Dunia Pinggir Kali: Bayam Liar Yang Segar.

Standard

 

2015-12-13-22.15.52.jpg.jpegSudah lama saya tidak bermain ke tepi kali belakang rumah. Kesibukan pekerjaanlah yang membuat begitu. Nah..mumpung agak senggang, saya memanfaatkan kesempatan.

Rupanya tetangga saya sudah selesai merenovasi rumahnya. Dan juga sekaligus memperbaiki pagar tepi kali yang mulai doyong. Temboknya tinggi juga. Untungnya masih dibuatkan pintu sehingga saya bisa nerobos keluar pagar jika ingin mengamati kehidupan burung-burung liar. Whuiii!!. Bantaran kali sekaligus juga sudah dibersihkan. Terimakasih tetangga!.

Rumput-rumput liar dicabutin dan sampah dibakar. Tanah di bantaran kali jadi lumayan terang. Rumput Benggala sudah tidak ada. Pohon jarak, pohon lamtoro dan pohon pisang ditebang. Tanaman oyong yang sebelumnya merambat di sana juga sudah tidak ada. Terang benderang!. Sebagian tanah masih kelihatan gundul tanpa penutup. Tanah di sekitar sini warnanya agak merah.

Karena hujan turun, rupanya biji-biji rerumputan dan tanaman mulai berkecambah. Ada banyak anak-anak tanaman baru. Senang melihat bantaran kali seperti ini. Sebentar lagi,  anak-anak tanaman dan rumput ini tentu akan tinggi lagi. Musim hujan membuatnya menjadi sangat subur. Selain di bantaran kali ini sangat jarang orang lewat. Tanaman-tanaman ini akan liar dan merajalela tanpa seorangpun yang peduli, hingga populasinya dibatasi oleh pertumbuhan mereka sendiri.

Agak ke sana saya melihat banyak rerumputan mulai tumbuh dan ada banyak sekali anakan bayam liar di sela-selanya. Puluhan jumlahnya. Daunnya besar besar, lebar dan subur. Wah…sebentar lagi tentu banyak ulat yang akan datang tergiur oleh kegendutan pohon-pohon bayam ini. Bayam-bayam itu menyebar di area sekitar 2 meter persegi.  Ya…saya ingat sebelumnya di sana ada pohon bayam liar yang besar dan berbunga banyak. Rupanya saat dibersihkan biji-bijinya yang halus sempat menyebar di situ. Sekarang tumbuh dan mulai besar. Sebentar lagi tentu akan tumbuh bunga.

Selain daunnya yang lebih lebar-lebar, bayam jenis ini rasanya jauh lebih enak dari jenis bayam cabut. Jaman dulu, sebelum jenis bayam cabut diperkenalkan di pasar,saya selalu menanam jenis bayam ini yang sekarang menjadi liar karena tidak umum dibudidayakan lagi.

Sebelum keduluan ulat, maka bayam itu saya petik sebagian. Saya ambil daunnya yang lebar-lebar saja.Lumayan saya mendapat sekeranjang penuh daun bayam liar segar. Bisa buat masak 2-3 kali.

Rejeki dari pinggir kali.

5 responses »

  1. Mbak Dani, aku menyebut bayam masa lalu untuk jenis bayam ini. Karena waktu kecil hsnya makan bayam ini, Baunya lebih harum dan daunnya lebih lembut tp lebih crunches saat dimasak. Di toko organik sini kadang menjual jenis ini kadang habis. Harganya lebih mahal dari bayam cabut. Beruntung Mbak Dani mendapatnya gratis🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s