Dapur Hidup: Timun, Panen Yang Ke Dua.

Standard

 

20151212_125656.jpgTimun di halaman rumah sungguh pandai membuat kejutan. Setelah minggu yang lalu saya panen – lumayan dapat 6 buah – hari Minggu pagi  saya melihat ada lagi buahnya yang bergelantungan. Tiba tiba kok sudah besar-besar. Cepat sekali.  Wah…terlambat manen lagi nih.

Sebenarnya suami saya sangat suka mentimun yang kecil-kecil dan muda untuk lalap. Kalau sudah sebongsor ini ya.. mulai kelihatan kurang appealing untuknya.

Tapi tidak apa apalah. Jika tidak dipetik sekarang ia akan menjadi semakin tua lagi dalam beberapa hari. Saya petik lagi buahnya satu persatu dengan menggunakan galah yang diujungnya disambung dengan jaring untuk memastikan buah tidak jatuh saat ditarik. Lumayan dapat 7 buah. Sayangnya yang satu keburu dimakan sehingga tak sempat difoto deh.

Kalau dipikir -pikir punya Dapur Hidup itu enak juga. Ada beberapa tanaman dapur hidup yang bisa dipanen berulang. Contohnya  tomat – saya sempat memanen buahnya dalam jumlah yang lumayan banyak (minmal 1/2 kg) sebanyak 7x  sebelum pohonnya tua dan meranggas dan akhirnya saya cabut. Demikian juga pare, terong, bayan, kangkung dan sebagainya. Saya bisa panen beberapakali.  Termasuk timun ini. Kita hanya perlu sekali menanam. Tetapi setelahnya kita bisa memanen beberapa kali.

Nah..yang mau saya tunjukkan di sini adalah bahwa bercocok tanam itu sebenarnya tidak terlalu repot. Hanya sekali saja kok. Dan jika kita sibuk bekerja, kita bisa melakukannya di akhir pekan. Ya…sisanya paling nyiram saja. Jika musim kemarau. Jika musim hujan, alampun ikut membantu kita menyiram.

Jika kita rajin menanam, maka kita bisa rajin memanen juga. Dan apa yang kita tanam, itu juga yang kita hasilkan.Jika kita menanam tomat, tentu kta akan memanen tomat yang berlimpah.Jika yang kita tanam adalah terung,  kelak yang akan kita panen adalah terong. Sangat mirip dengan perbuatan kita sehari-hari ya. Jika kita banyak tersenyum kepada orang lain, maka akan banyak pula senyum yang kita dapatkan kembali.  Jika kita ramah terhadap orang lain, niscaya keramahan juga yang akan banyak kita terima. Menanam perbuatan baik, akan menghasilkan kebaikan. Sebaliknya jikakeburukan yang kita tanam,makayang kita dapat adalah keburukan juga.

Yuk kita menanam hal-halyang baik!.

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s