Bangli: Sarcophagus Dukuh Prayu Bunutin.

Standard

Wisata Sejarah- Bangli.

Melihat ketertarikan saya akan benda peninggalan sejarah Sarcophagus yang berada di desa adat cekeng, Sulahan kecamatan Susut, di Bangli, Komang Karwijaya bercerita bahwa sebenarnya Sarcophagus tidak hanya ditemukan di desa Cekeng saja lho, tapi di beberapa desa yang lain juga di Bangli.  Salah satunya adalah di desa Bunutin. Tepatnya di Dukuh Prayu. Nah, barangkali diantara para pembaca ada yang sama dengan saya, yakni memiliki ketertarikan untuk melakukan wisata sejarah, yuk kita merapat ke dukuh Prayu di desa Bunutin, Bangli.

Tentu pertanyaan pertama saya adalah, sama nggak sih Sarcophagusnya? Karena kemungkinan besar sarcophagus-sarcophagus itu berasal dari kurun waktu yang sama,  kurang lebih sarcophagusnya serupa lah.  Tetapi saya mendapatkan keterangan yang sangat menarik juga tentang sarcophagus di dukuh Prayu ini.

Total sarcophagi ada 9 buah yang letaknya sesuai dengan mata angin.  Utara, Timur laut, Timur, Tenggara. Selatan, Barat Daya, Barat, Barat Laut dan  di Tengah. Saya tidak mendapatkan informasi lebih jauh mengapa letaknya harus sedemikian rupa di sembilan arah mata angin?. Mirip posisi sembilan mata angin dari Dewata Nawa Sanga. Akan tetapi saya tidak yakin apakah ini ada kaitannya dengan Dewata Nawa Sanga, mengingat sarcophagi ini diduga sudah ada sejak jaman pra Hindu.

Sarcophagus di dukuh Prayu,Bunutin, Bangli. Foto milik Komang Karwijaya.

Sarcophagus di dukuh Prayu,Bunutin, Bangli. Foto milik Komang Karwijaya.

Menurut keterangan sebagian besar sarcophagus-sarcophagus itu pada saat ini tertutup tanah dan di atasnya berdiri pura. Yang lumayan terbuka dari tutupan tanah adalah yang posisinya di Timur. Sarcophagus ini masih kelihatan menempel di dinding tanah. Barangkali karena saking tuanya telah tertimbun tanah entah dari bekas letusan gunung ataupun humus yang memadat. Yang jelas sebagian masih tertutup tanah.  Sarcophagus kelihatan cukup utuh. Masih terdiri atas  bagian bawah (palungan) dan penutup (lid).  Hanya saja ada lubang di tengahnya. Diduga barangkali karena jaman dulu orang-orang yang pertama kali menemukan tidak begitu paham apa itu sarcophagus lalu penasaran ingin tahu ada apa di dalamnya. Mereka mungkin menemukan ternyata ada sisa-sisa kerangka manusia beserta  pernak pernik bekal kuburnya. Lalu karena takut terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki, masyarakat lalu cenderung membiarkan sarcophagus itu tetap berada di tempatnya dan setengah tertutup tanah. Bahkan membuat pura kecil di dekatnya untuk melakukan upacara mendoakan roh sang pemilik sarcophagus.

Yang menarik, sama dengan sarcophagus yang di Cekeng, sarcophagus inipun memiliki tonjolan pintu di depannya dengan ukiran yang menyerupai kura-kura. Sayangnya tonjolan yang bagian bawahnya kelihatan sudah putus.

Sarcophagus yang di Timur Laut kondisinya memprihatinkan karena pecah. Barangkali karena kurangnya pemahaman masyarakat jaman dulu yang pertama kali menemukan benda bersejarah ini sebagai sarcophagus.

Berikutnya saya juga diinformasikan bahwa yang berada di Tenggara, penutupnya juga sudah tidak ada.  Hanya tinggal palungan bagian bawah yang sudah kosong. Karena kosong dan posisinya tengadah, serta berada di alam terbuka, tentunya pada musim hujan, sarcophagus ini menjadi tempat penampungan air. Konon jaman dulu masyarakat memanfaatkannya untuk air minum ternak babi, dengan harapan ternaknya cepat hamil dan beranak. Jadi dalam hal ini sarcophagus dikaitkan dengan pembawa kesuburan. Tidak mengherankan, karena di beberapa tempat keberadaan sarcophagus juga dikaitkan dengan kesuburan sawah dan tanaman ladang juga.

Kemudian sarcophagus lain yang juga menarik ceritanya adalah yang posisinya di utara. Konon jaman dulu dari mata kura-kura hiasan tombol sarcophagus ini keluar minyak. Nah, bagaimana penjelasannya – saya kurang paham. Tetapi tentunya itu semua sangat menarik untuk diteliti lebih jauh.

Nah, itu adalah informasi tentang sarcophagus-sarcophagus yang ada di dukuh Prayu, desa Bunutin di Bangli, Bali. Saya ingin sekali ke sana. Ingin sekali melihat langsung dari dekat. Sayang saat ini masih belum punya kesempatan.

Para pembaca yang barangkali sedang berada di Bali atau sedang merencanakan liburan di Bali, bisa memasukkan desa Bunutin di Bangli sebagai salah satu tujuan wisata. Agar mengenal Bali dengan lebih dekat lagi.

