, kalau halamannya sempit, “Memang cukup ya hasilnya untuk keperluan dapur sehari-hari?“. Begitu pertanyaan berikutnya.

Sebenarnya agak sulit menjawab pertanyaannya. Cukup dan nggak cukup itu sangat relatif ukurannya. Karena ukuran “cukup” bagi si A, belum tentu sama banyaknya dengan ukuran “cukup” bagi si B. Selain itu tergantung juga dari seberapa banyak dan efektif serta efisien kita bisa memanfaatkan lahan sempit yang kita miliki.

Contohnya lahan pekarangan ukuran 3×2.5 meter, kalau kita mau manfaatkan,  akan muat untuk menampung sekitar 60 polybag. Jika ke 60 polybag itu kita tanami tomat semua, setelah 3 bulan tomat -tomat itu akan menghasilkan buah yang meranum untuk bisa kita petik bergantian setiap hari. Jadi jawabannya cukup. Cukup tomat untuk keperluan dapur kita sehari hari. Tapi keperluan dapur yang lain tetap masih perlu dibeli.

Pilihan lain bisa juga kita tanami dengan berbagai macam tanaman lain keperluan dapur. Campur-campur. Misalnya cabe, terong, pare, tomat, kencur, seledri, kunyit, lengkuas, sereh, kemangi dan sebagainya. kalau dicampur begini,tentu  tidak setiap  hari kita bisa memetik buah tomat matang. Tapi sebagai penggantinya kita mungkin bisa memetik terong atau daun kemangi.  Cukupkah itu? Cukup sih nggak ya. Tetapi lumayan membantu mengurangi pengeluaran uang belanja dapur.

Sebagai gambaran saja, dari lahan halaman belakang yang berukuran sekitar 3x 2.5 meter itu yang saya tanami tomat, saya sempat memanen dalam jumlah yang lumayan sebanyak 3 x.

 

20151116_071115.jpgPertama tidak sempat saya timbang. Tapi saya pikir beratnya lebih dari 1 kg.

 

20151121_175345.jpgYang kedua jumlahnya lebih sedikit dan sempat saya timbang. Beratnya 700g.

20151127_091118.jpgPanen ke tiga kalinya  saya juga lupa menimbang. Dan lupa memotret semuanya. Tapi lumayan juga. Barangkali sekitar 700 -750g juga. Sebagian bahkan masih sempat saya bawa ke kantor. Nah..yang saya bawa ke kantor ini kebetulan sempat saya foto.

Itu diluar yang kadang-kadang saya petik tersendiri. Saat ini, pohon-pohon tomat saya masih berbuah cukup banyak, walaupun batangnya mulai menua dan meranggas. Tapi  buahnya masih banyak. Ada yang merah,ada yang sudah orange,kuning dan amsih banyak juga yang hijau. Saya sendiri sudah tidak betah ingin menggantinya dengan tanaman baru. Tapi sayang juga buahnya. Akhirnya saya akan tunggu untuk bisa saya panen sekali lagi.

20151116_073255.jpgJadi buat dapur saya, jumlah buah tomat yang bisa saya petik dari halaman itu cukuplah.

Kalau seandainya lahan yang kita manfaatkan hanya sedikit. Misalnya 3 meter x 20 cm dan mepet ke tembok, kita bisa menanam kurang lebih 15 pohon. Setelah berbuah dan matang,  barangkali kita bisa memetik 1-3 buah seminggu sekali. Cukup juga kan? Apalagi jika masak makanan yang berbasis tomat tidak setiap hari.

Dapur hidup berguna untuk menutupi keperluan dapur kita sehari-hari.  Jika kebutuhan dapur kita ingin tetap terjaga, semai kembali bibit tomat dari buah yang benar benar sudah matang sehingga menjadi tanaman yang siap berbuah 3 bulan ke depannya.  Dengan demikian keberlangsungan dapur hidup tetap terjaga.

 

20151116_072432.jpgDemikian juga jika halaman ukuran 3m x 2.5 meter itu kita tanami terong, cabe atau pun pare. Ceritanya mirip. Apapun yang kita tanam, ya itulah yang akan kita hasilkan kelak. Jika tomat yang kita tanam, ya tomatlah yang kita petik. Demikian juga jika terong yang kita tanam ya teronglah yang kita tuai. Dan sebagainya. Apa yang kita tuai adalah apa yang sebelumnya kita tanam.

Pertanyaan lagi, jika lahan kita terbatas, apakah lebih baik kita hanya menanam satu jenis tanaman sayur saja tapi banyak, atau berbagai jenis tapi sebatang-sebatang? Saya pikir itu sih terserah yang punya pekarangan. Tapi kalau saya yang punya halamannya, saya pikir halaman rumah sebaiknya ditanami dengan beragam tanaman sayur. Mixed Vegetable Gardening. Sehingga yang kita panen setiap hari berbeda. Selain itu kita juga jadi lebih semangat mengurusnya. Karena yang kita lihat selalu berbeda dan tidak membosankan.

Yuk kita galakkan kegiatan Dapur Hidup! Berdayakan dapur sekaligus menciptakan oksigen untuk kesegaran dan kesehatan lingkungan kita.
Hasilnya cukup kok!

5 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s