Yuk kita berkunjung ke Bangli!.Kita pelajari sejarah dan cintai tanah air kita!.

13 responses »

  1. Dewata Nawa Sanga…. Ikutan belajar sejarah dan budaya Bangli nggih Mbok Ade. Luar biasa nenek moyang kita begitu menyatu dengan alam ya. Suksma berbagi Bangli.

    • Suksma Bu Prih.
      Ya Bu Prih…. masyarakat Bali memahami arah mata angin dalam konteks yang kuat dengan Nawa Dewata atau Dewata Nawa Sanga yang maksudnya adalah sembilan arah mata angin dengan para dewatanya yakni di Uttara adalah Wisnu dengan warna hitam, di Timur Laut adalah Sambhu dengan warna biru, di Timur adalah Iswara dengan warna putih, di Tenggara adalah Maheswara dengan warna pink, di Selatan adalah Brahma dengan warna merah, Rudra di Barat Daya dengan warna jingga, lalu di Barat adalah Mahadewa dengan warna kuning, di Barat Laut adalah Sangkara dengan warna hijau dan di tengah-tengah adalah siwa dengan panca warna.

  2. Dari apa yang saya baca, apakah sembilan sarkofagus ini posisinya mengelilingi sebuah gunung? Memang dengan apa yang saya baca dan lihat di Pasir Angin Bogor, gunung memang dipercaya masyarakat prasejarah sebagai tempat kembalinya roh-roh yang sudah meninggal, karenanya kalau ada orang meninggal maka pasti akan dimakamkan di sekitar gunung. Mereka dianggap akan berkumpul kembali di gunung, untuk pada gilirannya bisa dipuja oleh masyarakat keturunannya.

    Menarik, menarik! Saya mesti kemari nih :hehe. Saya belum mendalami benar soal sarkofagus tapi dari letaknya yang masih in situ dan ada yang lumayan agaknya situs ini berasal dari zaman protosejarah muda, satu atau dua abad sebelum Buddha masuk ke Bali. Nah, jika memang benar demikian dan jika benar di sana ada gunung, maka bukan tidak mungkin di atas gunung itu ada juga pusat pemujaan bagi masyarakat prasejarah di sana–apa di atas gunung itu ada pura, Mbok?
    Duh, saya berharap banget BPCB Bali bisa segera datang ke sana dan melakukan penelitian… sayang banget kalau situs ini sampai terbengkalai!

    Maaf komentarnya kepanjangan! :haha.

    • Suksma Gara. Saya rasa analisanya sangat mendekati. Ayo mampir!. Lihat sendiri bagaimana sarcophagus yang ada di dukuh Prayu ini. Barangkali bisa membantu memberi pencerahan kepada masyarakat awam dengan lebih scientific.

      ya..kalau ditanya apakah ada gunung.. Bangli secara umum adalah wilayah pegunungan. Di dekatnya sekali ada Bukit Bangli, dan selain itu daerah Bangli ada di punggung pegunungan Tampurhyang purba yang sudah meletus di jaman purba dan kini membentuk kaldera raksasa Batur yang didalamnya tumbuh Gunung Batur dan Danau Batur nan indah permai.

      Jangan lupa mampir ke Bangli kalau pas lagi liburan di Bali ya…

      • Saya penasaran dengan bentuk aslinya… di dalamnya masih ada bekal kubur tidak ya #eh.
        Wah… saya tahunya Bangli ya cuma Kintamani Mbak :hehe. Ternyata banyak ya rahasianya Bangli ini, makin penasaran deh. Sip, kalau ada libur saya pasti main ke sana! :hoho.

    • Saya langsung kepikiran dirimu gar waktu baca pembuka postingan ini.Hihihi..
      Iya, saya juga berharap dinas yang berwenang bisa meneliti sarkofagus-sarkofagus ini.
      Kalo saya sebagai orang yang suka baca komik membayangkan kalau penempatan di penjuru mata angin itu diniatkan sebagai penjaga dan semasa hidupnya jenazah-jenazah yang ada di dalamnya adalah orang-orang terpilih yang punya kemampuan khusus.😛
      *maafkan malah berimajinasi

      • Bisa di jadikan obyek wisata religi, di biatkan buku misteri keren nih, sekalian mengangkan bali n bangli pada khususnya

  3. Sarcophagus ini kayaknya hampir selalu ada di daerah yang ada kerajaan (hindu) kuno. Saya ingat dulu di kampung ada batu berlobang besar semacam difoto atas, tapi gak ada tonjolan berbentuk ukiran itu.
    Kalau balai purbakala peduli seharusnya sarcophagus itu direstorasi.

  4. temannya nggak punya blog mbak?
    mungkin masih banyak lagi peninggalan sejarah purba Bali yg masih tak diketahui umum ..
    terima kasih banget foto2nya boleh dibagi buat kita.., semakin deh pengen eksplor Bali

  5. Mbok,, sya penasaran skali sama tempatnya
    Kalo boleh tau tepatnya di Dukuh bagian mana & lewat mana jalannya ??
    Menarik untk dijelajahi !!

  6. Sesuai arah mata angin, berarti titik tengahnya di mana? N ada apa? Apakah ke 9 tempat itu masih ada batunya? Apakah setiap tempat mempunyai mitos yg berbeda2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s